<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693</id><updated>2011-10-02T08:37:54.824-07:00</updated><category term='sejarah'/><category term='politik'/><category term='pemilukada'/><category term='kelestarian'/><category term='analisa'/><category term='tangsel'/><category term='pilkad'/><category term='Kerajinan'/><category term='Budaya'/><category term='parpol'/><category term='seni'/><category term='sosial'/><title type='text'>Tribun Banten</title><subtitle type='html'>"Jelas, Lugas dan Berkelas"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>101</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-419386554141005903</id><published>2010-12-26T04:03:00.000-08:00</published><updated>2010-12-26T04:07:40.670-08:00</updated><title type='text'>DUA TAHUN TANGSEL DENGAN SAMPAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dari Pusingnya Pejabat, Sampai Mogoknya Sopir Truk Pengangkut Sampah&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Predikat Kota Tangsel sebagai “Kota Sampah” sudah tak terbantahkan lagi. Tiga kali pergantian pemimpin, keluhan warga, mogok massal sopir pengangut sampah, penahanan truk yang membuang sampah di daerah lain, hingga pertengkaran sesama pejabat di lingkungan dinas kebersihan menghiasai peristiwa sekitar sampah di sepanjang tahun 2010 ini. Apakah tahun depan peristiwa serupa masih akan terjadi..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebuah Catatan Akhir Tahun : Sanusi Pane&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 2010 lalu, Didi Supriyadi Widjaya masih sempat memimpin Dinas Kebersihan Pertamanan Dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Pejabat dinas yang sudah memimpin sejak Kota Tangsel berdiri 2008 silam itu sempat menyetakan ketidaksanggupannya menangani sampah yang kian hari kian menumpuk di berbagai tempat.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lalu, selang beberapa waktu kepemimpinannya, dia pun mulai kewalahan menangani sampah-sampah tersebut. Dalam pernyataannya dia mengungkapkan, andai saja Tangsel memiliki tempat pembungan sampah (TPS) sendiri, pasti saat masa kepemimpinannya masalah sampah sudah bisa diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, sewaktu perbinangan dengan penulis, dia mengatakan, sebagian besar daerah Kota Tangsel mengalami kepusingan mengatasi sampah, apalagi Tangsel yang belum punya tempat pembuangan akhir. Ditambah lagi, personel dan juga sarana maupun prasarana yang sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta mengungkapkan, total sampah buangan masyarakat Tangsel di berbagai wilayah mencapai tak kurang dari 1.600 meter kubik per hari. Menurut Didi, dengan Jumlah tersebut idealnya sampah itu diangkut 30 truk. Namun, semasa jabatannya, pemerintah hanya memiliki 9 truk pengangkut sampah. “Mau gimana lagi, setiap hari diangkut pun tak akan terangkut dengan jumlah armada yang minim. Terlebih, kita tak memiliki tempat pembuangan sampah permanen. Bagaimana tidak pusing?,” ucapnya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriring waktu, Didi pun diganti oleh Plt DKPP Kota Tangsel yang baru Ajat Sudrajat yang juga Aisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi Pembangunan sekitar bulan Februari 2010. Pergantian tersebut sempat membawa angin segar karena selang beberapa waktu menjabat, Sudrajat langsung membuka celah kerjasama dengan investor lokal maupun investor asing untuk mengembangkan pengelolaan sampah di TPS Cipeucang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu dia mengakui, pihaknya banyak mendapatkan proposal penanganan sampah dari swasta, perguruan tinggi hingga investor asing. Sebut saja, PT Bathara Sakti yang menawarkan sebuah teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Sayang, rencana itu pun kandas dan lagi-lagi sampah tetap bertumpuk dari hari ke hari dimana kondisi itu menuai protes dari sejumlah warga yang tak puas dengan kinerja aparatur saat itu. Lagi-lagi, Sudrajat pun mengungkapkan kepusaingannya menangani sampah yang kemudian diganti dengan Plt lainnya Djoko Suryanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, meskipun di awal kepemimpinan Djoko tersiar adanya upaya pembangunan Tempat Pengelolan Sampah Terpadu (TPST) di Cipeucang, status Tangsel sebagai “Kota Sampah” pun belum bisa diselesaikan oleh pejabat yang terakhir ini. Sebab, rencana pengelolaan sampah yang coba digarapnya bersama investor asing asal Singapura SET Internasional Asia PTE, LTD hanya tinggal wacana saja. Sekelumit kendalah dialami Djoko untuk merealisasikan kerjasama dengan investor asing tersebut. Walhasil, hingga pengujung tahun 2010 ini sampah masih belum ada tempat pembuangan pasti dan belum ada pengelolaan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagalnya membangun TPST ternyata berimbas pada masalah lain. Sampah yang terus menumpuk membuat desakan masayarakat yang terus meminta untuk segera diselesikan kian deras. Upaya pun dilakukan Djoko yakni menjalin kerjasama dengan daerah lain untuk membuang sampah Tangsel ke tempat mereka. Sesekali ke Bantar Gebang Kota Bekasi, sesekali ke Rawa Kucing Kota Tangerang dan sesekali ke Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Sementara sampah yang kian menumpuk pun dapat tertangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayanganya, kerjasama itu tak berlangsung lama. Sejumlah daerah mulai keberatan Tangsel membuang sampah di daerah mereka. Dimana hal itu menambah masalah baru di kalangan sopir pengangkut sampah. Yang mana, mereka mendapatkan banyak penolakan pembuangan sampah yang akhirnya membuat para sopir ini enggan lagi menarik sampah dan melakukan pemogokan massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulah sopir-sopir yang harusnya bisa ditangani Plt Kepala DKPP Kota Tangsel pun berimbas langsung kepada masyarakat. Sampah kembali menumpuk dimana-mana, di Pasar Ciputat, Pasar Jombang, Pasar Sepong, Cimanggis hingga ke separator-separator jalan dan emperan jalan dibarbagai wilayah kembali dipenuhi sampah. Kalimat bernada tak puas kembali didengungkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kepemimpinan Djoko pun tak berjalan mulus. Ternyata, bukan hanya sopir yang mogok yang harus diselesikannya. Kasus internal diantara sejumlah bawahnnya pun mulai menguak. Saling menyalahkan mulai terjadi lantaran soal sampah semakin membuat pelik kerjaan dinas kebersihan tersebut. Kenyataan ini pun diakui Djoko sebagai masalah yang tak bisa diselesaikanya sendirian. “ Ada masalah di internal. Saya sendiri tak tahu mengapa hal itu terjadi,” elaknya saat itu, entah karena pusing masalah kian bertambah atau memang soal sampah ini selalu membawa pejabat dinas kebersihan berujung pada masalah pusingnya menangani sampah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Djoko langsung menulai kritik dari pimpinan DPRD Kota Tangsel. Desakan agar ditetapkan pimpinan definitif di tubuh DKPP mulai digulirkan dewan perwakilan rakyat ini kepada Penjabat Walikota Tangsel Eutik Suarta. Tak sampai disitu, dewan pun meminta agar Eutik segera membuat rencana penbangunan TPST dan melengkapi sarana dan prasarana pengentasan masalah sampah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu rencana pun digulirkan Komisi D DPRD Kota Tangsel. Menurut Ketua Komisi ini Iwan Rahayu, tahun depan Tangsel harus menganggarkan tak kurang dari Rp40 miliar untuk membangun TPST Cipeucang sebagai tempat pembuangan sampah resmi Kota Tangsel. Dari dana sebesar itu pun diharapkan Tangsel bisa menambah armada pengangkut sampah dan segera menunjuk pejabat definitif untuk konsentrasi menangani sampah. “Anggaran ini harus digolkan dan disahkan dalam APBD 2011 mendatang. Jangan sampai masalah sampah terus membelanggu Kota Tangsel,” tegasnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(**)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-419386554141005903?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/419386554141005903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=419386554141005903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/419386554141005903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/419386554141005903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/12/dua-tahun-tangsel-dengan-sampah.html' title='DUA TAHUN TANGSEL DENGAN SAMPAH'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-5839703340905823611</id><published>2010-12-17T05:30:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T05:38:28.946-08:00</updated><title type='text'>Edan, Diusulkan Dana Pilkada Ulang Tangsel Rp 22 Miliar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/TQtnxOaNzhI/AAAAAAAAAWc/qV6wbdRlY0g/s1600/duit_banyak_giler.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/TQtnxOaNzhI/AAAAAAAAAWc/qV6wbdRlY0g/s320/duit_banyak_giler.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551645061043572242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Butuh Dicermati Tuh..???&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LANGKAH DPRD&lt;/span&gt; Kota Tangsel menolak usulan dana pemungutan suara ulang (PSU) sebesar Rp 22 miliar yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel sudah tepat. Dana sebesar itu dianggap mengada-ada dan tidak lazim untuk sekedar biaya pencoblosan ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apresiasi pantas diberikan kepada Anggota Komisi A DPRD Tangerang Selatan, Heri Somantri yang telah mempertanyakan dasar usulan anggaran yang sangat besar itu. Sebab, kata Heri, jika dilihat dari pelasanaan Pemilukda lalu, sudah dicairkan anggaran sebesar Rp 26 miliar termasuk biaya pengamanan, pengadaan logistik, pemungutan suara dan juga biaya sosialisasi. “Dana yang diajukan Pemkot tidak masuk akal,” kecamnya pedas usai rapat koordinasi antara DPRD, Pemkot, KPU di Gedung DPRD Tangsel, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu terungkap, Penjabat Wali Kota Tangsel Eutik Suarta mengajukan dana pencoblosan ulang sebesar Rp 16 miliar yang diperuntukan untuk KPU. Sedangkan untuk Panwaslu, Pemkot mengalokasikan dana sebesar Rp 3 Miliar dan untuk biaya pengamanan lebih kurang sebesar Rp 3 Miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pangajuan anggaran yang diluar akal sehat. Sebab, harusnya Pemkot cukup mengangarkan untuk tahapan sosialisasi, pengadaan logistik seperti surat suara, undangan pemilih dan alat coblos. Bahkan setelah kami tanyakan kepada KPU sendiri tentang mekanisme pencoblosan ulang banyak kegiatan yang dilakukan sehingga dana yang dibutuhkan pun tidak besar, teranganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPRD meminta kepada Pemkot, KPU dan Panwaslu untuk membuat ajuan baru dan lebih rinci menentukan jumlah biaya yang dibutuhkan. Sebab, akhir bulan ini, DPRD akan mengesahkan dana APBD Tahun 2011. “Kami meminta agar Pemkot cermat dalam menentukan biaya pencoblosan ulang ini. Harus ada perhitungan yang tepat sesuai dengan tahapan. Jangan mengada-ada,” katanya ketuas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua KPU Tangsel, Iman Perwira Bachsan mengatakan, untuk melakukan pencoblosan ulang diperkirakan tidak banyak dana yang mesti digelontorkan. Dia memperkirakan, dana yang dibutuhkan tak lebih dari Rp 10 miliar seperti yang sudah dianggarakan untuk Pemilukda putaran II. “Kami juga memperkirakan tidak akan memakan banyak anggaran. Tapi, perlu disiapkan juga dana keamanan dan Panwaslu diluar kebutuhan KPU,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu juga Iman menerangkan, dari Rp 26 miliar yang dialokasikan untuk Pemilukada lalu, setidaknya ada sisa anggaran sebesar Rp 2,5 miliar yang nantinya bisa ditambahkan untuk dana yang sudah tersedia sebelumnya. Artinya, kalau hitungan matematisnya tidak salah, ada sekitar Rp 12,5 miliar yang sudah tersedia dan siap digunakan. “Kami kira dana itu cukup untuk pemungutan suara ulang,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Panwaslu Kota Tangsel Sorono Budihardjo mengungkapkan, dana untuk pengawasan dalam pencoblosan ulang nanti diperkirakan lebih kecil dibandingkan dana alokasi saat Pemilukda silam sebesar Rp 2 Miliar. Kalaupun diusulkan dana hingga Rp 3 miliar sesuai versi Pemkot Tangsel pihaknya tidak mengetahui percis soal itu. “Angka pasti yang disediakan untuk kami belum tahu. Sebab, kami juga masih menunggu tahapan dari KPU. Nantinya baru akan diketahui jumlah yang dibutuhkan,” singkatnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-5839703340905823611?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/5839703340905823611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=5839703340905823611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5839703340905823611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5839703340905823611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/12/edan-diusulkan-dana-pilkada-ulang.html' title='Edan, Diusulkan Dana Pilkada Ulang Tangsel Rp 22 Miliar'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/TQtnxOaNzhI/AAAAAAAAAWc/qV6wbdRlY0g/s72-c/duit_banyak_giler.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8328516708093543582</id><published>2010-12-16T06:35:00.000-08:00</published><updated>2010-12-16T06:40:14.021-08:00</updated><title type='text'>Birokrat Nakal Tangsel Disuruh Tobat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&gt;&gt; Berhentikan Saja Kalau Perlu&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegakan demokrasi di Tangsel yang bersih, jujur, langsung, bebas dan adil dinilai hanya bisa terlaksana jika seluruh birokrat yang terbukti terlibat dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tangsel lalu diberhentikan seluruhnya. Demikian hasil diskusi terbatas Pemilukada Tangsel Bersih di Serpong, kamarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi yang dihadiri sebagaian besar penggiat media, politik, kebijakan publik, pemerintahan, mahasiswa dan juga Panwaslu Kota Tangsel tersebut disepakati untuk menggiring pesta Pemilukada yang lebih demokratis, tanpa intimidasi dan bebas dari intervensi birokrat. “Pokoknya, PSU itu harus bebas dari birokrat nakal,” tegas Sekretaris Jaringan Pemilih Tangerang Selatan (JPTS) Ali Irvan di awal pembicaraan diskusi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menegaskan, jaringan birokrat, penyelenggara, oknum-oknum yang sudah membuat Pemilukada ini berjalan tidak langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luberjurdil) sebaiknya diganti saja. Karena, dengan masih bercokolnya mereka di Tangsel akan membuat tingkat kepercayaan masyarakat semakin hilang. “Kami kira semua sepakat ingin Pemilukada ini berjalan Luberjurdil. Apa upayanya? Hilangkan semua yang sudah tidak Luberjurdil itu dari Tangsel,” sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu dia juga menuding bahwa tiap calon yang sudah melakukan pelanggaran pada Pemilukada lalu masih sama-sama berpeluang mengulangi kesalahannya. Baik itu pelanggaran yag dilakukan pasanga calon nomor urut 1, 2 dan 3 maupun 4. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiap calon yang memiliki jaringan jaringan birokrat seperti Arsid, Airin maupun Yayat bisa saja mengulangi pelibatan birokrat dalam PSU nanti. Kami JPTS akan serius memperhatikan tindakan calon yang tidak demokratis itu dan tidak akan segan-segan melaporkannya kepada Panwaslu atau polisi,” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga meminta agar Panwslu Kota Tangsel bisa melihat peluang pelanggaran tersebut sebagai masalah yang besar yang perlu juga diawasi lebih ketat. Terlebih, tandasnya. Banyak pelanggaran yang belum dituntaskan oleh Panwslu yang bisa mereka anggap tidak akan terawasi lagi. “Kami akan membantu penyelenggara mengawal proses demokrasi di Tangsel ini. Dan kami siap memberikan laporan pelanggaran, siapapun itu calonnya,” tegas Ali Irvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel Abdul Rojak menambahkan, sedikitnya ada beberapa faktor yang membuat kesan bahwa Pemiluakda Kota Tangsel tidak berjalan Luberjurdil. Yakni, kentalnya keterlibatan birokrat, adanya money politik, tidak netralnya penyelenggara, tidak akuratnya susunan daftar pemilih dan juga adanya intimidasi terhadap pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagaimana diterangkan dalam keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuat Pemilukada ini harus diulang ya demikian diatas. Terutama masalah tidak netralnya birokrat. Untuk membuat Pemilukada ini berjalan sesuai ruhnya Luberjurdil, harus dibenahi dulu pembuat rusaknya Pemilukada Tangsel tersebut,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tatanan MUI, dia menyatakan, untuk menggiring masyarakat agar bisa menegakkan Pemilukada yang Luberjurdil, lembaganya akan mengeluarkan selebaran dan surat edaran sebanyak-banyaknya kepada ummat mulai dari majelis ta’lim, ikatan da’i dan mubalig, masjid-masjid, musholah dan lembaga keagamaan lainnya agar bisa membantu proses Pemilukada yang Luberjurdil tersebut. “Tapi, birokrat nakalnya juga harus tobat dulu,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menggaris bawahi soal keharusan penyelenggara Pemilukada untuk juga mau menciptakan proses demokrasi yang bersih. Antara lain, menyediakan sarana informasi seluas-luasnya kepada masyarakat dan siap mempublikasikan hasil tiap kegiatan mereka agar tingkat pemilih juga tidak turun dan siap menindak segala pelanggaran dengan terbuka pun tuntas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adanya kesempatan kedua bagi penyelenggara ini harusnya memotivasi mereka untuk membuktikan kredinbilitasnya. Dan pihak lain yang terlibat pun memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang mulai memudar atas penyelenggara Pemilukda,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Tangerang Selatan (Amperats) Agil Novemberiyanto mengatakan, mahasiswa pun akan terus mengawal jalannya Pemilukada dengan Luberjurdil. Sedikitnya, kata dia, ada tiga fungsi mahasiswa yang akan ditegakkan untuk terus mendorong Pemilukada yang idela itu. “Kami akan mengawal, mengawasi dan memberikan pendidikan politik yang bersih kepada masyarakat. Selain tentunya juga akan terus melakukan aksi pada tiap tindakan yang menyalahi ruh Pemilukda yang Luberjurdil,” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Presidium Akan Turun Tangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terkait desakan pemusnahan birokrat nakal dari Tangsel, salah seorang prsesidium pembentukan Kota Tangsel Zarkasih Noor menyatakan siap turun tangan dan berjanji  akan menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut agar proses demokrasi di Kota Tangsel tidak kembali tercoreng. Kasus seperti ketidaknetralan PNS di kota itu, termasuk kemungkinan adanya desakan dari masyarakat agar para birokrat nakal itu dideportasi dari Tangsel akan dilakukannya. ”Kami siap menampung apapun aspirasi masyarakat Tangsel yang ingin menyampaikan sikapnya,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Menteri Koperasi dan UKM era Abdurahman Wahid itu melanjutkan, jikapun ada desakan maupun pernyataan sikap dari masyarakat agar sejumlah tokoh pembentukan Tangsel turun tangan yang mendesak Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah maupun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memberhentikan para birokrat itu akan dilakukannya pula. “Kalau perlu diberhentikan akan kami usulkan dan akan kami desak,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menginformasikan, dalam waktu dekat presidium yang masih memiliki tanggungjawab besar bersama dengan sejumlah  tokoh tokoh masyarakat lainnya akan kembali berkumpul membahas sejuta permasalahan dan solusi untuk Tangsel, terutama pasca putusan MK yang membuat masyaratakat semakin bergejolaknya. “Keinginan masyarakat agar stuktur birokrat Tangsel mulai dari pucuk pimpinan hingga tingkat terendah segera diganti pun akan kami bicarakan di pertemuan itu,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan langkah membersihkan Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangsel dari pejabat yang tidak netral merupakan hal yang patut dilakukan sebelum PSU diselenggarakan KPU setempat. Sebab, katanya, jika tidak dilakukan, pembersihan,  pejabat atau PNS yang sudah terbukti melakukan kecurangan dan tidak netral tersebut akan melakukan perbuatan yang sama bahkan semakin parah. “Mereka harus diberi sanksi, jika tidak putusan MK tidak akan memberikan efek dan perubahan apapun,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ray mengulas, pejabat pemerintahan memiliki posisi yang strategis dalam mengeluarkan kebijakan yang sifatnya bisa menguntungkan satu pasangan calon. Ia berharap agar pemilihan Tangsel berikutnya tidak diwarnai dengan berbagai kecurangan dan keterlibatan birokrasi. “Karena ini akan merugikan masyarakat, uang yang digelontorkan untuk membiayai Pemilukada tersebut sangat besar, untuk itu sudah selayaknya semua elemen masyarakat mengawasi ketat Pemilukada Tangsel,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melihat, peluang bagi para birokrat Tangsel kembali melakukan kejahatan publik dengan cara menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai kondisi rilnya kepada masyarakat akan tetap ada. “Harga sebuah kepercayaan itu mahal. Jangan sampai masyarakat tetap apatis serta antipati terhadap pelaksanaan PSU ini. Legitimasi Walikota terpilih nantipun bisa dipertanyakan tentunya,” tuntasnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8328516708093543582?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8328516708093543582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8328516708093543582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8328516708093543582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8328516708093543582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/12/birokrat-nakal-tangsel-disuruh-tobat.html' title='Birokrat Nakal Tangsel Disuruh Tobat'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-7827343489974286459</id><published>2010-12-03T07:16:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T07:18:02.161-08:00</updated><title type='text'>MK Diprediski Menangkan Pihak Termohon</title><content type='html'>Ujung perkara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Tangsel memang baru diputus mahkamah konstitusi (MK) pada pertengahan pekan depan. Namun, sejumlah pengamat politikk hingga pengamat hukum sudah mulai memprediksikan puncak dari perjalanan Pemilukada perdana di daerah pemekaran dari Kabupaten Tangerang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat Hukum dari Universitas Pamulang (Unpam) Kota Tangsel Dhani Ramdhani mengatakan, pemohon dalam kasus persidangan MK bisa dimenangkan gugatannya jika dianggap majelis hakim benar-benar mampu menghadirkan bukti dan saksi yang dapat mempertegas gugatan mereka secara outentik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahasa hukum itu pasti dan tidak ragu-ragu. Ketika ada saksi dan bukti yang kuat, maka akan menguntungkan pihak pengugat. Sedangkan ketika bukti dalam persidangan dan keterangan saksi tidak bisa memperkuat gugatan yang diajukan, maka posisinya akan lemah dan akan menguntungkan tergugat,” paparnya kepada koran ini saat dihubungi semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayanganya, kerap kali pembuktian secara faktual disertai bukti yang outentik ini jarang bisa dihadirkan oleh pihak pemohon. Terlebih, pengakuan saksi pun terkadang ragu dan tak bisa membawa alat bukti yang dibutuhkan untuk memperkuat adanya kecurangan yang dilakukan pihak termohon. “Kalau selama persidangan lalu alat buktinya bisa dihadirkan, mungkin saja akan menguatkan posisi pemohon. Asalkan, alat bukti itu bisa menyatakan adanya kecurangan yang dilakukan pihak-pihak termohon,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar memprediksikan, MK dianggapnya tidak akan mudah memutuskan satu perkara yang berkaitan dengan sengketa Pemilukada. Artinya, berdasarkan fakta persidangan yang telah laksanakan MK, persentase angka kemenengan pihak pemohon dikabulkan gugatannya sangat rendah dibanding kemenangan di pihak termohon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengamatan saya selama ini, MK lebih mudah memenangkan yang sudah menang dan jarang sekali memenangkan pihak pemohon. Lagi-lagi perkaranya, tidak bisanya pemohon membuktikan kecurangan yang dilakukan termohon,” katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga membeberkan, ada titik tekan yang sangat bisa menguntungkan pihak pemohon. Antara lain, materi gugatan yang diajukan adalah masalah-masalah hukum yang berkaitan dengan perundangan-undangan, aturan dan ketetapan Pemilukada pun Pemilu yang kemudian bisa dibuktikan. Dan juga ada fajta hukum yang mencederai proses Pemilukada yang langsung, umum, bebas dan rahasia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang tidak mudah memprediskikan putusan MK. Tapi menurut saya pribadi, MK juga akan berpaku pada pelanggaran-pelanggaran apa saja yang dilakukan termohon atas undang-undang, aturan dan ketetapan yang sudah diatur untuk Pemilukada dalam menentukan siapa yang harusnyda dimenangkan dan seharusnya dibatalkan kemenangannya,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pendapat Dhani, Sekretaris Jaringan Pemilih Tangerang Selatan (JPTS) Ali Irvan mengatakan, dari beberapa bukti dan saksi yang diajukan pihak pemohon, ada beberpa poin yang dianggap bisa diterima pembuktiannya oleh MK dan akan membawa pemohon memenangkan gugatannya. “Kami justru memprediski MK akan mengambil keputusan untuk mengulang pemungutan suara di daerah itu,” kata Ali Irvan dalam rilis tertulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara bukti yang bisa dijadikan poin pengambilan keputusan pengulangan pemungutan suara itu antara lain, rekaman video, intervensi birokrasi dan bantahan pejabat yang dituding mendukung Airin-Benyamin selama Pemilukada terkesan sangat ragu dan justru membenarkan adanya keterlibatan para brokrat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pejabat yang menjadi saksi dalam persidangan terlihat sangat ragu ketika menjawab pertanyaan anggota majelis hakim. Hal tersebut sudah membuktikan bahwa mereka (pejabat) terlibat di dalamnya,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, masing-masing kubu yang berperkara memiliki pendapatnya sendiri. Seperti yang kesimpulan akhir yang diutarakan Kuasa Hukum Arsid-Andreas Endang Hadrian, mereka menyimpulkan, ada 35 bukti pelanggaran dan kecurangan yang diajukannya kepada MK sudah sangat jelas secara fakta bahwa ada pelanggaran sistematis, struktural dan masif yang dilakukan pasangan Airin-Benyamin melalui tangan birokrat dan pegawai negeri sipil (PNS) di Tangsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas alsan itu, Arsid-Andreas tetap bertahan dan meminta kepada Hakim MK untuk menerima gugatan yang diajukan tersebut dengan tuntutan diskualifikasi pasangan Airin-Benyamin dan memenangkan Arsid-Andreas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuasa Hukum Yayat-Norodom Susilo Wardhoyo menyimpulkan, baik pasangan Airin-Benyamin maupun pasangan Arsid-Andreas keduanya sama-sama melakukan kecurangan yang masif. Pelibatan birokrat Kota Tangsel untuk memenangkan Airin dan juga keterlibatan birokrat Kabupaten tangerang untuk memenangkan Arsid sebuah fakta hukum yang dinilainya bisa diterima hakim MK untuk mengabulkan permohonannya yakni dimenangkan Yayat dan mendiskualifikasi Airin dan Arsid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuasa Hukum Airin-Benyamin Syamsul menegaskan, pihaknya telah membuktikan ketidakbenaran dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Fakta di persidangan menyatakan, banyak bukti-bukti dari pemohon yang tidak sesuai dan terkesan dibuat-buat. Terlebih, tidak satupun bukti baik dari rekaman video maupun dari keterangan saksi yang diajukan pemohon yang dapat menyimpulkan tudingan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuasa Hukum pemohon dalam hal ini KPU Kota Tangsel Agus Setiawan menyatakan, bahwa apa yang disangkakan dan diduga selama ini kepada kliennya merupakan fakta yang tidak bisa dijelaskan secara outentik di majelis persidangan MK. Terlebih, kami sudah membuktikan fakta outentik bahwa apa yang ditudingkan sebelumnya tidak memiliki dasar. Dan sebagai termohon dia lebih banyak melihat pemohon menuding pihak terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan lembaganya tidak gegabah dalam memutuskan kasus sengketa pemilukada. Dia mencontohkan, dari 146 kasus sengketa, MK hanya mengabulkan 9 pemilukada saja. “Jadi kami tidak gegabah. Kita hanya memenangkan 9 pemilukada saja," ujar Mahfud MD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mahfud, banyak kasus pemilukada meski berindikasi kecurangan, namun MK tidak bisa membuktikan adanya pelanggaran. Setidaknya, kata dia, MK menilainya dari tiga hal, apakah kecurangan itu sistematis dalam arti didesain dari awal, struktural dalam arti menggunakan perangkat yang ada, dan massif. “Jika kita tidak menemukan hal itu, maka kita akan persilahkan agar kasusnya dibawa ke ranah pidana saja,” teranganya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(pane)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-7827343489974286459?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/7827343489974286459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=7827343489974286459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7827343489974286459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7827343489974286459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/12/mk-diprediski-menangkan-pihak-termohon.html' title='MK Diprediski Menangkan Pihak Termohon'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-1327841160866545192</id><published>2010-11-24T17:26:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T17:46:56.131-08:00</updated><title type='text'>PNS Tangsel Pasti Tidak Netral ..???</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEJAUH&lt;/span&gt; mana keterlibatan pegawai negeri sipil (PNS) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) dinyatakan sebagai sebuh pelanggaran, baik secara pribadi PNS maupun efeknya terhadap hasil Pemilukada itu sendiri? Pertanyaan ini jadi kasus laten yang pastinya akan sangat mudah disangkal oleh aparatur PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu semua, pertanyaan akan keterlibatan PNS pastinya sangat wajar menggelitik sejumlah kalangan. Sebab, dari beberapa Pemilukada yang digelar di tanah Banten ini, indikasi itu selalu dimunculkan. Baik dalam proses berlangsungnya Pemilukada hingga akhir Pemilukada yang harus berakhir di tangan Mahkamah Konstitusi (MK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh Pemilukada Pandegelang. Disana, dalam gugatan MK yang dimenangkan Irna Nurlulita termaktub indikasi keterlibatan aparatur daerah dalam mobilisasi massa untuk memenangkan salah satu pasangan tertentu, bahkan seorang Gubernur pun diindikasikan telah terlibat di dalamnya. Apakah pernyataan MK ini benar adanya, bahwa PNS bisa secara struktural, teroganisir dan secara masif memenangkan salah satu calon?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat itu, coba lihat apa yang terjadi dalam Pemilukada Tangsel. Gugatan hasil Pemilukadanya pun memuat klausul keterlibatan PNS itu dalam pemenangan salah satu calon. Bahkan, baru-baru ini di media massa lokal setempat terlontas sebuah pernyataan bahwa bahwa Penjabat Walikota Tangsel yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten dan juga seorang PNS telah ikut andil dalam menggerakan PNS di daerah yang dipimpinnya untuk memilih salah satu calon tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi pertanyaan muncul. Benarkan demikian? Publik boleh saja menduga faktanya memang demikain. Sebab, kalau mau jujur publik pun lebih tahu apa yang sebenarnya dilakukan sejumlah PNS dalam Pemilukada lalu. Kantor-kantor kelurahan, kantor kecamatan, dalam pertemuan terbatas antar aparatur pemerintahan dengan warga, pasti warga sendiri mendengar langsung pernyataan sampai permintaan yang secara gambalang atas mereka agar bisa memilih calon pemimpin yang sejalan dengan penjabat walikota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja, warga yang tak mau disetir begitu, dan kalau saja aparatur yang tak rela lembaganya dijadikan komoditas politik, tentu saja ketidaknetralan itu sudah terkuak sejak lama dengan pilihan mereka membongkar sendiri adanya dugaan itu. Tak pelu menunggu hasil sidang MK, tak perlu disebut dalam klausul gugatan di MK juga, dan mungkin saja dapat secepat mungkin hadir satu kesimpulan keterlibatan PNS itu dalam memenangkan salah satu calon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, alih-alih keberanian untuk mengungkap itu hanya jadi isapan kempol belaka. Tak ada satupun yang tertantang untuk membantu membongkar pertanyaan besar keterlibatan PNS dalam memenangkan salah satu calon itu. Sekarang, siapa yang mau ikut barisan  membuka kasus ini, Panwaslu, atau MK sendiri yang memutuskannya nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PNS Harus Netral&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sudah jadi kodratnya, aparatur pemerintahan dalam hal ini PNS dituntut bekerja secara profesional untuk melayani masyarakat. Sebab, sudah barang tentu seorang PNS dalam melaksanakan tugas kenegaraan ini dibatasi dengan pedoman yang harus ditaatinya. Yakni aturan kepegawaian beserta sanksi bagi pelanggarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan tersebut banyak tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS dan Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1980 tentang peraturan disiplin PNS yang diantaranya menentukan jenis-jenis hukuman disiplin PNS dari yang ringan sampai dengan hukuman pemberhentian dengan tidak hormat. Adapun larangan PNS menjadi anggota dan atau pengurus partai politik diatur dalam PP 37 Tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana dengan aturan ini, sudah selayaknya seorang PNS mengeti betul apa yang dapat membatalkannya untuk terus menjadi PNS dan sebaliknya akan mendapatkan predikat pengabdi negara yang sempurna mana kala dapat menjalankan aturan-aturan kepegawaian yang sudah ditetapkan tersebut dengan sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aturan-aturan yang mengikat PNS itu jelas tertulis, larangan-larangan yang diberlakukan bagi seorang PNS, diantaranya melarang PNS menjadi anggota atau pengurus partai politik. Kemudian, jangan melakukan tindakan indisipliner, terlibat langsung dalam politik  praktis dan juga mengajak warga untuk memilih salah satu figur tertentu yang terlibat dalam ajang politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya aturan itu, publik akhirnya tahu, bahwa seorang pegawai pemerintah yang jelas menyandang status PNS pun harusnya menerima larangan-larangan itu. Terlebih, seorang PNS pun tentunya tahu kewajibannya seperti yang diamanatkan oleh pasal 2 Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1980 seperti menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara, pemerintah dan PNS serta mentaati jam kerja, jangan mempermalukan Korpri dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintah dan pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan aturan ini sudah jelas bahwa seorang PNS dituntut untuk mengayomi semua kalangan. Lalu salah, kalau berpihak pada calon-calon tertentu. Dan untuk itu pula, PNS dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis Pemilukada termasuklah menjadi Tim Sukses calon tertentu. Atau dengan kata lain PNS wajib netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diskriminasi Pelayanan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika PNS sudah tidak netral, efeknya adalah diskriminasi pelayanan bagi sebagaian besar masyarakat. Sebab, PNS yang sudah membawa lembaga birokrasi dalam tatanan politik praktis, sadar maupun tidak sadar akan terkena konsekuensi untuk lebih banyak melayani golongan yang dekat, yang diayomi, serta ada dalam lingkup figur yang didukungnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik Tangsel bukannya tidak sadar dengan hal itu. Mereka pun pasti sudah merasakan imbas dari keberpihakan PNS dengan menjadi tim sukses, juru kampanye dan memobilisasi massa untuk salah satu pasangan tertentu. Dimana tanda-tanda ini dapat dikatakan sebagai gejala awal politisasi birokrasi yang pada gilirannya dapat menyebabkan terkotak-kotaknya pembinaan karier PNS dan selanjutnya berimplikasi pada diskriminatifnya pelayanan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal diskriminasinya pelayanan itu tentunya sudah mulai dirasakan kubu yang tidak didukung pejabat-pejabat PNS di Tangsel. Apakah hal ini akan terus berlanjut setelah adanya walikota Tangsel terpilih? Maka, sekaranglah kesempatan bagi rakyat Tangsel untuk dapat mengambil peran membuka seluruh tabir keterlibatan PNS ini dalam Pemilukada Tangsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kalau terlambat, dapat dipastikan, pemimpin Tangsel terpilih yang didukung mayoritas PNS itu akan meneruskan sikap diskriminasinya atas kebutuhan pelayanan yang sepanjang masa akan dibutuhkan masyarakat Tangsel sendiri. Dan atau mampukah walikota terpilih nanti memangkas habis politisasi birokrasi itu demi tegaknya pelayanan yang lebih baik untuk Kota Tangsel..?? Wallahu 'Alam (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-1327841160866545192?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/1327841160866545192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=1327841160866545192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1327841160866545192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1327841160866545192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/11/pns-tangsel-pasti-tidak-netral.html' title='PNS Tangsel Pasti Tidak Netral ..???'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8019259259240409682</id><published>2010-11-24T06:41:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T06:50:00.181-08:00</updated><title type='text'>Sosialisasi SSA Belum Maksimal</title><content type='html'>Sosialisasi penerapan sistem satu arah (SSA) yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangsel tidak mencakup seluruh kalangan. Pasalnya, banyak masyarakat yang belum tahu soal rencana yang sudah harus jalan awal Desember mendatang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya saja ketika saya bertemu oleh Kurdi (30), salah satu warga Kecamatan Ciputat. Dia mengatakan bahwa  sampai saat ini dirinya tidak mengetahui bila akan diterapkan jalur satu arah disepanjang Jalan yang dimulai dari Simpang Gaplek, Setia Budi, Padjajaran dan Otista. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mennurut dia juga, warga yang juga pengguna jalan yang akan dijadikan SSA tersebut malah berujar, kalau dirinya baru tahu dari saya. Sambil bertanya malah, apa bener akan diterapkan sistem satu arah? Nah, loh, kemana aja pemerintah selama ini.?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tengok lagi komentar dari Dijah (32) warga Komplek Bukit Pamulang Indah (BPI). Dirinya malah mendengar Jalan Setia Budi dan Padjajaran menjadi jalur satu arah per Desember itu dari para sopir angkutan, sedangkan baik dari ketua RT/RW setempat tidak perbah ada pengumuman. Diapun mengutarakan biasanya ada informasi baik melalui media cetak atau elektronik terkait hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa kata empunya program SSA. Kepala Bidang (Kabid) Lalulintas Dishubkominfo Kota Tangsel, Wijaya Kusuma mengakui bahwa anggaran untuk melakukan sosialisasi telah disiapkan dan dianggarkan kepada media cetak, elekronik dan radio. Hal itu bertujuan agar rencana penerapan SSA dapat  diterima dimasyarakat secara baik. Dirinya juga sudah Kami telah menyiapkan anggaran itu agar disosialisasikan oleh media selama satu bulan. Akan tetapi teknisnya berada di PPTK  yang telah dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa sih anggarannya..? Wijaya Kusuma enggan untuk mengungkapkannya secara rinci. Dia hanya mengutarakan anggaran itu lumayan besar. Menurutnya, untuk seluruh media dianggarkan sekitar dari Rp 27 juta. Dimana dana itu  dialokasikan untuk media elektronik, cetak dan radio. Nah, mana radionya, mana korannya, mana televisinya..? ada yang pernah melihatnya belum. Sebab, sepengetahuan penulis, baru ada di harian Tangsel Pos saja.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba dengar juga pernyataan dari Kepala PPTK Dishubkominfo Kota Tangsel Budi Jatmiko. katanya, sih, anggaran sosialisasi sangat minim. Dari persetujuan kepala dinas (Kadis) sosialisasi anggaran hanya dapat dibuat untuk dua minggu sosialisasi dan hanya diperuntukkan untuk satu media. Dan pertanyaannnya lagi, cukupkah sosialisasi itu..??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8019259259240409682?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8019259259240409682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8019259259240409682' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8019259259240409682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8019259259240409682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/11/sosialisasi-ssa-belum-maksimal.html' title='Sosialisasi SSA Belum Maksimal'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-676047449872561251</id><published>2010-11-24T06:36:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T06:41:18.226-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilukada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tangsel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parpol'/><title type='text'>Elit Parpol Tak Lagi Aspiratif</title><content type='html'>Buruknya hasil perolehan suara yang didapat partai politik (parpol) besar dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tangsel disinyalir karena banyaknya elit parpol yang sudah tidak membawa aspirasi kader di tingkat bawah. Sehingga, apa yang sudah ditetapkan parpol di belokkan oleh kader itu sendiri sebagai bantuk penolakan atas kebijakan parpol yang tidak sejalan dengan keinginan para kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, selama ini parpol tidak bisa mengikat kadernya untuk taat pada aturan parpol. Hal itu terjadi karena banyaknya petinggi parpol yang lebih banyak mementingkan urusan mereka ditingkat elit dan tidak melihat kebutuhan yang diinginkan di tingkat akar rumput yang justru terlihat egois di mata kadernya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, banyak keputusan parpol yang tidak sejalan kepentingan dan keinginan di bawah. Sehingga, kader di bawah merasa tidak dihargai dan memilih untuk membelot dan memberikan pilihannya kepada calon yang bukan diusung parpol tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau boleh dianalisa, akibat kalangan elit parpol tak aspuratif lagi, kader parpol di tingkat bawah nampak sengaja ingin melakukan perlawanan dan enggan untuk mengikuti intruksi parpol dan bahkan membuat sejumlah kadernya lari menjadi pembelot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh kecil, lihat saja hasil Pemilukada Tangsel. Kalau saja keputusan parpol dalam menetapkan calon itu atas keputusan bersama dan memang berangkat dari bawah, tak mungkin hasilnya seperti itu. Airin yang diusung parpol-parpol besar pastinya akan mutlak menang jika kader sepakat dengan pengusungan elit parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diketahui saja, sembilan parpol masing-masing Demokrat, PKS, PDIP, Golkar, PAN, PKB, PPDI, PKPI dan PDS yang mengusung pasangan Airin-Benyamin hanya menuai suara tak lebih dari 188.893 suara pemilih. Sedangkan dengan empat parpol masing-masing Hanura, Gerindra, PBB dan PPP pasangan Arsid-Andreas Taulany yang pengusungannya sesuai dengan arah keinginan arus bawah berhasil memperoleh angka 187.878 atau selisih 1.115 suara dibandingkan Airin-Benyamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini, memang bukan barangbaru dalam dunia politik pragmatis dan politik kepentingan elit. Jadi, apapun parpolnya, selama tidak peka dan tidak lagi bisa menyuarakan keinginan kader, terlebih rakyat yang sudah membesarkan parpol itu. Hasilnya akan selalu sama.. Pembelotan. Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-676047449872561251?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/676047449872561251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=676047449872561251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/676047449872561251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/676047449872561251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/11/elit-parpol-tak-lagi-aspiratif.html' title='Elit Parpol Tak Lagi Aspiratif'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-2596655837694007901</id><published>2010-08-11T08:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T08:07:43.727-07:00</updated><title type='text'>Partai Didominasi Airin, Demokrat Usung Ivan Ajie</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/TGK8kcFSDXI/AAAAAAAAAWM/a8Lxw47tEeA/s1600/Stiker+1a+uk.A4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/TGK8kcFSDXI/AAAAAAAAAWM/a8Lxw47tEeA/s320/Stiker+1a+uk.A4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504169028799827314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Iskandar Berpeluang, Suwandhi dan Arsid Terancam Kandas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan sejumlah calon untuk memperebutkan kursi partai pengusung semakin jelas. Airin Rachmi Diany kemungkinan akan mendapatkan kursi terbanyak dengan 23 kursi partai pengusung. Menyusul dibelakanganya, Iskandar dengan 6 kursi dan sedangkan Arsid dan Achmad Suwandhi masing-masing hanya kebagian 2 kursi serta nyaris terancam gagal melaju menjadi calon walikota Tangsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihimpun dari berbagai sumber, Bakal Calon (Balon) Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dipastikan telah mendapatkan 6 kursi Partai Golkar, 1 kursi Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan 1 kursi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk partai lainnya, aktifis sosial ini  semakin dekat mendapatkan kursi Partai Keadilan Sejaktera (PKS) yang memiliki 7 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki 2 kursi dan Partai Damai Sejahtera (PDS) 2 kursi serta masih ditambah lagi dengan 5 kursi milik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tangsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Golkar sudah memastikan akan mengusung Airin dan akan bergabung dengan koalisi besar yang jika ditotal jumlah kursinya mencapi 23 kursi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semaunya jelas dan segera dideklarasikan,” kata H. Kanung, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Tangsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, kemungkinan ini semakin dekat dengan koalisi yang dibangunnya dengan PDIP dan PDS yang juga sama-sama kemungkina besar akan mengusung Airin Rachmi Diany. “Kami sepakat berkoalisi mengusung calon yang sama dalam Pemilukada Tangsel. Jadi ada peluang dari PDS dan PDIP membentuk koalisi besar yang kami idamkan,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Iban Adjie Purwanto, kemungkinan akan diusung Partai Demokrat. Pasalanya, partai besutan Anas Urbaningrum tersebut  memastikan akan mengusung kader internalnya sendiri dalam Pemilukada Kota Tangsel 13 November mendatang. Disebutkan, intruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai pemilik kursi terbanyak parlemen Kota Tangsel ini mengharuskan kadernya maju menjadi salah satu dari pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kader terbaik kami harus mencalonkan diri. Itu intruksi DPP. Jadi kemungkinan kami akan mengusung kader sendiri,” kata Ivan Ajie Purwanto, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tangsel sambil mengatakan, meskipun harus bergandengan dengan yang lain, Partai Demokrat akan mengikuti intruksi pimpinan tertingginya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iskandar yang sudah pasti mendapatkan 3 kursi Partai Amanat nasional (PAN) paling berpeluang mengikuti jejak Airin Rachmi Diany dan Ivan Ajie Purwanto yang sudah sama-sama memiliki kendaraan politik yang cukup untuk maju sebagai calon walikota Tangsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iskandar semakin dekat mendapatkan rekomendari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindara) yang memiliki 2 kursi dan Partai Bulan Bintang (PBB) yang memiliki 1 kursi di parlemen Kota Tangsel sehingga kini sudah memilik 6 kursi dankurang 1 kursi lagi untuk menggenapi 7 kursi yang dibutuhkan untuk dapat memastikan kendararaan politik tersebut. “Iskandar pasti dapat kendaraan politik,” singkat Nani Suparni, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Tangsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Arsid dan Achmad Suwandi semakin terancam dan berada di ujung tanduk. Sebab, keduanya diinformasikan baru mendapatkan masing-masing 2 kursi. Arsid cenderung menguat di Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Achmad Suwandhi memiliki pelung terbuka di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Koalisi Tangsel Bersatu (Hanura, PPP, Gerindra, red) terancam bubar. PPP mungkin mengusung Suwandhi, Gerindra ke Iskandar dan Hanura kemungkinan besar mengusung Arsid,” sebut Ahmad Fauzi Rully, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Tangsel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peluang Calon Memperoleh Kursi Partai Politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Partai  Kursi  Calon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PKS  7   Airin Racmi Diany&lt;br /&gt;Golkar  6  Airin Racmi Diany&lt;br /&gt;PDIP  4   Airin Racmi Diany&lt;br /&gt;PPDI  1  Airin Racmi Diany&lt;br /&gt;PKPI  1  Airin Racmi Diany&lt;br /&gt;PKB  2  Airin Racmi Diany&lt;br /&gt;PDS  2  Airin Racmi Diany&lt;br /&gt;Demokrat 12  Ivan Ajie Purwanto&lt;br /&gt;PPP  2  Achmad Suwandhi&lt;br /&gt;Hanura  2  Arsid&lt;br /&gt;Gerindra 2  Iskandar&lt;br /&gt;PAN  3  Iskandar&lt;br /&gt;PBB  1  Iskandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berbagai Sumber&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-2596655837694007901?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/2596655837694007901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=2596655837694007901' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2596655837694007901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2596655837694007901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/08/partai-didominasi-airin-demokrat-usung.html' title='Partai Didominasi Airin, Demokrat Usung Ivan Ajie'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/TGK8kcFSDXI/AAAAAAAAAWM/a8Lxw47tEeA/s72-c/Stiker+1a+uk.A4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-7332220794646769955</id><published>2010-03-12T07:14:00.002-08:00</published><updated>2010-03-12T07:15:16.146-08:00</updated><title type='text'>gelisah dengan aturan</title><content type='html'>semenjak aku menginkakakan kaki di kantor ini, tak banyak aturan yang diberlakukan kepada kami. tapi, lambat laun aturan itupun datan sedikit demi sedikit. lantaran hal itu, ada saja aturan yang membuat kami tak damai. resah, begitu kira-kira yang kami rasakan saat adanya aturan-aturan main dalam perusahaan yang baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami berharap, adanya aturan ini bisa memotifasi metabolisme kami dalam menghasilkan karya terbaik dalam dunia jurnalistik. nyatanya, sementara ini aturan itu masih menjadi beban yang menempel berat dipundak kami. maaf kami tak mungkin menyebutkan apa saja aturan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada pesan dari sorang sahabat yang tak hadir hari ini, jum'at (12/03/2010), menurutnya, jalani saja semua turan itu dan jangan dijadikan beban. sebab, dengan menjadikan aturan tersebut sebagai beban yang ada hanya beban dan lagi-lagi beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah, anggap saja itu motiovasi yang bisa membangikitkan semangat kita untuk memperoleh hasil terbaik," katanya. entahlah, apakah memang begitu? menurutku tak ada manusia yang akan menerima begitu saja saat aturan datang kepadanya. bahkan, aturan TUHAN sekalipun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-7332220794646769955?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/7332220794646769955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=7332220794646769955' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7332220794646769955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7332220794646769955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/03/gelisah-dengan-aturan_12.html' title='gelisah dengan aturan'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3845009819305936406</id><published>2010-03-12T07:14:00.001-08:00</published><updated>2010-03-12T07:14:52.618-08:00</updated><title type='text'>gelisah dengan aturan</title><content type='html'>semenjak aku menginkakakan kaki di kantor ini, tak banyak aturan yang diberlakukan kepada kami. tapi, lambat laun aturan itupun datan sedikit demi sedikit. lantaran hal itu, ada saja aturan yang membuat kami tak damai. resah, begitu kira-kira yang kami rasakan saat adanya aturan-aturan main dalam perusahaan yang baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami berharap, adanya aturan ini bisa memotifasi metabolisme kami dalam menghasilkan karya terbaik dalam dunia jurnalistik. nyatanya, sementara ini aturan itu masih menjadi beban yang menempel berat dipundak kami. maaf kami tak mungkin menyebutkan apa saja aturan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada pesan dari sorang sahabat yang tak hadir hari ini, jum'at (12/03/2010), menurutnya, jalani saja semua turan itu dan jangan dijadikan beban. sebab, dengan menjadikan aturan tersebut sebagai beban yang ada hanya beban dan lagi-lagi beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah, anggap saja itu motiovasi yang bisa membangikitkan semangat kita untuk memperoleh hasil terbaik," katanya. entahlah, apakah memang begitu? menurutku tak ada manusia yang akan menerima begitu saja saat aturan datang kepadanya. bahkan, aturan TUHAN sekalipun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3845009819305936406?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3845009819305936406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3845009819305936406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3845009819305936406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3845009819305936406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2010/03/gelisah-dengan-aturan.html' title='gelisah dengan aturan'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-4181485887052087429</id><published>2009-04-05T15:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T15:42:56.547-07:00</updated><title type='text'>Mengenang Senja (iV)</title><content type='html'>Lima hari berlalu. Masih di senja setelah dua bait kata dari Ayodya terucap dan memisahkan perpaduan kasih antara Athira dan pria kekasihnya. Athira mengenang saat mendampingi Ayodya yang gemar mengikuti festival puisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, 14 Oktober 2007. Festival puisi tingkat Nasional di gelar. Entah apa yang terjadi dengan Ayodya. Malam itu, hal yang tidak biasa menimpa Ayodya. Ayodya terjatuh, tak sadarkan diri saat mulai membacakan bait-demi bait puisi yang diciptakannya khusus untuk Athira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Athira mengengingat, setalah Ayodya sadar, Ayodya bercerita kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekelebat ingatanku buyar Athira. Lembaran kertas puisi yang ku tulis untukmu berserakan di atas lantai kayu, tempat di mana aku akan membacakan buah karyaku itu,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa hal yang tidak aku inginkan ini harus ku rasakan, saat di mana aku akan membuatmu bangga dengan apa yang telah aku capai. Persiapan yang telah matang selama hampir dua bulan ini harus kandas, hanya karena kerasnya sakit yang mendera di kepalaku,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat itu aku tak sadarkan diri. Aku hanya mengingat kau berlari, berteriak menyebutkan namaku “Ayodya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang itu yang terakhir ku lihat Ayodaya. Kau terjatuh bersama lembar terakhir puisimu,” kenang Athira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil membuka lembaran kertas dialog yang sempat dicatatAyodya dan kini berada di tangan Athira. Coba ita baca catatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau melanjutkan ceritamu, Ayodya. Kau berkata “Aku sudah tak dapat lagi melihat bayang-bayang tubuhmu yang menghampiriku,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu katamu, hanya telaga warna warni di padang merah hijau yang terlihat. Hamparan itu penuh bunga yang berguguran selepas hujan. Dan tetesan embun di ujung dedaunan pun menitik membangunkanmu. Dalam ketidaksadaranmu itu, kau bilang tidak terlihat siapa pun, kecuali kau dan sosok bidadari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku perhatikan bidadari itu mulai dari wajahnya, lekuk tubuhnya, pandangan mata dan senyum setengah-setengahnya. Ku yakinkan diriku bahwa kaulah yang membawaku ke hamparan indah penuh ranum bunga itu. Sebab, bidadari itu memang mirip sekali dengan dirimu,” itu katamu ketika itu Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lekas kau sandarkan tubuhmu di pongkahan kayu yang bidadari itu duduk di sisi ujung lainya. Bidadari itu memperhatikanmu dengan senyum setengah-setengah seperti yang aku miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh indahnya suasana ini, atau memang kau sengaja membuatny untukku?” ceritamu saat itu. Kau panggil namaku sekeras siulan lebah. Namun, hanya terdiam, membisu, tak berujar sedikitpun. “Athira,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya katamu, Aku tidak menyadari dirimu memanggil namaku. Nama manusia yang memang tak ada di dalam alam bawah sadarmu saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus diingat-ingat kisah yang membuat Athira lebih tertusuk dadanya. Kenang tentang Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Langkah demi langkah, bidadari itu menghampiri diriku. Sedangkan aku, masih ragu dengan apa yang baru saja ku lihat. Ternyata, bukan kau yang ada di hadapan ku, bukan sosok manusia yang sangat ku kenal tabiatnya. Dihadapanku hanyalah bidadari penjagaku, bidadari yang akan menghantarkan ku ke dunia lain, dunia bawah sadar, dunia antara dunia kita dan nirwana,” sepertinya didengar suara Ayodya yang bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal hanya beberapa untai kata yang sekarang sedang dibacanya. Catatan yang dituliskan Ayodya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa kau..? Apakah kau manusia.?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari itu hanya terdiam. Lalu menatap Ayodya dalam-dalam. Seolah berkata, Ikutlah bersamaku ke dunia tanpa rasa sakit dan duka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak. Karena bukan di sini aku seharusnya, karena aku harus menuntaskan pentasku di hadapan wanita yang sangat aku sayangi. Di hadapan khalayak yang memang sengaja ku hadirkan untuk memperdengarkan rasa sayangku terhadapnya. Wanita yang selama ini ku puja,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pergi kau. Aku tahu kau bukan manusia itu. Bukan wanita yang aku selalu ingin ada di sisinya setiap saat, setiap waktu, yang selalu mendengarkan isi hatiku, yang selalu menyambut niat baik dan burukku, yang tak akan pernah kecewa walau aku bukan yang terbaik baginya,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di mana aku?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di mana aku..?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu masih di tempat yang sama ketika kau terjatuh,” Athira menjawab sesaat setelah Ayodya tersadar dari pingsannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Athira mengenang kejadian itu. Dia masih duduk di bangku teras depan rumahnya. Di waktu senja yang sebenarnya tidak pernah ingin ia kenang semua cerita saat bersama Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa setelah kejadian itu, kau kerap mencuri waktu untuk menemuiku Ayodya. Sampai-sampai  kau katakan, kau tak kuasa menghindar dari rasa ingin berjumpa dengan ku, walau sesaat, walau hanya melihat senyum setengah-setengah milikku,” kenang Athira menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dituliskannya bait kata dalam catatan itu: Ikrar dan janji, memenuhi ruang waktu tuk berbagi. Ikrar serumpun manusia yang tak pernah ingin kecewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seharusnya ini yang terjadi. Bukan perpisahan kita,” dalam hatinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja demi senja Athira lewati, kenangannya bersama Ayodya seakan tidak mau pupus dari ingatannya. Cinta Athira begitu besar kepada Ayodya. Cinta pertamanya yang tidak pernah disangka harus kandas oleh dua paragraf kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimana kau kini Ayodya. Masihkau ingat janjimu padaku? Janji dua paragraf kata yang tidak bisa ku lupakan,” menitikkan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ingin ku  hembuskan nafas terakhirku dalam keadaan kau tersenyum untukku. Lalu terpancar dari matamu isyarat cinta yang tak terganti karena lekang waktu, dengan apapun atau oleh siapapun. Aku tahu, tidak akan ku hembuskan nafas terakhir itu sebelum kau berikan isyaratnya dari mata yang membuatku jatuh cinta saat pertama kali melihatnya. Gadisku, kau hidupku kau hembusan nafas terakhirku, hingga saat itu tiba, ku ingin selalu bahagiakanmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ku tunggu kau wujudkan itu untukku, Ayodya,” sambil menangis Athira habiskan senja dengan kata lirih itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-4181485887052087429?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/4181485887052087429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=4181485887052087429' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/4181485887052087429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/4181485887052087429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/04/mengenang-senja-iv.html' title='Mengenang Senja (iV)'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-5216706111456285324</id><published>2009-04-05T15:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T15:41:08.783-07:00</updated><title type='text'>Mengenang Senja (III)</title><content type='html'>Di senja hari selanjutnya. Masih di teras depan rumah itu, kembali Athira mengingat sebuah cerita yang dituliskan Ayodya. Masih tentang cinta yang kini menyakitkan baginya. Ayodya pernah bercerita mengandaikan betapa besar cintanya kepada Athira dalam sebuah tulisan. Dimulai dari kata-kata “Roro Jonggrang”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengar Athira! Aku punya satu cerita untukmu,” kata Ayodya dalam tulisan yang kini sedang dibacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ceritakanlah, aku pasti senang mendengarnya,” Athira meminta saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangsa kita sangat mencintai dan mengagungkan sejarah negerinya. Baik roman, babad, hikayat, atau cerita yang hanya sampai dari mulut-kemulut, yang mengalir, meluas hingga menjadi legenda kehidupan yang tersurat banyak hikamah di dalamnya,” mulanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lalu,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkan oleh Ayodya, ada satu cerita yang menarik dipaparkan melalu lembar-lembar kertas modern abad ini. Maklum saja pada kehidupan yang lalu mereka hanya melihanya di daun-daun lontar, kulit binatang yang disamak, daging-daging kayu yang diawetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu belum pernah mulihatnya, sesekali kunjungilah musium nasional negerimu yang belum lama ini ku singgahi. Mungkin setelah kau melihatnya kamu akan mengerti perbedaan diantara zaman kamu hidup dengan zaman ku hidup kala itu,” ledek Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, dalam cerita yang dikisahkan Ayodya yang kini sedang dipegang nashaknya oleh Athira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh... maaf aku agak lupa dari mana harus memulainya, karena moyangku yang mendengar cerita ini turun temurun belum menuliskannya di salah satu media tulis yang ku sebutkan di atas sana, lagi-lagi maklum kelurgaku bukan dari kalangan terpelajar sepertimu,”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya...ya aku mulai ingat sekarang!,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roro Jonggrang namanya, rupawan, cerdas, menarik dan yang terutama dia begitu cantik. Jangankan kaum jelata seperti ku, bangsawan saja memperebutkan dirinya dengan berbagai alasan, karena memang dia layak diperlakukan seperti layaknya kamu kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang karena ingin merenggut kecantikan paras-wajahnya, ada yang karena kecerdasan yang dimilikinya, bahkan ada yang hanya sekedar menuntaskan rasa bangga memiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi di saat fajar baru saja memancarkan bersit sinar di upuk timur, tat kala sang jago baru saja mengumandangkan suara khasnya, terlihat dari kejauhan, berdiri seorang pemuda gagah yang konon dari kalangan terhormat saat itu. Menyelinap, mengindik lalu syahdan mendengarkan tembang lirih dari suara indah milik rupawan kita, siapa lagi kalau bukan mengagumi kecantikan dan keindahan suara yang keluar dari bibir merah merekah milik Roro Jonggrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu begitu merdu terdengar. Tiba-tiba hanya suara lirih yang terdengar. “Mengapa suara yang begitu merdu harus keluar dengan nada yang menyimpan kesedihan, amat disayangkan,” gumam sang pangeran dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran yang menggelayuti isi pikiran sang pangeran pun semakin menunas, menyembul, sehingga tak kuasa ingin segera menayakan kepada Loro Jonggrang, kegamangan apa yang singgah itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan didekatinya si gadis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang membuatmu begitu sedih adinda? Bolehkan aku mendengarkan keluh kesah yang mendawai dari lirihnya kidung nyanyianmu?” sang pangeran coba menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awalnya aku begitu bangga memiliki semua yang tak dimiliki perempuan di zaman ini. Membuatku leluasa mengelak, mengatakan belum saatnya, memberikan sejuta harapan kepada ribuan pemuda yang ingin meminangku. Namun belakangan ini banggaku berganti duka, karena aku selalu dikejar-kejar dengan berjuta harapan tersebut, aku tak lagi bebas melenggangkan kakiku melangkah, menautkan hatiku berlabuh, karena aku semakin bingung oleh banyaknya pilihan yang memang seharusnya ku pilih,” katanya dalam lilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang jelas aku begitu kalut, bimbang, dan seperti tak memiliki kepribadian, nanti berkata ya, nanti tidak, atau sebaliknya. Nah, kini, maukah ki sanak memberikan solusi untu masalahku ini,” diiringi isakan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah..wah” terheran-heran sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ko, bisa-bisanya si Jonggrang yang konon sangat tertutup, justru kini ia mengutarakannnya kepada pemuda yang entah dari mana datangnya,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah. Sekarang berikan aku satu syarat agar aku dapat memastikan bahwa akulah sebenarnya yang tepat untuk kau pilih,” tuntas sang pangeran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat wajah simpatik dari si cantik Jonggrang. Sebab, rona merah diwajahnya mulai terihat merekah, mulai nampak darinya sesuatu yang membuat si pemuda jatuh hati pada pandangan pertama. Pangeran itu bernama Bandung Bondowoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benarkah kau mampu melaksanakan tugas yang akan ku berikan kepadamu, Bandung Bondo Woso? Sekarang buatkan untukku 5 candi inti yang dikelilingi puluhan candi-candi kecil di sekelilingnya, untuk melengkapi 100 candi yang ku minta..!!,” tantang Jonggrang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, tuan putri yang cantik, berapa waktu yang kamu minta untuk aku menyelesaikan pembangunan candi-candimu? Sebulan, 2 minggu atau seminggu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku minta kamu menyelesaikan pembangunan ini sebelum fajar menyingsing esok!,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan menyelesaikannya sesuai permintaan kamu!” ujar Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ya, Athira. Singkat cerita, pembanguna pun dimulai, lamban namun pasti. Bandung memulai pembangunan candi itu dari yang kecil. Satu selesai, dua, tiga dan seterusnya sampe yang ke sembilan puluh sembilan,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayangnya, ketidak pembangunan sampai di angka ke-100, saat itu pula nampak sebuah kekaguman yang dibayangi khawatir dari wajah sang gadis. Jonggrang takut, kalau-kalau Bandung sanggup menyelesaikan tugas yang dia berikan,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Loro Jonggrang dalam hatinya. “Selesai sudah keanggunan, kecantikan, kecerdasan dan kepiawaian mengombang-ambingkan perasaan pria yang ingin memilikiku. Pasti aku akan kehilangan segalanya yang selama ini aku bangga-banggan. Tak ada satupun lagi pria yang mendekatiku jika aku menerima Bandung. Tapi aku mencintainya,” sambil memalingkan wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahu kah kau Athira, ketakutan itulah yang menjadi petaka untuk Loro Jonggrang sendiri.  Ketika ia telah menemukan tambatan hati yang memang sangat ia idamkan, saat itu juga ia membuang kesempatan itu. Perasaan takutnya teramat besar untuk nerima kenyataan bahwa ia memang harus menentukan siapa yang berhak mendampinginya, siapa yang berhak memilikinya,” ingat Ayodya kepada Athira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua memang selalu tak sejalan dan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita rasakan.  Yang kita inginkan lebih banyak bertolak belakang dengan apa yang terjadi di depan mata kita. Bukankah begitu?” kata Ayodya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertautan dua insan yang saling mencinta dalam cerita itupun kandas, tak berujung pada rencana yang sudah dari awal di impikan. Karena keberanian untuk menentukan pilihan selalu dikalahkan ketakutan dan keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pesanku, jangan kau takut arungi dan pilih cinta yang kau rasakan. Karena semakin memungkiri kenyataan, semakin jauh pula kau dari kebahagiaan,” Athira coba mengingat pesan yang pernah disampaikan Ayodya dari cerita yang sedang dibacanya. Hasil tulisan Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja berlalu, Athira kini mengingat cerita itu nyaris seperti kisahnya bersama Ayodya.Pria yang awalnya sangat berhasrat mencintainya kini harus singkirkan apa yang belum pasti. “Kau telah bohongi hatimu Ayodya!,” teriak Athira dalam hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-5216706111456285324?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/5216706111456285324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=5216706111456285324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5216706111456285324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5216706111456285324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/04/mengenang-senja-iii.html' title='Mengenang Senja (III)'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-6885461201549981550</id><published>2009-04-05T15:37:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T15:38:40.709-07:00</updated><title type='text'>Mengenang Senja (II)</title><content type='html'>Athira memang bukan wanita cengang yang mudah terbuai dengan kata-kata cinta dari mulut seorang pria. Tabu baginya menerima cinta hanya dari segurat kata-kata. Namun, senja itu berbeda, Ayodya pria yang baru dikenalnya di Pelatihan Jurnalistik itu begitu menyihirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas senja yang tidak mau ia kenang lagi, Athira mengingat 2 tahun silam saat pertama kali berjumpa dengan Ayodya.  Bersandar di kursi teras rumah, Athira mencoba mengingat puisi pertama yang dituliskan Ayodya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua mata, mata kedua. Bagiku kau sama, kau bukan kedua dihatiku. Mata keduaku adalah hatiku. Hingga mata keduaku tertutup, aku berharap; mata keduaku tak pernah terpejam untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait-bait puisi ini begitu menghanyutkan perasaanya. Ditulis di atas tisu di hari terakhir pelatihan jurnalistik. kata-kata itu membutnya jatuh hati kepada penulisnya. Sebab diakhir puisi itu tertulikan kata. “Maukah kau ku perlakukan seperti itu, aku jatuh cinta padamu Athira,” tertanggal 19 Maret 2007 oleh Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah ada jawaban dari Athira. Puisi itu memang menggetarkan hati Athira akan cinta. Namun sudah menjadi kebiasaannya, tidak akan mudah terpedaya dengan kata-kata yang baginya hanya gombalan belaka. Senja itu pun berlalu bagitu saja. Usailah masa pelatihan dan kembali hari seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pada suatu malam Ayodya datang dan bercerita. “Entah malam ini aku merasa begitu penat, ada rindu yang mengganjal di hatiku. Sejak sebulan yang lalu aku masih menanyakan hal yang sama padamu, pertanyaan yang kerap kau jawab seadanya,” dibuka cerita itu oleh Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah kau ku perlakukan seperti itu, aku jatuh cinta padamu Athira,” tanya Ayodya. Inilah pertanyaan yang selalu Ayodya ulang setiap kali berjumpa dengan Athira. Dan  pertanyaan yang sama pula dilayangkannya setiap kali Ayodya dapat berkomunikasi dengan Athira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Athira masih terdiam. Ayodya kembali meneruskan ceritanya. “Selepas Isya tadi, aku masih dapat menahan rasa rindu yang berkecamuk ini. Tepat pukul setengah sembilan aku tak kuasa. ku kirimkan pesan singkat lewat handphon ku menanyakan dimana kau berada,” sambung cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hampir setengah jam aku menunggu balasan pesan itu, tanpa melakukan aktivitas apa-apa, ku baringkan tubuhku dengan ditemani berbatang rokok di sudut rental komputer tempatku bekerja. Tahu kah kau? Aku mulai bosan dengan keadaan ini, keadaan yang membuat hatiku selalu bertanya, keadaan yang bagiku teramat janggal, karena tak biasanya aku menunggu sebuah pesan begitu lama,” terus bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku jengah dengan suasana yang meracaukan isi hatiku, ingin rasanya ku langkahkan kaki secepat mungkin menuju sebuah tempat yang bernama Sri Kandi. Ya tempat ini.   Nama sebuah kosan yang selalu ku ingat, karena ku yakin kau sedang berada di sana, dan ku yakin kau pun menungu kedatangan ku,” masih didengarkan oleh Athira. Tidak ada jawaban ataupun sanggahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayodya melanjutkan ceritanya. “Keyakinan yang berlebihan memang. Karena seketika keyakinanku membalikanku ke rasa gamang, jangan-jangan kau sedang keluar atau bahkan sedang bermesraan dengan yang lain,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanpa sempat ku tutup gerai rolling door rental komputer ini, tiba-tiba saja nada pesan dari handphon ku berbunyi, kau tahu? Aku harap itu jawaban darimu, dari gadis yang selalu ku nanti cintanya, dari gadis yang selalu ku tanyakan pertanyaan yang sama,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah kau ku perlakukan seperti itu, aku jatuh cinta padamu Athira,” diulangnya pertanyaa itu untuk Athira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Athira masih bingung menjawabnya. “Ternyata bukan pesan darimu. Hanya informasi singkat dari operator sellular. Setelah pesan itu, akhirnya berjam-jam sudah ku habiskan waktuku hanya di depan meja komputer dan terus menanti pesan dari mu, sampai-sampai aku tak sadar bahwa ada rasa rindu yang teramat besar yang sedang menggelayuti isi pikiran dan batinku. Perasaan itu cinta Athira,” tegas Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai memperagakan sebuah monolog, Ayodya terus bercerita kepadanya. “Habis sudah kesabaranku hanya demi sebuah rindu, dan gerangan apa yang membutku begitu berhasrat untuk berjumpa denganmu, jelas hanya satu tujuanku, lagi-lagi mengulangi pertnyaan yang sama. Maukah kau ku perlakukan seperti itu, aku jatuh cinta padamu Athira,” terus berharap dari ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Ayodya menghujam kedua bola mata Athira. Tak kuasa melihat pandangan penuh harap itu, Athira memegang jemari Ayodya lalu berkata walau tidak terdengar jelas. “Akupun mencintaimu Ayodya,” ucapan itu meluluh lantahkan hati Ayodya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, jawaban itu muncul. Jawaban yang selama berbulan-bulan dinanti Ayodya dari seorang gadis. Jawaban yang diharapkan akan keluar dari bibir mungil Athira, jawaban yang mengakhiri pertanyaan yang selalu Ayodya ulang untuknya berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, mengingat kisah menerima cinta seseorang untuk pertama kalinya itu begitu perih bagi Athira. Di kursi depan teras rumah itu, butir-butir air mata kesedian kembali membasahai pipi putih si gadis. Rasanya baru kemarin senja hatinya terluka dengan dua paragraf kata-kata dari Ayodya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-6885461201549981550?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/6885461201549981550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=6885461201549981550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6885461201549981550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6885461201549981550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/04/mengenang-senja-ii.html' title='Mengenang Senja (II)'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3645056690694473603</id><published>2009-04-05T15:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T15:37:18.962-07:00</updated><title type='text'>Mengenang Senja (1)</title><content type='html'>Senja itu. Ayodya hentakkan detak jantung Athira lebih kencang. Sebuah paragraf kata-kata Ayodya bagai belati menghujam jantung Athira seketika. Gelisah yang memakan banyak celah dalam pikirannya terus menghinggapi Athira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah terlalu lama kita bersama. Sudah sering kita bertukar cerita. Namun untuk kali ini, tak ada permulaan dan tiada kisah, kau pinta aku untuk meninggalkanmu. Apa maksudmu,” tanya Athira sambil mengerenyitkan kening untuk Ayodya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak siap, aku tidak mau kau selalu mengalah karena aku. Sudahlah, aku tak ingin kau kecewa. Harapan memang ada, namun hidup siapa yang bisa menduga dan siapa menjamin kapan akhirnya,” segurat kata hampir tak terdengar di bawah sayup rintik hujan keluar begitu saja dari bibir tebal Ayodya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir kalimat itu, wanita yang sangat dicintai Ayodya menangis lebih deras dari rintik hujan di senja hari itu. “Kenapa?” lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayodya menghela napas panjang. “Beberapa hari ini aku merenung. Bukan hal mudah menentukan sebuah keputusan. Tapi, ini tak bisa dihindari. Apa pun alasannya, kita harus menerimanya. Merenung membuatku menemukan satu hal. Cinta seharusnya bukanlah sesuatu yang egois. Kebahagiaan terbesar dalam proses mencintai seseorang adalah membuatnya bahagia. Begitu juga aku. Aku sangat mencintaimu. Sayangnya, cinta yang kupunya tak cukup membahagiakanmu,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sangat bahagia dengan cintamu. Lalu apa masalahmu? Atau kau yang takut aku tidak dapat membahagiakanmu. Kau takut jika diriku yang justru akan menjadi duri dalam daging bagi hidupmu. Malapetaka terbesarku adalah kesempatan untuk saling membahagiakan lepas begitu saja. Padahal kemungkinannya sangat terbuka. Berapa lama kau hidup bukan bukan jaminan, asalkan cinta itu tetap ada untukku,” potong Athira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yakinlah, hingga nafas ini terhenti, bahkan sampai semayam panjangku, cinta itu selalu ada untukmu,” Ayodya coba meyakinkan. Sambil menjelaskan. “Kau tidak mengerti. Ada hal yang kau tidak ketahui. Dan tak bisa ku ceritakan kali ini,” sergah Ayodya. “Banyak hal yang tidak kau ketahui Athira,” ulangnya lebih tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung. Sambil menahan sisa isak tangisnya. “Ayodya, jangan kau kekang dirimu dengan semua ketakutan itu. Apapun kamu, berapapun masalahmu, aku tak ingin kehilanganmu,” tegas Athira parau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujanpun berhenti. Ada ketidakpuasan dari rona wajah Athira. Keputusan Ayodya sangat memukul hatinya. Ketakutan Ayodya akan masa hidupnya dinilai Athira sebagai sebuah pengingkaran terhadap cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pulang, langkah Athira terhenti di ambang pintu. Digenggamnya jemari Ayodya, lalu dikecupnya lembut. “Terima kasih, kau selalu baik padaku. Salam perpisahan yang jamah adalah sampai bertemu kembali. Namun, rasanya kita lebih pantas mengucapkan selamat tinggal.” Datar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di senja yang tak ingin dikenang Athira, akhirnya kedua insan saling cinta ini berpisah dengan saling diam. Athira hanya mengingat paragraf awal pembicaraan senja itu, yang mungkin akan dikenanganya hingga akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin hembuskan nafas terakhirku dalam keadaan kau tersenyum untuk ku. Lalu terpancar dari matamu isyarat cinta yang tak terganti karena lekang waktu, dengan apapun atau oleh siapapun. Aku tahu, tidak akan ku hembuskan nafas terakhir itu sebelum kau berikan isyaratnya dari mata yang membuatku jatuh cinta saat pertama kali ku melihatnya. Gadisku kau hidupku, kau hembusan nafas terakhirku, hingga saat itu tiba, ku ingin selalu bahagiakanmu,”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3645056690694473603?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3645056690694473603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3645056690694473603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3645056690694473603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3645056690694473603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/04/mengenang-senja-1.html' title='Mengenang Senja (1)'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-322894823125932282</id><published>2009-02-20T13:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T13:41:18.165-08:00</updated><title type='text'>Merawat Tradisi Blogger</title><content type='html'>Nerusin Punya Kawan Gue yang Cool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya saya tidak paham betul dengan istilah nge-tag yang dipakai Wanto untuk memilih 10 blogger yang diberikan tugas untuk melanjutkan kegiatan ini. Kelihatannya ini adalah tradisi para blogger untuk saling menyemangati dan menjaga silaturahmi. Ya, ini relevan dengan beberapa kegiatan saya akhir-akhir ini yang membuat blog ini relatif agak terbengkalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak begitu paham saya menganggap ini tradisi bagus yang mesti dirawat, karena mengandaikan adanya komunikasi intim di antara sesama blogger senasib sepenanggungan. Karenanya saya merasa harus ikut melestarikan tradisi para blogger yang bernilai positif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih nama-nama blogger yang ditunjuk nampaknya saya harus mencontoh langkah Wanto, yakni menunjuk 10 orang blogger. Namun kriteria yang saya ajukan tidak sebanyak dia. Di antara kriteria tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Minimal punya 1 blog yang telah berumur 2 bulan&lt;br /&gt;2. Kesulitan untuk menolak rayuan fasilitas hotspot gratis&lt;br /&gt;3. Mulai belajar blog monetizing&lt;br /&gt;4. Punya perhatian terhadap terbentuknya komunitas-komunitas tertentu&lt;br /&gt;5. Mengabarkan hal-hal positif dalam blognya, dan&lt;br /&gt;6. Belum kawin (hahaha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar hal-hal di atas, maka saya menunjuk 10 nama yang menurut (baca: seenak-senaknya) saya dapat dimasukkan ke daftar di bawah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Asep Sopyan&lt;br /&gt;2. Hanafi Mohan&lt;br /&gt;3. Bembeng&lt;br /&gt;4. Ahmad Romzie&lt;br /&gt;5. Iskandar Muda&lt;br /&gt;6. Eko HS&lt;br /&gt;7. Mustaine&lt;br /&gt;8. Ahmad Maki&lt;br /&gt;9. Rien Zumaroh&lt;br /&gt;10. Pandi Nurdiansyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian 10 nama yang saya pilih, semoga yang ditunjuk mau bertanggung jawab untuk merawat dan meruwat tradisi blogger ini. Selamat bertugas dan terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-322894823125932282?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/322894823125932282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=322894823125932282' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/322894823125932282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/322894823125932282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/02/merawat-tradisi-blogger.html' title='Merawat Tradisi Blogger'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-1053312887372869730</id><published>2009-01-28T04:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T04:38:40.396-08:00</updated><title type='text'>Modal dan Kekuasan Bikin Partai Rekrut Keluarga Pejabat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sistem Perekrutan Di Partai Harus Direformasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat politik dari Untirta, Gandung Ismanto menilai,  merembahnya keluarga besar pejabat dalam kancah politik tidak lepas dari kekuatan modal dan kekuatan yang dimiliki pejabat ini. Kasus di Banten, pada pemilu 2009 ini hampir rata-rata keluarga besar petinggi daerah mulai dari kota, kabupaten hingga pejabat provinsi memunculkan nama saudaranya dalam daftar peserta pemilu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan oleh Gandung, majunya keluarga pejabat dalam kancah pemilu tidak lepas dari bobroknya sistem politik dan sistem perekrutan yang ada dalam partai. Latar belakang dari majunya keluarga pejabat juga tidak lepas dari kekuatan modal dan kekuatan kekuasaan yang dimiliki para pejabat tinggi daerah ini. Sehingga dengan sistem partai yang masih bobrok ini dengan mudahnya pemilik kekuasaan dan modal masuk sebagai peserta pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jelas sekali latar belakanga partai memasukkan nama-nama keluarga pejabat untuk menjadi peserta pemilu adalah bagaimana kekuasaan yang dimiliki pejabat terus dapat bertahan dan dapat memberikan pemasukan kuat bagi partai. Maka tidak heran pada pemilu 2009 ini keluarga pejabat mengisi wajah-wajah peserta pemilu kita,” katanya kepada Tangerang Tribun, Rabu (28/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan olehnya, masuknya keluarga besar pejabat di Banten ke dalam dunia politik, dari istri, anak, menantu hingga suami ini tidaklah lepas dari sistem perekrutan yang buruk yang dimiliki partai, sebab jika mau dilihat dengan lebih cermat keluarga pejabat yang konom memiliki kekuatan modal dan kekuasaan ini belumlah layak di dorong menjadi perwakilan rakyat. Yang ujung-ujungnya juga lanjut dia,  justru hampir 80 persen dari keluarga pejabat ini belum memiliki kepatutan dan kelayakan menjadi wakil rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masuknya keluarga pejabat menjadi peserta pemilu memang bukan sepenuhnya salah dari orang-orang ini. Sebab konstitusi memberi hak pada siapapun maju sebagai kandidat. Hanya saja seharusnya partai politik juga dapat memilah dan memilih siap yang akan diusungnya, sesuai etika berdemokrasi dan berpolitik dengan mengedepakan kapastitas dan kapabelitas calon, bukan justru kekuatan kekuasaan dan modal tersebut yang diutamakan,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, untuk para pejabat daerah seharusnya mereka juga tidak memanfaatkan kekuatan kekuasaan dan modal ini utuk membangun dinasti politiknya. Sebab dengan dilakukannya hal tersebut justru akan membawa balik reformasi politik yang sudah dibangun 10 tahun lalu ini. Dimana kekinginan reformasi adalah melepaskan kekuasaan dari lingkar kolusi, korupsi dan neopotisme (KKN) serta membawa demokrasi ini ke arah yang bukan berdasarkan bangunan dinasti kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sah-sah saja memang jika pejabat ini ingin menempatkan keluarganya dalam pos-pos penting pemerintahan dan politik. Namun perlu disadari rakyat tidak menginginkan hal ini. Jadi cara yang dilakukan keluarga pejabat ini juga tidak mencerminkan etika berpolitik yang baik bagi masyarakat.” tandasnya sambil mengatakan, hal ini pula yang membuat kalangan yang tidak ingin ada lagi dinasti politik mengajak masyarakat untuk lebih memilih untuk tidak memilih alias golput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, tegasnya, partai politik yang berhak mengusung calon untuk menjadi peserta politik ini memang sudah seharusnya melakukan perombakan sistem perekrutan, yang lebih melihat pada kapasitas dan kualitas sebagai calon yang wajib dikedepankan. Bukan justru menarik kalangan pejabat dan keluarga mereka masuk menjadi calon sentral karena kekuasaan dan modal yang dimilki para pejabat ini. Sedangkan untuk keluarga pejabat, dosen Fisif Untirta ini berharap, jangan mencoba membentuk dinasti politik dan kekuasaan baru di daerah. Sebab dengan begitu apatisme masyarakat terhadap dunia politik akan semakin redup dan meningkatkan suara golput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau partai hanya merekrut kalangan tertentu saja untuk menjadi utusannya di perwakilan rakyat ini akan membuat pemilih apatis sebab merasa tidak diakomodir kemampuan dan keinginannya maju sebagai perwakilan rakyat. Sedangkan tugas partai menampung aspirasi politik masyarakat yang dengan hanya partai politik dapat menempatkan orang-orang terbaik untuk membangun bangsa ini,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Banten, nama-nama seperti Ahmed Zaki Iskandar (Putra Bupati Tangerang), Andika Hazrumy (Putra Gubernur Banten), Tb Iman Ariyadi (Putra Walikota Cilegon), Irna Nurulita (Istri Bupati Pandegelang), Hj Iti Oktavia (Putri Bupati Lebak), Enny Suryani (Adik Walikota Tangerang), dan banyak nama lainnya seperti Hikmat Tomet (Suami Gubernur Banten), Ade Rossi (mantu Gubernur Banten) yang maju menjadi calon anggota legsilatif (caleg) atau calon anggota dewan perwakilan daerah (DPD) untuk daerah Banten. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nama-Nama Keluarga Pejabat Di Banten Yang Jadi Caleg/DPD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmed Zaki Iskandar (Putra Bupati Tangerang)&lt;br /&gt;Andika Hazrumy (Putra Gubernur Banten)&lt;br /&gt;Tb Iman Ariyadi (Putra Walikota Cilegon)&lt;br /&gt;Irna Nurulita (Istri Bupati Pandegelang)&lt;br /&gt;Hj Iti Oktavia (Putri Bupati Lebak)&lt;br /&gt;Enny Suryani (Adik Walikota Tangerang)&lt;br /&gt;Hikmat Tomet (Suami Gubernur Banten)&lt;br /&gt;Ade Rossi (mantu Gubernur Banten)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-1053312887372869730?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/1053312887372869730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=1053312887372869730' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1053312887372869730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1053312887372869730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/modal-dan-kekuasan-bikin-partai-rekrut.html' title='Modal dan Kekuasan Bikin Partai Rekrut Keluarga Pejabat'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-82283350388323698</id><published>2009-01-28T04:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T04:35:42.566-08:00</updated><title type='text'>Dana Atribut Pemilu Di Banten Mencapai Rp.548,65 Miliar</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TABEL DATA PEREDARAN DANA PESERTA PEMILU &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dana Promosi Caleg DPR RI  : Rp.300 juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jumlah caleg DPR RI                   : 490 orang &lt;br /&gt;Akumulasi peredaran uang caleg        : Rp.147 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dana Promosi Caleg DPR Provinsi  : Rp.150 juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jumah caleg DPRD Provinsi Banten      : 813 orang&lt;br /&gt;Akumulasi peredaran uang caleg DPR RI : Rp.121,95 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dana Promosi Caleg DPRD Kota/Kab : Rp.50 juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jumah caleg DPRD Kota/Kabupaten       : 5.456 orang&lt;br /&gt;Akumulasi peredaran uang caleg        : Rp.272,8 miliar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dana Promosi Anggota DPD RI  : Rp.100 juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jumlah calon anggota DPD RI           : 69 orang &lt;br /&gt;Akumulasi peredaran uang caleg        : Rp.6,9 miliar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Total Akumulasi Dan Promosi Peserta Pemilu Rp.548,65 Miliar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berbagai Sumber&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rela Dikeluarkan Caleg Untuk Rebut Kursi Legislatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peredaran uang selama kampanye calon anggota legislatif (caleg) dan anggota dewan perwakilan daerah (DPD) di Banten yang dimulai sejak September tahun lalu telah menghabiskan lebih dari Rp.548,65 miliar. Dana sebesar itu masih sebatas dana promosi khusus pribadi peserta pemilu baik caleg maupuan calon anggota DPD RI asal Banten dan belum termasuk dana yang dikeluarkan partai politik (parpol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang dimiliki Tangerang Tribun, jumlah keseluruhan caleg masing-masing mulai dari tingkat DPR RI yang berasal dari 48 parpol peserta pemilu mencapai 490 peserta. DPRD Provinsi Banten mencapai 813 peserta, DPRD Kota/Kabupaten mencapai 5.456 peserta serta calon anggota DPD RI asal Banten berjumlah 69 peserta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diwawancara secara terpisah, masing-masing caleg menyatakan menghabiskan dana khusus untuk dana promosi, sosialisai dan membuat-atribut-atribut kampanye berupa, stiker, spanduk, baligho, kaos dan pernak-pernik lainnya yang menunjukkan wajah peserta pemilu tersebut secara berurutan kurang lebih sekitar Rp.100-Rp.300 juta di tingkat DPR RI, Rp.50-Rp.150 juta di tingkat DPRD Provinsi Banten, Rp.30-Rp.50 juta untuk tingkat DPDR Kota/Kabupaten. Sedangkan untuk calon anggota DPD RI sedikitnya mereka menghabiskan dana sampai Rp.100 juta utuk dana sosialisasi dan promosi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rank antara keseluruhan dana peserta pemilu yang di keluarkan kurun September 2008 hingga Januari 2009 dari masing-masing caleg maka tidak kurang sekitar Rp.147 miliar untuk DPR RI, Rp.121,95 miliar untuk DPRD Provinsi Banten, Rp.272,8 miliar untuk DPRD Kota/Kabupaten dan Rp.6,9 miliar untuk DPD RI asal Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat besarnya dana yang dikluarkan peserta pemilu 2009 di Banten, tidak bisa dipungkiri, masalah finansial menjadi faktor penting bagi pencitraan seorang calon anggota legislatif (caleg) agar menjadi anggota legislatif atau anggota DPD RI terpilih. Tidak cukup sampai disitu, para caleg ini rela mengeluarkan dana besar karena melihat faktor finansial yang kuat diakui merupakan syarat mutlak bagi partai dan caleg untuk berhasil mendulang suara pada Pemilu 2009 walaupun mahal harga menjadi wakil rakyat terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diungkapkan, Caleg DPR RI Asal PBB, Beuty Natsir, kesediaan finansial menjadi keharusan bagi seorang caleg. Entah untuk membuat stiker, spanduk, umbul-umbul hingga pembutan kaos bergambar caleg. “Minimal seorang caleg untuk tingkat pusat (DPR RI, red) setidaknya harus menyiapkan dana sebesar Rp 100 hingga Rp 150 juta khusus untuk membuat atribut sosialisasi dan kampanye,” terangnnya kepada Tangerang Tribun. &lt;br /&gt;Lebih hebat lagi, Darmayanto caleg asal Partai Amanat Nasional (PAN), pihaknya bahkan rela mengeluarkan dana hingga Rp.300 juta guna mensosialisaikan dirinya dalam bentuk  kalender, spanduk, baliho, stiker, dan atribut lain. Hal ini lanjutnya, guna mengenalkan dan mensosialisaikan sosk caleg kepada masyarakat. “Tapi tetap saja faktor lain tak bisa diabaikan untuk bisa terpilih, seperti ketokohan, figur, basis massa. Yang tak kalah penting, biaya konsumsi, akomodasi, dan transportasi pun harus dipikirkan,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Rofai Suptiyadi yang bertarung di Dapil II Banten, Kota/Kabupaten Serang dan Kota Cilegon ini juga rela mengeluarkan ratusan juta untuk membuat atribut kampanyenya. Bahakan tidak jarang untuk kegiatan-kegiatan yang bertujuan menarik simpatik pemilih dana besar dikeluarkan kandidat DPR RI asal Partai Demokrat ini. &lt;br /&gt;“Seluruh dana sosialisai tersebut berasal dari kantong pribadi saya. Ini membuktikan keseriusan saya maju sebagai wakil rakyat yang tidak berhutang jasa dari lembaga lain yang kedapan bisa mengganjal saya berupaya membangun masyarakat Banten,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan caleg DPR RI, untuk Caleg DPRD Provinsi dan DPRD tingkat Kota/Kabupaten pun tidak lupt untuk menyiapkan dana besar untuk kebutuhan atributnya. Seperti diungkapkan Embang Muis Ali, Caleg DPRD Provisi Banten asal Partai Demokrat, pihaknya sudah menghabiskan Rp.50 juta untuk sekedar membuat spanduk dan stiker kampanye. “Wah, berapa yah? Saya enggak ngitung, tapi 50 juta sudah keluar dari kantong pribadi,” komentarnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg DPDR Provinsi Banten lainnya, Ubaydillah Kabier yang maju dari PKB mengakui butuh dana Rp. 50 juta untuk keperluan atribut kampanye. Menurutnya angka tersebut dibilang normal ditengah krisis saat ini. “Itu kan yang dari kantong sendiri, yang di sumbang simpatisan juga banyak kok,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kabar menjadi seorang caleg membutuhkan dana yang tidak sedikit, Asep Rahmatullah Caleg DPRD Banten asal PDIP dengan nomor urut 2 yang  juga dihubungi Tangerang Tribun, tidak menepisnya. Asep sendiri menyiapkan tidak kurang Rp.50 juta untuk atribut kampanyenya. “Wah relatif yah. Tapi melihat keuangan yang tercatat selama ini, hampir 50 jutaan sudah saya keluarkan,” jawabnya melalui pesan sigkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg lainnya di tingkat kota/kabupaten saat di tanyai Tangerang tribun rata-rata mengungkapkan membutuhkan dana tidak kurang dari RP.20 juta hingga Rp30 juta, hal tersebut seperti yang diungkapkan Caleg asal Partai Hanura, Agus Subarli yang maju di Dapil Kecamatan Serang. Sedangkan untuk caleg lainnya yang juga setingkat dengan Agus, Encop Sopiya yang maju dari Partai Gerindra untuk Dapil Kecamatan Cipocok membutuhkan dana hingga Rp.20 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya dana sosialisai tersebut ternyata tidak mengurungkan niat para peserta yang ingin mewakli rakyat di kursi legislatif. Lebih-lebih mereka juga sudah mempersiapakan dana lebih besar dari yang sudah dikeluarkan. Sebab perjalanan menjadi wakil rakyat masih panjang dan baru akan ditentukan pada saat penconterengan tanggal 9 April 2009 mendatang. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-82283350388323698?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/82283350388323698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=82283350388323698' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/82283350388323698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/82283350388323698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/dana-atribut-pemilu-di-banten-mencapai.html' title='Dana Atribut Pemilu Di Banten Mencapai Rp.548,65 Miliar'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-1515437641015160158</id><published>2009-01-27T04:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T04:46:49.178-08:00</updated><title type='text'>Masyarakat Golput Butuh Saluran Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX8CMvdr5SI/AAAAAAAAATY/xwfN1qzwPzA/s1600-h/1041.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX8CMvdr5SI/AAAAAAAAATY/xwfN1qzwPzA/s320/1041.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295954104733656354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hasil Wawancara Dengan Guru Besar UIN Ciputat, Prof Dr Abudinata &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Besar Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Prof Dr Abudinata menilai, masyarakat memerlukan saluran baru guna meminimalisir angka golput dalam Pemilu. Selama ini, ada sebab mendasar yang tidak dikaji pemerintah dan penyelenggara Pemilu dari para partisipan pemilu yang lebih memilih golput yang jumlahnya semakin besar saja dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya melihat tidak ada upaya radikal yang dilakukan pemerintah untuk memberikan keyakinan bahwa sistem negara yang ditawarkan akan menjamin segala kebutuhan masyarakat. Karana tidak ada upaya ini, maka tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih diam (golput, red) dari pada melakukan pemilihan,” katanya kepada Tangerang Tribun, Selasa (27/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abudinata menontohkan, dalam sistem total police management (manajemen jaminan masyarakat, red) suatu produk yang tidak baik membuat masyarakat enggan untuk membelinya. Sehingga lanjutnya, jangan salahkan konsumen yang enggan membeli produk tersebut dikarenakan memang tidak layak dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sama halnya dengan golput, menurut pandangan saya enggannya masyarakat untuk memilih dikarenakan produk yang ditawarkan pemerintah ini dianggap tidak baik. Sehingga mereke lebih memilih diam dari pada memilih. Oleh karena itu, harus ada upaya dari pemerintah dan penyelenggara juga para pelaku politik untuk membuat produk yang baik sehingga laris dan menarik masyarakat untuk memilih produk tersebut,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan golput. Abudinata mengungkapkan, haram dalam hal ini menurut pandangannya bukan haram secara harfiayah. Namun lebih pada sesuatu yang tidak etis dan menghambat laju pemerintahan dengan minimnya angka pemilih dalam Pemilu. Sehingga, pengharaman golput ini dianggap perlu untuk kemasalahatan berbangsa dan beragama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Dampak sosial dari tingginya angka golput akan mempengaruhilegalitas kepemimpinan nasional. Maka dari itu ada upaya dari MUI untuk menyeruan untuk tidak golput (mengharamkan golput, red). Namun jangan cukup sampai disitu. Harus ada tinjauan analisis yang perlu dilakukan selanjutnya oleh pemerintah untuk menutup sebab dasar mengapa masyarakat lebih memilih golput. Dimana belum sekalipun hal ini dilakukan,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga khawatir, jika saja pemerintah tidak membuat model baru dan melakukan perbaikan-perbaikan di bidang pemerintahan, politik, sosial, ekonoomi dan budaya yang dapat menjadi saluran masyarakat dan menjadikan masyarakat lebih yakin dengan sistem tersebut, maka tingkat golput ini akan semakin tinggi lagi. Kekhawatiran lainnya tambah Abudinata, andai kata tidak ada penahan arus golput tersebut kemungkinan akan menghancurkan keutuhan negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keputusan yang diambil MUI sementara ini sudah benar, sebab dengan tidak ada keputusan dari MUI, kedepan bisa jadi masyarakat akan golput seluruhnya. Dan ini tidak boleh terjadi. Namun tidak cukup sampai disitu, selanjutnya dan selanjutnya harus ada upaya lebih rill yang dilakukan pemerintah, penyelenggara pemilu dan tokoh-tokoh politik untuk memberikan jaminan dimana tanpa fatwa pun masyarakat yang tidak memilih akan merasa merugi,” tegasnya sambil memberi syarat utama dengan membentuk produk yang baik, yang diharapkan masyarakat sebagai saluran politiknya. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-1515437641015160158?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/1515437641015160158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=1515437641015160158' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1515437641015160158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1515437641015160158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/masyarakat-golput-butuh-saluran-baru.html' title='Masyarakat Golput Butuh Saluran Baru'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX8CMvdr5SI/AAAAAAAAATY/xwfN1qzwPzA/s72-c/1041.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-5926316428547790898</id><published>2009-01-27T03:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T03:45:28.133-08:00</updated><title type='text'>Caleg Gunakan Kharisma Tokoh dalam Sosialisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX7zvOaH4wI/AAAAAAAAATQ/zG1lEFipWlQ/s1600-h/Puluhan+Juta+dihabiskan+caleg+untuk+membuat+atribut+kampanya,+nampak+di+perempatan+jalan+Kebun+jahe+puluhan+atribut+caleg+dipampang,+Sanusi,+27-01-09.jpg+060+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX7zvOaH4wI/AAAAAAAAATQ/zG1lEFipWlQ/s320/Puluhan+Juta+dihabiskan+caleg+untuk+membuat+atribut+kampanya,+nampak+di+perempatan+jalan+Kebun+jahe+puluhan+atribut+caleg+dipampang,+Sanusi,+27-01-09.jpg+060+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295938204481348354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pengunaan kharisma ketokohan keluarga masih menjadi pilihan jitu calon legislatif (Caleg) dalam melakukan sosialisasi Pemilu Legislatif 9 April 2009 mendatang. Tidak urung caleg yang ingin meraih simpati dan mendulang suara sebanyak mungkin memasangkan nama, gambar tokoh kharismatik keluarganya dalam atribut-atribut kampanye. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara yang dapat dilakukan para caleg agar mudah dikelan masyarakat. Bahkan saking tidak percaya dirinya, para caleg rela memasang foto keluarga, almarhum bapak, kakek, buyut hingga suami dalam spanduk atau baliho berdampingan dengan foto sang caleg. Dan tidak jaranga ada yang selalu menyebut nama keluarga tersebut saat bertatap muka dengan masyarakat atau dengan menggunakan nama orang tua di belakang nama mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Irna Nurulita yang menggunakan foto suaminya Dimyati Natakusumah yang saat ini masih menjabat Bupati Pandegelang di samping balighonya, ada juga ada Tb Iman Ariyadi yang memasang foto orangtuanya, Tb Aat Syafaat Walikota Cilegon dalam spanduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada lagi, Andika Hazrumy, Calon Anggota DPD RI yang selalu menyebutkan putra Gubernur Banten, Hj. Ratu Atut Chosiayah. Pantauan Tangerang Tribun, Calon Anggota DPD Nomor urut 11 ini tidak jarang menyebutkan dirinya adalah putra orang nomor 1 di Banten tersebut. Kendati tidak memasang foto orang tuanya dalam spanduk atau baligho bikinannya tetap saja menjelaskan dirinya tersebut adalah putra dari Gubernur Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula Afifi Wahab Afif. Celeg DPR RI asal Partai Demokrat ini menggunakan nama ayahnya Wahab Afif di belakang namanya yang merupakan tokoh besar Cilegon pada spanduk dan baliho dirinya. Dan banyak lagi caleg yang selalu menyebut-nyebut siapa moyang mereka dalam setiap lawatannya dalam rangka mensosialisaikan diri di masyarakat pemilih, yang justru sebelum maju menjadi caleg kebiasaan ini tidak dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini menurut penilaian pengamat politik karena caleg kurang percaya diri (Pede) dengan kualitas yang ada pada mereka. “Ini bukti ada ketidak percayaan diri dari para caleg yang tidak dikenal baik oleh masyarakat. Kalau hanya menonjolkan figur lain, mereka tidak punya standar atau kualifikasi yang jelas,” ujar pengamat politik dari Untirta Dr. Suwaib Amiruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kata Suwaib yang merupakan Dosen Pasca Sarjana Untirta, masyarakat sudah tahu dan pintar. Caleg yang hanya bisa memanfaatkan nama besar orang lain akan merugikan dirinya sendiri, karena tidak ada yang bisa dibanggakan dari mereka. Seharusnya lanjut dia, para caleg mampu menampilkan kualifikasi dan kualitas dirinya serta bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwaib menjelaskan, ada dua kriteria pemilih. Yakni, pemilih rasional dan pemilih tradisional. Pemilih tradisional biasanya pemilih yang mempunyai sikap fanatisme dan kedekatan hubungan keluarga. Biasanya pemilih ini cenderung memilih seseorang atas dasar kedekatan dengan keluarga ataupun ketokohan dari keluarga caleg itu. Sedangkan pemilih rasional yang umumnya terdapat di perkotaan, biasanya tidak tergoda dengan figur tidak kompeten dari caleg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pengamat politik dari UNI Ciputat, Miftahunnajah menilai, caleg yang bersosialisasi tanpa membawa embel-embel dan latar belakang keluarganya, lebih memiliki kemandirian dan punya rasa percaya diri dalam bertarung. Untuk menunjukan bahwa keterpilihan caleg adalah atas dasar kepribadian dan keunggulan caleg itu sendiri, beber Dosen Fakultas Adab dan Humaniora ini, mestinya caleg tidak memakai embel-embel keluarga tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau yang memakai kekuatan tokoh karismatik nasional itu memang sudah biasa, sebab mereka adalah ikon partai. Tapi kalao memakai embel-embel nama besar keluarag ini yang disayangkan, sebab ayah, kakek atau buyut caleg dipandang baik oleh masyarakat tapi belum tentu caleg yang maju juga demikian,” imbuhnya walau secara undang-undang tidak ada yang melarang menampilkan ketokohan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tadasnya, lebih baik caleg membawa kepopularitasan caleg itu sendiri. Alasannya, dalam pemilihan yang dilakukan 9 April mendatang, para pemilih ingin langsung mengetahui siapa yang ikut dalam bursa caleg tersebut. “Saya katakan caleg yang tanpa menggunakan nama atau menampilkan figur orang lain akan lebih menguntungkan bagi caleg tersebut,” pungkasnya. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-5926316428547790898?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/5926316428547790898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=5926316428547790898' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5926316428547790898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5926316428547790898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/caleg-gunakan-kharisma-tokoh-dalam.html' title='Caleg Gunakan Kharisma Tokoh dalam Sosialisasi'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX7zvOaH4wI/AAAAAAAAATQ/zG1lEFipWlQ/s72-c/Puluhan+Juta+dihabiskan+caleg+untuk+membuat+atribut+kampanya,+nampak+di+perempatan+jalan+Kebun+jahe+puluhan+atribut+caleg+dipampang,+Sanusi,+27-01-09.jpg+060+(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-5550908390265864936</id><published>2009-01-27T02:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T02:53:49.935-08:00</updated><title type='text'>Caleg Rela Keluarkan Ratusan Juta Buat Atribut Kampanye</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX7neDI_uTI/AAAAAAAAATI/rXAuiV-U4R8/s1600-h/Puluhan+Juta+dihabiskan+caleg+untuk+membuat+atribut+kampanya,+nampak+di+perempatan+jalan+Kebun+jahe+puluhan+atribut+caleg+dipampang,+Sanusi,+27-01-09.jpg+060.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX7neDI_uTI/AAAAAAAAATI/rXAuiV-U4R8/s320/Puluhan+Juta+dihabiskan+caleg+untuk+membuat+atribut+kampanya,+nampak+di+perempatan+jalan+Kebun+jahe+puluhan+atribut+caleg+dipampang,+Sanusi,+27-01-09.jpg+060.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295924715259410738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada Juga Yang Disumbang Warga dan Lembaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidak bisa dipungkiri, masalah finansial menjadi faktor penting bagi pencitraan seorang calon anggota legislatif (caleg) agar terpilih. Faktor finansial yang kuat diakui sejumlah pihak merupakan syarat mutlak bagi partai dan caleg untuk berhasil mendulang suara pada Pemilu 2009.  Tidak heran, mahalnya harga jabatan wakil rakyat itu setidaknya perlu ditopang sosialisasi yang tidak luput dari penyebaran atribut kampanye yang tidak sedikit jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja untuk biaya promosi pencitraan melalui iklan, baliho, atribut, sosialisasi, dan biaya operasional. Para caleg dipaksa harus mengeluarkan dana yang tidak kecil harganya. Belum lagi dana taktis lain yang harus dikeluarkan saat hendak melakukan interaksi sosial ke tengah masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg DPR RI Asal PBB, Beuty Natsir mengakui, persoalan finansial menjadi keharusan bagi seorang caleg. Entah untuk membuat stiker, spanduk, umbul-umbul hingga pembutan kaos bergambar caleg. “Minimal seorang caleg untuk tingkat pusat (DPR RI, red) setidaknya harus menyiapkan dana sebesar Rp 100 hingga Rp 150 juta khusus untuk membuat atribut sosialisasi dan kampanye,” terangnnya kepada Tangerang Tribun, Selasa (27/1). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kata Beuty, besar-kecilnya biaya yang musti dikeluarkan tergantung bagaimana menyosialisasikan diri ke tengah masyarakat. Dalam sosialisasi, kata Beuty, tentu diperlukan atribut seperti kalender, spanduk, baliho, stiker, dan atribut lain. “Tapi ada juga yang disumbang langsung dari konstituen dan simpatisan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih hebat lagi, Darmayanto caleg asal Partai Amanat Nasional (PAN), pihaknya bahkan rela mengeluarkan dana hingga Rp.300 juta guna mensosialisaikan dirinya dalam bentuk  kalender, spanduk, baliho, stiker, dan atribut lain. Hal ini lanjutnya, guna mengenalkan dan mensosialisaikan sosk caleg kepada masyarakat. “Tapi tetap saja faktor lain tak bisa diabaikan untuk bisa terpilih, seperti ketokohan, figur, basis massa. Yang tak kalah penting, biaya konsumsi, akomodasi, dan transportasi pun harus dipikirkan,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berbeda dengan Ketua lawan politiknya diatas, Ahmad Rofai Suptiyadi yang bertarung di Dapil II Banten, Kota/Kabupaten Serang dan Kota Cilegon ini juga rela mengeluarkan ratusan juta untuk membuat atribut kampanyenya. Bahakan tidak jarang untuk kegiatan-kegiatan yang bertujuan menarik simpatik pemilih dana besar dikeluarkan kandidat DPR RI asal Partai Demokrat ini. “Seluruh dana sosialisai tersebut berasal dari kantong pribadi saya. Ini membuktikan keseriusan saya maju sebagai wakil rakyat yang tidak berhutang jasa dari lembaga lain yang kedapan bisa mengganjal saya berupaya membangun masyarakat Banten,” katanya kepada Tangerang Tribun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung berapa dana keseluruhan yang disiapkan para Caleg DPR RI ini? Ahmad Rofai Suptiyadi  yang lebih terkenal dengan sapaan Anton tidak mau menyebutkan dana yang telah disiapkan untuk menjadi anggota DPR RI ini. “Itu rahasia, yang jelas ada nominalnya. Tidak etis saya sebutkan. Pokoknya semampunya saja. Yang jelas, di antara Rp150 juta hingga Rp250 juta perlu disiapkan,” bebertnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk DPR RI dibutuhkan hingga Rp300 juta, lalu bagaimana persiapan Caleg DPRD Provinsi dan DPRD tingkat Kota/Kabupaten untuk perlengakapan logistik dan atribut kempanye mereka? Dikatakan oleh Embang Muis Ali, caleg DPRD Provisi Banten asal Partai Demokrat, pihaknya sudah menghabiskan Rp.50 juta untuk sekedar membuat spanduk dan stiker kampanye. “Wah, berapa yah? Saya enggak ngitung, tapi 50 juta sudah keluar dari kantong pribadi,” komentarnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, caleg DPDR Provinsi Banten lainnya, Ubaydillah Kabier yang maju dari PKB mengakui butuh dana Rp. 50 juta untuk keperluan atribut kampanye. Menurutnya angka tersebut dibilang normal ditengah krisis saat ini. “Itu kan yang dari kantong sendiri, yang di sumbang simpatisan juga banyak kok,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kabar menjadi seorang caleg membutuhkan dana yang tidak sedikit, Asep Rahmatullah Caleg DPRD Banten asal PDIP dengan nomor urut 2 yang  juga dihubungi Tangerang Tribun, tidak menepisnya. Asep sendiri menyiapkan tidak kurang Rp.50 juta untuk atribut kampanyenya. “Wah relatif yah. Tapi melihat keuangan yang tercatat selama ini, hampir 50 jutaan sudah saya keluarkan,” jawabnya melalui pesan sigkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihimpun dari sumber Tangerang Tribun, untuk tingkat kota/kabupaten sendiri caleg membutuhkan dana tidak kurang dari RP.20 juta hingga Rp30 juta  untuk membuat atribut kampanye. Hal tersebut diungkapkan oleh caleh asal Partai Hanura, Agus Subarli yang maju di Dapil Kecamatan Serang. Sedangkan untuk caleg lainnya yang juga setingkat dengan Agus, Encop Sopiya yang maju dari Partai Gerindra untuk Dapil Kecamatan Cipocok membutuhkan dana hingga Rp.20 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Banyak Dibantu Kolega Separtai Dan Lembaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Basih berkaitan dengan dana pembuatan atribut kampanye yang perlu disiapkan caleg, hasil penelusuaran Tangerang Tribun ada juga kebanyakan dari para caleg ini mendapatkan bantuan kolega dan partisipan yang memang mendukung mereka. Tidak jarang yang membuatkan atribut kampanye bergambar caleg tersebut guna mambantu sosialisasi yang dibutuhkan masing-masing caleg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil saja contohnya, Encop Sopiya, caleg asal Partai Gerindra ini mengakui belum banyak mengelauarkan dana kampanye secara pribadi. Lantaran yang bersangkutan bayak mendapatkan bantuan dari koleganya separtai. “Masih sedikit yah dana yang saya keluarkan. Maklum kami saling bantu membantu memenuhi kebutuhan atribut kampanye kami. Bahkan tidak jarang kami urunan untuk membuat stiker atau baligho,” katanya via telepon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut lanjutnya, tidak lepas dari cara pendekatan caleg kepada masyarakat pemilih. “Kalau pamilih memang menggemari kita tentu saja sosialisasi ini tidak akan membutuhkan dana. Sebab bisa jadi yang senang justru malah menyumbang untuk membuatkan atribut kampanye kita,” imbuh Bendahara Gerindara Banten ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-5550908390265864936?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/5550908390265864936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=5550908390265864936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5550908390265864936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5550908390265864936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/caleg-rela-keluarkan-ratusan-juta-buat.html' title='Caleg Rela Keluarkan Ratusan Juta Buat Atribut Kampanye'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX7neDI_uTI/AAAAAAAAATI/rXAuiV-U4R8/s72-c/Puluhan+Juta+dihabiskan+caleg+untuk+membuat+atribut+kampanya,+nampak+di+perempatan+jalan+Kebun+jahe+puluhan+atribut+caleg+dipampang,+Sanusi,+27-01-09.jpg+060.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3089591248282534606</id><published>2009-01-26T02:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T02:38:59.099-08:00</updated><title type='text'>Lihat Gerhana Pake Baskom Berisi Air Dan Negatif Film</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX2St-zZyNI/AAAAAAAAATA/hIpnnScXrYQ/s1600-h/pane.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX2St-zZyNI/AAAAAAAAATA/hIpnnScXrYQ/s320/pane.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295550055507937490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lantaran sangat ingin melihat gerhana matahari cincin yang hanya bisa terlihat jelas di kawasan Serang dan Anyer, bocah-bocah kecil usia SD di Kota Serang berinisiatif gunakan baskom berisi air dan negatif film untuk melihatnya. Wajar saja, peralatan yang memadi tidak mereka miliki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun gerhana matahari cincin yang terjadi kemarin hanya bisa dilihat dengan sempurna di kawasan Anyer, hal tersebut tidak menyurtkan niat Dian (7)i, bocah SD di Kota Serang untuk menyaksikan kebesaran Tuhan tersebut. Baskom dan negatif film pun di jadikan perantara penglihatan mereka. Sayanganya hingga selesainya gerhana tersebut, cuaca mendung yang menghinggapi langit Kota Serang, gerhana matahari cincin tak sedikit pun terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah ga kelihatan apa-apa, padahal pegen banget liat gerhana. Kan belum pernah ngeliat,” ujar Dian bocah yang terus mengamati pantulan sinar matahari dari baskom berisi air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas dengan yang dilihatnya dalam baskom, bocah itupun mendongakkan kepalanya ke arah langit dengan dua matanya ditutupi negatif film yang dimintanya kepada sang ibu. Sayang lagi-lagi upayanya tersebut tidak membuahkan hasil. “Kok ngga keliatan juga. Dimana seh gerhananya,” ungkapnya penuh kecewa seraya memberikan negatif film ke temannya yang lain yang sejak Ashar berkumpul di halaman Masjid Al Manar Kota Serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan kekecewaan Dian ternyata dialami juga oleh Putri (6), mendengar gurunya bercerita bahwa akan terjadi gerhana matahari cincin sejak Sabtu (25/1) lalu. Ia dan kawan-kawannya ini lantas menyiapkan sejumlh alat bantu yang memang di informasikan oleh guru sekolahnya tersebut. Yakin gerhana itu akan terjadi, dengan semangat Putri membawa bak berisi air menuju halaman masjid tersebut. “Kata Pak guru akan ada gerhana matahari, makanya saya kepengen ngelihat, tapi kok ga kelihatan yah,” katanya malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lokasi yang sama, ketika anak-anak sibuk mengamati langit menggunakan alat tradisional, ratusan jamaah Pemuda Persatuan Islam (Persis) Serang juga menggelar shlat sunnah gerhana dua rakaat untuk bersyukur atas keajaiban tuhan ini. &lt;br /&gt;Di temui seusai sholat, Bendara Persis Serang Mahyudi kepada wartawan mengatakan, sholat gerhana digelar pada pukul 13.45. Selain menggelar sholat gerhana berjamaah, mereka juga mengumandangkan takbir dan tahmid. “Terjadinya gerhana ini adalah salah satu bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Jadi wajib bagi umat-Nya untuk selalu tunduk dan patuh atas perintah dan larangan-Nya,” imbuhnya sambil mengungkapkan, sholat sunah gerhana berjamaah itu juga dimaksudkan untuk mengkikis kepercayaan jaman dahulu yang mengatakan jika terjadi gerhana, perempuan hamil harus bersembunyi dibawah kolong kalau tidak ingin anaknya terlahir dengan kulit belang-belang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan Tangerang Tribun di Kota Serang, hingga pukul 16.00 kemarin memang tidak nampak gejala-gejala yang dapat dilihat pandangan mata tentang gerhana matahario cinci tersebut. Wajar saja, hingga sore kamarin mendung menghiasi langit Kota Serang. Namun berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, bagi masyarakat Banten, gerhana matahari cincin ini dapat dilihat maksimal di kawasan Anye. Bahkan untuk memastikan terjadinya gerhana yang cukup jarang tersebut, peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan pengamatan gerhana matahari di Anyer sejak Senin (27/1) pagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3089591248282534606?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3089591248282534606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3089591248282534606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3089591248282534606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3089591248282534606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/lihat-gerhana-pake-baskom-berisi-air.html' title='Lihat Gerhana Pake Baskom Berisi Air Dan Negatif Film'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SX2St-zZyNI/AAAAAAAAATA/hIpnnScXrYQ/s72-c/pane.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-1965161229735944769</id><published>2009-01-23T03:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T03:34:36.798-08:00</updated><title type='text'>Penyelenggara Pemilu Lemah Persiapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXmrEXRjs1I/AAAAAAAAASw/6zJNgh2yJns/s1600-h/Atribut+Sosialisasi+Pemilu+Baru+dipasang+di+Kantor+KPU,+Belum+ada+sosialisasi+lanjutan+oleh+KPU+kepada+Masyarakat,+Sanusi,+15-01-09+(3).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXmrEXRjs1I/AAAAAAAAASw/6zJNgh2yJns/s200/Atribut+Sosialisasi+Pemilu+Baru+dipasang+di+Kantor+KPU,+Belum+ada+sosialisasi+lanjutan+oleh+KPU+kepada+Masyarakat,+Sanusi,+15-01-09+(3).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294450928406213458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;((Analis Politik Formalis (Forum Lingkar Selatan) Tangerang))&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Keberhasilan penylenggara Pemilu secara keseluruhan adalah akumulasi dari suksesnya penyelenggaraan di tingkat terendah. Sebab sistem hirarki hanya mengkehendaki hal ini. Sehigga gagalnya proses pemilu akan semakin mendasar jika yang di atas tidak dapat mengatur yang dibawah dan yang di bawah tidak dapat mentransformasikan secara baik keputusn-keputusan yang di atas,” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 hampir diseluruh daerah, tidak terkecuali di Banten selalu sumber dana yang minim yang dijadikan kambing hitam tidak jalannya tahapan-tahapan rill Pemilu tersebut, mulai sosialisasi hingga pengadaan logistik. Ini suatu kemunduran dan bukti sikap lemah dari penyelenggara yang seharusnya dalam keadaan apapun mereka bisa mempertanggung jawabkan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sekelumit permasalah pendanaan, tentunya tidak akan selesia jika hanya ditanyakan di tingkat daerah. Sebab bagaimanapun, sebagai lembaga yang sistemnya mengadopsi hirarkisme, segala keputusan di daerah tergantung dari penyelenggara teratas yakni KPU Pusat. Masalahnya memang KPU pusat sendiri terlalu lemah dan tidak bisa tegas untuk menjawab permasalahan-permasalahan di darerah ini. Dimana sukses tidaknya Pemilu ini sebanarnya tergantung dari suksesnya tranformasi informasi tantang Pemilu di daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajar secara teori misalnya, Pemilu tidak akan sukses jika wilayah terkecil dari lingkaran yang harus menjalankan Pemilu ini tidak berhasil melaksanakan tugasnya. Artinya, sukses tidaknya pemilu ada ditangan penyelenggara di daerah mulai tingkat KPPS, PPK, KPU kota/kabupaten hingga KPU Provinsi. Sebab bagaimanapun KPU pusat dikataka akan berhasil jika hanya lembaga-lembaga di bawah hirarkinya ini dapat menunaikan tugas tersebut. Dengan kata lain keberhasilan penylenggara secara keseluruhan adalah akumulasi dari suksesnya penyelenggaraan di tingkat terendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuranga dari 3 bulan menjelang Pemilu Legislatif, persiapan penyelenggara dalam mengantispasi kemungkinan-kemungkinan terburuk semakin nampak. Ini bukti ketidak matangan penyelenggara dalam menjalankan Pemilu itu sendiri. Dimana seharusnya ada titik sentral yang harus dilakukan Pemilu, yang mana jika ingin lebih tegas cukup saja menjalankan undang-undang yang sudah ditetapkan. Apapun resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayanganya, di tengah jalan banyak perombakan sistem dan konstitusi yang dilalakukan penyelenggara. Memang bukan kesalahan KPU sendirian dalam hal ini. Pemerintah pun punya andil besar dari kegagala dan lemahnya persiapan Pemilu. Sebab, konstitusi adalah kepanjangan tanangan dari kebijakan-kebijakan pemerintah. Yang berarti pula, semakin banyak aturan yang dianggap lemah dan perlu dirubah semakin menimbulkan kelemahan persiapan penyelenggara dan pemerintah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kasus misalnya, ditengah jalan harus ada pergantian sistem suara terbanyak, lalau apa yang terjadi, penyelenggara harus mensosialisaikan ulang. Kedua adanya wacana sistem contereng yang belum dipastikan hingga saat ini, ini juga bukti bahwa undang-undang pemilu  tidak dipersiapakan secara matang oleh pemerintah. Yang lagi-lagi berimbas kepada pelaksanaan penyelenggaran Pemilu, KPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau melihat lebih jauh, sebenarnya dampak terbesar dari minimnya kesiapan penyelenggara Pemilu dan Pemerintah tentunya akan berimbas kepada masyarakat pemilih. Dimana posisi pemilih ini adalah ujung tombak dan target utama yang harus diberikan pemehaman tentang aturan-aturan main dalam Pemilu kali ini. Dimana seluruh peraturannya benar-benar jauh berbeda dengan Pemilu-Pemilu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari sistem contereg saja misalnya, apakah bisa masyarakat yang selama 30 tahun lebih menggunakan sistem coblos beralih dan terbiasa dengan sistem contereng ini? Ini saja masih jadi tanda tanya besar di masyarakat. Perlu dijawab konkret dari penyelenggara untuk memecahkan masalah ini dengan sosialisasi yang gencar, namun apa kenyataannya, sosialisasi juga minim dilakukan oleh mereka. Satu lagi bukti lemahnya persiapan KPU dan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi permasalahan di masyarakat tentang banyaknya partai politik peserta pemilu, kalau selama ini masyarakat kebanyakan hanya terbiasa dihadapkan oleh daftar nama calon anggota legislatif yang sedikit dan dalam lembaran yang kecil. Lalu dengan banyaknya parpol dan banyaknya peserta bukakah semakin membuat pusaing masyarakat. Anaslisanya, masyarakat akan semakin jauh dari keseriusan dan jauh dari obyektifitas untuk menentukan pilihan. Disatu sisi bingung mengingat nama partai dan nama sejumlah caleg di sisi lain mereka kebingungan dengan sistem contereng itu sendiri. Satu bukti lagi ketidak mawsan dari penyelenggara pemilu dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dekat Dengan Kegagalan &amp; Kemampuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari rangkaian ini, mengemukakan bahwa KPU telah gagal melaksanakan pedoman, jadwal, dan tahapan yang disusunnya sendiri. Tidak memperispakan dengan matang, tidak berpegangan dengan aturan yang sudah dibuat dan satu lagi kejelasan dari sikap penyelenggara lemah mengahadapi tekanan dan tidak tegas menjalankan apa yang sudah menjadi petunjuk pelaksanaan Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai dengan menghadapi tekanan merubah aturan-atarun maian Pemilu, saat ini KPU sedang disibukkan dengan tahapan logistik yang kemudian berujung pada masalah anggaran. Masalahnya pemilu bukan mengenai siap atau tidak siap untuk berhenti. Ada tugas besar yang menanti, yaitu menyiapkan jalan bagi pemimpin negara yang mampu mengubah bangsa ini menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kegagalan pemilu semakin dekat saja jika tidak ada antispasi dari penyelenggara itu sediri dan terutama pemerintah. Dan memang kenyataannya sejauh ini, mereka lupa akan satu prinsip Pemilu, “Bagaimana menjaga dan mencerdasakan pemilih”. Kalau apa yang dilakukan penyelenggara malah mempersulit dan membingungkan pemilih tentunya ini tanda-tanda kegagalan dari KPU yang pekerjaan mereka bukan pekerjaan teknis tapi amanah menjalankan aturan Pemilu yang sudah di buat dan dipersiapakan.&lt;br /&gt;Terakhir bicara kemampuan, Kalau melihat persoalan yang dihadapi KPU, tidak lepas dari kemampuan personal Anggota KPU. Seharusnya, ketika tahu tugas da kewajibannya dan apa yang harus dipersiapakan penyelenggara untuk pemilu sudah diperhtungkan dan cukup ditaati dan di jaga aturan-aturan tersebut. Sebab bangsa ini sedang menunggu pemimpin negara yang membawa perubahan lebih baik bagi masyarakat dan harapa itu ada di tangan KPU. (**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-1965161229735944769?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/1965161229735944769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=1965161229735944769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1965161229735944769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1965161229735944769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/penyelenggara-pemilu-lemah-persiapan.html' title='Penyelenggara Pemilu Lemah Persiapan'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXmrEXRjs1I/AAAAAAAAASw/6zJNgh2yJns/s72-c/Atribut+Sosialisasi+Pemilu+Baru+dipasang+di+Kantor+KPU,+Belum+ada+sosialisasi+lanjutan+oleh+KPU+kepada+Masyarakat,+Sanusi,+15-01-09+(3).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-9200522349663852292</id><published>2009-01-22T04:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T04:33:56.474-08:00</updated><title type='text'>Partai Baru Mengancam PKS di Perkotaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhnkSk8yvI/AAAAAAAAASo/I7-bdyNZjcw/s1600-h/Satpol+PP+Kota+Serang+Terus+Sikat+Atribut+Kampanye+Caleg,+Sanusi,+15-01-09+(5).JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhnkSk8yvI/AAAAAAAAASo/I7-bdyNZjcw/s200/Satpol+PP+Kota+Serang+Terus+Sikat+Atribut+Kampanye+Caleg,+Sanusi,+15-01-09+(5).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294095235133786866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hasil Survei PKS Masih 80 Persen Masyarakat Pilih PKS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SERANG, TRIBUN—&lt;/span&gt;Kendati hasil survei di Banten menunjukkanPKS mengalamai penurunan suara di wilayah perkotaan, Sekretaris DPW PKS Banten, Miftahuddin mengkalaim untuk wilayah perkotaan pihaknya masih mendominasi dengan perolehan suara hampair 80 persen. Demikian diungkapkanya berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan PKS Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk wilayah perkotaan, survei kami mengindikasikan PKS masih mendominasi suara di perkotaan. Walaupun ada sebagain besar pemilih yang tidak minat terhadap PKS namun jumlahnya sangat kecil. Jadai hasil survei bahwa PKS menurun itu tidak seburuk yang diperkirakan. Sebab kami masih memiliki 80 persen suara di perkotaan,” terang Miftahudin melalu pesan siangkat kepada Tangerang Tribun, Senin (19/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mulai berkembanganya suara partai menengah di wilayah perkotaan tidak membuat PKS khawatir. Berdasarkan kantong suara yang dimiliki partai ini, PKS memiliki kader yang cukup militan untuk mengamankan suara yang sudah dihimpunnya menjelang Pemilu 2009. Adapun pesaing-pesaingnya di wilayah perkotaan seperti PAN, Hanura, Gerindara dan Demokrat, PKS tidak akan menanggapinya secara simultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang pasti semua partai adalah kompetitor dalam perhelatan pemilu kali ini. Sebab dengan sistem suara terbanyak yang diputuskan MK (mahkamah Konstitusi, red) semua partai baru semakin menggeliat dan hanya di wilayah perkotaan yang dapat secara obyektif menilai kader-kader partai yang pantas. Sedangkan keunggulan PKS adalah memiliki kader yang sudah terbentuk tidak seperti partai lain yang mengandalkan suara mengambang di perkotaan,” bebernya sambil mengatakan, kader yang diusung PKS juga cukup berkenan dan dekat di hati masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun cukup yakin dengan hasil survei internal partainya, Miftahudin mengakui memang di beberapa daerah, pemilih PKS yang pada pemilu 2004 masih memilih PKS sudah mulai bertebaran dan pindah haluan ke partai lain. Dan diakuinya pula, kebanyakan memang pindah ke partai berideologis nasionalis, seperti Demokrat, Golkar dan partai baru peserta pemilu. Namun jumlahnya tidaklah signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kalau hasil survei kita terbukti 80 persen suara di perkotaan masih cenderung memilih PKS, sisianya memang pindah ke partai lain. Dan umumnya perpindahan pemilih tersebut tidaklah dominan, karena hanya sedikit sekali jumlahnya,” imbuh dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung menurunnya suara PKS karena manuver politik mereka sendiri, dikatakan olehnya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab katanya, 20 persen pemilih yang keluar dari PKS ke partai lain juga dibarengai dengan masuknya pemilih mengambang lain yang sebelumnya tidak memiliki afiliasi langsung kepada partai. “Kalau dikatakan seperti itu bisa saja terjadi. Namun berdasakan hasil survei kami juga ada peningkatan suara dari pemilih yang sebelumnya tidak memilih PKS masuk ke lingkaran kader kami. Jadi pada dasarnya tidak ada perubahan signifikan,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Konsultan Strategi Politik Fox Indonesia pada peneliti Lembaga Survei Indonesia selama beberapa minggu belakangan, dinyatakan bahwa PKS sudah mengalami penurunan. Pasalnya sebagai besar pemilih di perkotaan sudah mulai melihat potensi partai-partai baru peserta pemilu dan mengalihkan kecenderungan pilihan mereka kepada partai baru ini. “Nampaknya, untuk pemilu 2009 PKS harus bersaing dengan partai seperti PMB, PAN, Hanura dan Gerindra untuk di perkotaan. Dan menurut survei kami ada kecenderungan menurun yang dialami PKS. Ini tergantung PKS bisa menjaga konstituen mereka untuk mengamankan suara di perkotaan yang selama ini menjadi basis suara mereka,” tukas Direktur Lembaga Konsultan Strategi Politik Fox Indonesia pada peneliti Lembaga Survei Indonesia, Uday Suhada. (Sns)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-9200522349663852292?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/9200522349663852292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=9200522349663852292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/9200522349663852292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/9200522349663852292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/partai-baru-mengancam-pks-di-perkotaan.html' title='Partai Baru Mengancam PKS di Perkotaan'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhnkSk8yvI/AAAAAAAAASo/I7-bdyNZjcw/s72-c/Satpol+PP+Kota+Serang+Terus+Sikat+Atribut+Kampanye+Caleg,+Sanusi,+15-01-09+(5).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8573335973137021318</id><published>2009-01-22T04:28:00.001-08:00</published><updated>2009-01-22T04:29:50.362-08:00</updated><title type='text'>Berikan Asuransi Jiwa, Gerindra Kebanjiran Anggota</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhmrLFsDxI/AAAAAAAAASg/7F72g6sXlYE/s1600-h/Gerindara+Berikan+Kartu+Anggota+berasuransi,+banyak+peminat+yang+masuk+Gerindra+karena+jaminan+asuransi+tersebut,+Sanusi,+22-01-09+(3).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhmrLFsDxI/AAAAAAAAASg/7F72g6sXlYE/s320/Gerindara+Berikan+Kartu+Anggota+berasuransi,+banyak+peminat+yang+masuk+Gerindra+karena+jaminan+asuransi+tersebut,+Sanusi,+22-01-09+(3).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294094253871075090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SERANG, TRIBUN—&lt;/span&gt;Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Banten mulai kebanjiran anggota, pasalnya, partai besutan Prabowo Subiato ini berani berikan jaminan asuransi jiwa bagi para anggotanya. Kamis (22/1) sedikitnya 150 orang warga Kecamatan Cipocok Jaya suka rela jadi kader partai Gerindra dengan iming-imingan asuransi jiwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan, Bendahara Gerindra Banten, Encop Sopiya satu bukti keseriusan Gerindara konsen untuk memperhatikan masyarakat dimulai dari memperhatikan anggotanya. Denga memberikan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa pihaknya ingin ada bukti konkret sebelum mereka memperjuangkan masyarakat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak akan memberikan janji kepada masyarakat dan akan kami berikan buktinya saja. Salah satu bukti yang sudah dilakukan Gerindra adalah dengan memberikan pelayanan asuransi jiwa kepada para anggota dan kadernya yang tercatat dalam data base kami,” terangnya kepada Tangerang Tribun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan oleh Caleg DPRD Provinsi Banten asal partai ini, Tabrani Syabirin, dalam upaya melakukan pendekatan kepada masyarakat saat ini memang dibutuhkan pendekatan cara lain. Ditengah kesulitan masyarakat yang semakin hebat dengan hantaman krisis global ini ada satu jaminan yang diinginkan masyarakat dari keberadaan partai tempat penyaluran aspirasi politik mereka. Dan partai Gerindra dalam hal ini telah selangkah lebih maju dari partai lain dalam memberikan jaminan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada satu partai pun selain partai ini (Gerindra, red) yang berani berikan jaminan keselamatan kepada anggotanya. Dan ini juga bagian program yang akan kami kembangkan kemudian untuk seluruh masyarakat Indonesi,” terang Dosen UIN Syarif Hidayatullah Ciputat ini sambil mengatakan, tidak heran kalau banyak masyarakat yang dengan suka rela masuk Gerindra dengan harapan ada jaminan tersebut. (Sns)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8573335973137021318?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8573335973137021318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8573335973137021318' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8573335973137021318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8573335973137021318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/berikan-asuransi-jiwa-gerindra.html' title='Berikan Asuransi Jiwa, Gerindra Kebanjiran Anggota'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhmrLFsDxI/AAAAAAAAASg/7F72g6sXlYE/s72-c/Gerindara+Berikan+Kartu+Anggota+berasuransi,+banyak+peminat+yang+masuk+Gerindra+karena+jaminan+asuransi+tersebut,+Sanusi,+22-01-09+(3).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3239768519654126904</id><published>2009-01-22T04:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T04:27:28.509-08:00</updated><title type='text'>Pelanggaran Kampanye Di Banten Catat Rekor Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhmBWMS-sI/AAAAAAAAASY/gJwFGLoXCgc/s1600-h/Atribut+di+Papan+Reklame+nampaknya+diperbolehkan+oleh+Panwas,+Sanusi,+22-01-09.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhmBWMS-sI/AAAAAAAAASY/gJwFGLoXCgc/s320/Atribut+di+Papan+Reklame+nampaknya+diperbolehkan+oleh+Panwas,+Sanusi,+22-01-09.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294093535297075906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;40 Persen Atribut Kampenye Belum Ditertibkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SERANG, TRIBUN—Pelanggaran kampanye dalam pemilihan umum (pemilu) tahun ini tercatat yang tertinggi dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Data yang dihimpun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) se-Provisi Banten kurun Oktober tahun lalu hingga 19 Januari 2009 tercatat hampir 137 pelanggaran berbagai macam jenis dilaporkan, dan 80 persen diantaranya adalah pelanggaran dalam bentuk kampanye yang dilakukan sejumlah peserta pemilu baik partai politik (parpol) maupun perseorangan, Anggota DPD dan calon anggota legislatif (caleg).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data yang dihimpun, di Kota Serang misalnya, Panwaslu setempat menemukan berbagai jenis atribut kampanye yang melanggar aturan. Banyak peserta pemilu yang dengan seenaknya menempatkan atribut kampanyenya di sembarang tempat, bahkan di jalur protokol dan sarana pemerintahan lain, rumah peribadatang serta gedung-gedung sekolah yang jelas-jelas tidak diperkenankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh, di salah satu jalur protokol Kota Serang Jln Abdul Hadi Kobon Jahe, ditemukan spanduk besar atas nama H Kasnawi oleh Panwaslu Kota Serang. Dan berdasarkan aturan KPU Nomor 19 Tahun 2008 Pasal 13 Ayat 5 huruf B, dan atau Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 Pasal 84 Ayat 1 Huruf H pemasangan di lokasi tersebut tidak diperkenankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Serupa Juga didapati di Kabupaten Serang, seperti pemasangan atribut kampanye di pasar. Di Kabupaten Pandegelang berupa pemasangan atribut kampanye di jalur protokol, Jln. Raya Labuan, Pasar Baros dan kampanye dengan menggunakan fasilitas pemerintah berupa pembagian fresh money. Sedangkan di Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, Kota/Kabupaten Tangerang, pelanggaran dengan kasus yang sama juga di temukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami juga kebingungan dengan ulah para peserta pemilu ini. Bukankah informasi dan sosialisasai yang dilakukan penyelenggara kepada parpol dan peserta pemilu lainnya sudah di sampaikan dengan salah satu poinnya adalah, pelarangan memasang atribut di beberapa tempat terlarang seperti, jalur protokol, rumah ibadah, sekolah serta pasar. Namun semakin hari semakin banyak saja yang justru melanggaranya. Kalau tujuannya untuk mengejar populeritas justru salah,” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Serang, Badrudin saat ditemu Tangerang Tribun, Rabu (21/1) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, semakin bertambahnya pelangaran kampanye ini juga menambah sulit pihak penyelenggara seperti Panwalu untuk melakukan penertiban. “Bukan penertibannya yang sulit kami lakukan, namun setelah ditertibkan bukan semakin membuat peserta kapok justru semakin bertambah banyak. Ini yang merepotan kami,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Anggota Panwaslu Provinsi Banten, Taufik Hidayat mengharapkan ada kesadaran yang berlebih dari para peserta ini untuk mentaati peraturan yang sudah dibuat bersama tersebut. Sehingga pelanggaran yang mereka lakukan bukan senakin hari semakin bertambah namun dapat diminimalisir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelanggaran yang kami himpun ini rekor dalam pemilu di Banten. Hingga pertengahan pemilu saja sudah ratusan pelangaran yang masuk dan kami temukan langsung. Jadi kalau bukan kesadaran pesertanya, kedepan akan semakin banyak saja pelanggaran seperti ini,” ujarnya sambil mengatakan, itu baru yang tercatat saja, yang belum tercatan dan tidak terawasi mungkin masih banyak lagi jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pelanggaran adaministrasi lainnya juga banyak ditemukan, hanya saja jumlahnya tidak sebanding dengan pelanggaran administratif berupa pelanggaran kampanye. Dijelaskan olehnya, ada pelanggaran administratif berupa ketidak tepatan dan ketidak lengkapan dokumen pencalegan. “Tapi yang seperti itu sudah di selesaikan sebelum ditetapkannya DCT (daftar celeg tetap, red). Nah yang terbanyak yang baru-baru ini ditemukan justru pelanggaran administratif berupa pelanggaran kampanye,” ungkap Taufik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Data Pelanggaran Pemilu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Per- Oktober 2008-Januari 2009&lt;br /&gt;Panwaslu Kab. Serang      : 2 Pelanggaran (100 % pelanggaran kampanye)&lt;br /&gt;Panwaslu Kota Serang      : 31 Pelanggaran ( 80 % pelanggaran kampanye)&lt;br /&gt;Panwaslu Kab. Lebak       : 17 Pelanggaran ( 70 % pelanggaran kampanye)&lt;br /&gt;Panwaslu Kab. Pandegelang : 18 Pelanggaran ( 60 % pelanggaran administratif)&lt;br /&gt;Panwaslu Kota Cilegon     : 8 Pelanggaran ( 90 % pelanggaran kampanye)&lt;br /&gt;Panwaslu Kab. Tangerang   : 4 Pelanggaran (100 % pelanggaran kampanye)&lt;br /&gt;Panwaslu Kota Tangerang   : 6 Pelanggaran (100 % pelanggaran kampanye)&lt;br /&gt;Panwaslu Prov. Banten     : 71 Pelanggaran ( 80% pelanggaran kampanye)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumber : Panwaslu se-Banten&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3239768519654126904?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3239768519654126904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3239768519654126904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3239768519654126904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3239768519654126904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/pelanggaran-kampanye-di-banten-catat.html' title='Pelanggaran Kampanye Di Banten Catat Rekor Baru'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhmBWMS-sI/AAAAAAAAASY/gJwFGLoXCgc/s72-c/Atribut+di+Papan+Reklame+nampaknya+diperbolehkan+oleh+Panwas,+Sanusi,+22-01-09.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-2548441541933860253</id><published>2009-01-22T03:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T03:18:07.257-08:00</updated><title type='text'>Dalam Dunia Hiburan, Artis Juga Berpolitik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhVNNBEANI/AAAAAAAAASQ/9lYY53gffBA/s1600-h/Miing+Bagito+(Tb+Dedi+Suwandi+Gumelar)+mendapatkan+Selamat+dari+35+PAC+Pandegelang,+Sanusi,+22-01-09+(3).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhVNNBEANI/AAAAAAAAASQ/9lYY53gffBA/s320/Miing+Bagito+(Tb+Dedi+Suwandi+Gumelar)+mendapatkan+Selamat+dari+35+PAC+Pandegelang,+Sanusi,+22-01-09+(3).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294075047294795986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Hasil Wawancara Dengan Tb Dedi Suwandi Gumelar/Mi'ing Bagito)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam layar televisi kehidupan keseharian sosok pelawak memang identik dengan ketidak cerdasan dan selalu penuh dengan banyolan. Sehingga wajar saja jika merebaknya artis atau pelawak kedalam dunia perpolitikan kita menjadi semacam dagelan saja dan lebih dekat dengan keinginan sejumlah partai politik (parpol) merenguk suara sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan populeritas pelawak atau artis ini semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kehidupan artis dalam kehidupan nyata, dimana bukan isaoan jempol lagi kalau saat ini banyak pula artis yang identik dengan panggung hiburan ini mulai dapat menunjukkan kemahiranya dalam memimpin dan berpolitik. Tengok saja, Rano Karno di Kabupaten Tangerang yang bersangkutan dapat menempati posisi orang nomor dua, Wakil Bupati Tangerang. Ada lagi Dede Yusuf di Jawa Barat, yang bersangkutan bisa menjadi wakil gubernurnya Jawa Barat. Dan baru-baru ini Saipul Jamil yang masih belum beruntung di Kota Serang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat semua itu, ada tanggapan pesimis sekaligus kebanggaan tersendiri bagi artis atau pelawak yang  mulai semakin banyak terjuan di dunia politik, tidak tanggung-tanggung ada juga yang menjadi pimpinan partai di suatu daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, kebetulan atau memang memiliki kemampuan untuk itu. Menjawab hal tersebut, inilah hasil wawancara Reporter Tangerang Tribun, Sanusi Pane dengan Ketua DPC PDIP Kabupaten Pandegelang terbaru, Tb Dedi Suwandi Gumelar yang lebih akrab di sapa Mi'ing Bagito usai dikukuhkan menjadi Ketua DPC PDIP Pandegelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tangerang Tribun :&lt;/span&gt; Mengapa nada tertarik dalam dunia politik? Padahal anda lebih dikenal sebagai pelawak?  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mi'ing Bagito :&lt;/span&gt; Pada dasarnya, manusia ini adalah zone politicon, itu artinya manusia adalah produk politik dan memang harus berpolitik. Sehingga siapapun itu manusianya, artis kah, pelawak kah, petani, pejabat dan siapapun mereka maka, sah-sah saja menggeluti dunia politik. Sebab prinsipnya selama orang yang menggeluti propesi tersebut masih manusia dan akan memiliki naluri alamiah berpolitik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tangerang Tribun : &lt;/span&gt;Nampaknya anda cukup hapal dengan logika-logika politik, lalu tujuan anada masuk dunia politik apa?  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mi'ing Bagito :&lt;/span&gt; Satu yang saya lihat dari politik, kekuasaan dan kearah yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Sebab tujuan orang merebut kekuasaan adalah ingin memberikan yang terbaik karena dia melihat ada yag salah dengan kekuasaan sekarang. Sehingga, hasil telaah saya beberapa tahun yang lalu, pada tahun 2003 tepatnya saya mulai di ajak Taufik Kiemas (suami Megawati Soekarnoputri, red) untuk membawa perubahan tersebut. Lama menimbang akhirnya memang benar, ingin merubah sesuatu ya dengan politik. Dan jangan salah, pelawak juga berpolitik loh.. hehee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tangerang Tribun :&lt;/span&gt; Kelihatannya anda cukup yakin dengan jalan baru ini, bagaimana cibiran bahwa artsi hanya akal-akalan partai untuk merebut suara karena sudah populer?  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mi'ing Bagito :&lt;/span&gt; Itu kan kata orang yang melihat kami tidak punya kualitas. Buktinya banyak sahabat kami dari kalangan artis ini yang mampu konsisten dengan dunia politiknya. Di DPR RI misalnya, mereka aman dan tidak pernah terlibat kasus korupsi dan lain sebagianya. Sedangkan malah banyak anggota DPR RI yang bukan dari artis justru melakukan itu. Artinya, semuanya sama dan memiliki kualitas yang sama untuk melakukan perubahan bagi bangsa ini. Jangan mendikotomikan antara artis dan bukan artis lah. Lagi pula artsi sekarang cerdas-cerdas kok.. ya kan..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tangerang Tribun : &lt;/span&gt;Jabatan baru anda sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Pandegelang, apakah berat untuk anda? &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mi'ing Bagito : &lt;/span&gt;Tidak ada yang namanya mengemban jabatan tidak berat. Tanya saja pak Jayeng Rana (Ketua DPD PDIP Banten, red) pasti dia juga susah ngurus partai. Tapi adanya kemauan dan keinginan pastinya semunya akan terasa ringan. Lagi pula organisasi partai ini bukan perusahaan semuanya harus bekerja dan tidak dibayar. Ya kalau mau maju partai ya maju juga kadernya, jadi kedepan akan terasa susah-susah gampang lah..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tangerang Tribun : &lt;/span&gt;Ada Targetan Untuk Pemilu 2009? &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mi'ing Bagito :&lt;/span&gt; Pertama saya mau PDIP di Pandegelang sampe 30 persen suaranya. Yang kedua saya jadi anggota dewan di Ri sana dan yang terpenting saya bisa bermanfaat seperti orang banyak. Membawa kebahagiaan di kehidupan nyata seperti memberikan kebahagiaan dan rasa senang di kehidupan dalam kaca (televisi, red). Okey terima kasih, Tangerang Tribun. (**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-2548441541933860253?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/2548441541933860253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=2548441541933860253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2548441541933860253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2548441541933860253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/dalam-dunia-hiburan-artis-juga.html' title='Dalam Dunia Hiburan, Artis Juga Berpolitik'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXhVNNBEANI/AAAAAAAAASQ/9lYY53gffBA/s72-c/Miing+Bagito+(Tb+Dedi+Suwandi+Gumelar)+mendapatkan+Selamat+dari+35+PAC+Pandegelang,+Sanusi,+22-01-09+(3).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-4585418462833673381</id><published>2009-01-16T02:13:00.000-08:00</published><updated>2009-01-16T02:15:30.078-08:00</updated><title type='text'>Menimbang Pemenang Pemilu di Banten</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXBeNORtYUI/AAAAAAAAASI/ep5AT5az9CA/s1600-h/logo-pemilu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXBeNORtYUI/AAAAAAAAASI/ep5AT5az9CA/s320/logo-pemilu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291833143424016706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Uday Suhada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hasil Wawancara Dengan Wartawan Koran Harian Tangerang Tribun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini Banten begitu kental dengan simbol keislaman. Simbol ini kerap ditampilkan di berbagai ajang pemilihan, mulai dari pemilihan Kepala Desa hingga bupati, walikota dan gubernur. Pengaruh Islam dalam kehidupan sosial politik masyarakat Banten sudah sejak lama tertanam. Kehadiran Kerajaan Islam besar di Banten di abad ke-15 merupakan tonggak sejarah awal pengaruh itu. Kerajaan ini yang kemudian menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di tanah Jawa bagian barat. Ketika Belanda bercokol di Jawa, perlawanan pertama menentang kolonial sangat marak. Begitu pula setelahnya, peristiwa penting pergerakan hampir selalu berkaitan dengan pengaruh penting Islam yang diperankan para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah pemberontakan petani Banten pada tahun 1888, sebuah peristiwa penting yang pernah dicatat sejarawan Sartono Kartodirdjo. Penggerak utama gerakan ini adalah ulama. Namun peran dominan tokoh Islam ini kemudian melemah dan tergantikan pada masa pergerakan kemerdekaan. Ideologi nasionalisme dan sosialisme yang ditawarkan para tokoh pergerakan pun mulai ikut berkembang. Mulailah muncul persaingan ideologi Islam dengan ideologi non-Islam dalam perkembangan politik di Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi pun berubah saat Orde Baru berkuasa. Kekuatan politik Islam mulai surut. Perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam beberapa pemilu yang diselenggarakan tidak lebih dari 30-an persen. Golongan Karya (Golkar) yang merupakan kendaraan politik penguasa terus merajai dalam setiap pemilu Orde Baru. Menurunnya kekuatan politik Islam ternyata tetap saja belum mampu mengembalikannya saat kran reformasi dibuka. Pada Pemilu 1999, yang dirasa relatif lebih demokratis dari sebelumnya, perolehan suara gabungan partai berideologi Islam dan berbasis massa Islam (PPP, Partai Keadilan, PBB, PKB, PAN) ternyata belum mampu menyamai Pemilu 1955. Gabungan perolehan suara hanya 36 persen, sedangkan gabungan dua partai berhaluan nasionalis kebangsaan, seperti PDI-P dan Partai Golkar yang meraih 53 persen suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini mulai berubah lima tahun kemudian. Kekuatan politik Islam mulai bangkit. Kiprah partai-partai Islam baru, seperti PKS, turut mendongkrak perolehan suara dan mulai menyaingi partai-partai berideologi nasionalis. Perbandingannya, 40 persen untuk partai-partai Islam dan 44 persen untuk partai-partai sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Pemilu 2004 juga telah menunjukkan fenomena preferensi politik masyarakat Banten yang berkorelasi dengan kewilayahan, ekonomi maupun sosial penduduknya. Perbedaan karakteristik ekonomi wilayah utara dan selatan di Banten juga berpengaruh pada preferensi politik. Di wilayah utara (Cilegon, Serang, Tangerang) sarat dengan ekonomi modern yang digerakkan oleh sektor industri besar, wilayah selatan (Pandeglang dan Lebak) masih didominasi ekonomi primer yang bertumpu pada pertanian dan pertambangan. Faktanya kini, masih tetap saja terjadi kesenjangan ekonomi utara-selatan. Eksesnya juga terjadi pada segmentasi ke wilayah konsentrasi pemilih partai. Di sinilah partai-partai berbasis massa perkotaan mendapat tempatnya, seperti PAN, PKS, Partai Demokrat, dan Partai Golkar. Lain halnya di wilayah selatan, partai berbasis massa tradisional masih bertahan hidup dengan militansi yang cukup kuat, baik yang berideologi Islam maupun nasionalis sepertiPPP, PKB, dan PDI-P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pola basis kewilayahan dan ideologi partai tidak terjadi pada pemilu eksekutif seperti pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden, yang lebih menonjolkan ketokohan individu daripada partai. Pilpres 2004 misalnya, asumsi pola kewilayahan basis partai tidak berlaku. Pasangan Yudhoyono-Kalla yang didukung Partai Demokrat bisa meraih suara 24 % di Kabupaten Pandeglang yang merupakan basis PPP. Sedangkan Hamzah Haz yang merupakan Ketua Umum PPP hanya meraih 22.968 pemilih atau 4 % suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika merujuk pada hasil survey yang dilansir Lembaga Survey Indonesia awal tahun ini, menunjukkan kecenderungan yang menarik di tingkat nasional. Trend partai saat ini, justru menempatkan Partai Demokrat di posisi pertama dengan memiliki angka 23%, PDIP 17,1%, Golkar 13,3%, PKB 4,8%, PKS 4,0%, Gerindra 3,9%, PAN 3,4%, PPP 3,1%, Hanura 1,3%, sedangkan pemilih yang belum tahu 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja data tersebut tidak relevan jika dijadikan pijakan dasar untuk mengukur hasil pemilu 2009 di Banten. Akan tetapi sebagai bahan perbandingan, meskipun disalip oleh Partai Demokrat, posisi PDIP dan Golkar masih bercokol di papan atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Umum 2004 adalah ujian demokrasi pertama di Banten. Namun, saat ini belum waktunya berharap terlalu banyak terjadi perubahan tradisi pemilu di Banten. Hal ini akan banyak ditentukan tiga unsur elite dalam struktur sosial masyarakat Banten, yakni ulama, jawara, dan pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, percaturan politik mencatat tampilnya para jawara sebagai pengurus partai politik baru di tingkat provinsi. Kehadiran parpol-parpol baru yang pengurusnya dari unsur jawara, akan ancaman tersendiri bagi parpol lama. Sebab para tokoh jawara pada umumnya cukup dikenal masyarakat. Itu sebabnya, Golkar dan PDI-P juga tak ketinggalan merangkul kalangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menjelang Pemilu 2009, beberapa ulama terkenal di Banten juga sering muncul dalam acara-acara partai. Mereka juga mulai mendapat bantuan dari beberapa tokoh partai, meskipun tidak ada label partai dalam bantuan itu. Secara kasat mata dapat dilihat forum-forum pengajian sering dimanfaatkan parpol untuk kampanye terselubung. Pada Pemilu 1999, PDIP tampil dominan di seluruh empat kabupaten dan dua kota di Banten. Di Kabupaten Lebak yang 49,1 persen warganya tidak tamat sekolah dasar (SD), PDIP meraih 40,4 persen suara; Pandeglang 28,8 persen; Serang 26,9 persen; Kabupaten Tangerang 39,5 persen; Kota Tangerang 36,3 persen; dan Kota Cilegon 24 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kalangan pengusaha juga memiliki peran yang cukup besar, ditengah kondisi tingkat ekonomi masyarakat yang masih rendah. Masih kurangnya pendidikan politik warga mengantarkannya untuk cenderung bersikap pragmatis. Karenanya kalangan pengusaha juga menjadi rebutan partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pemilu pertama di era reformasi itu membalikkan dominasi Golkar. Partai ini hanya memperoleh 19,9 % suara di Lebak; 22 % di Pandeglang; 19% di Serang; 15,7% di Kabupaten Tangerang; 14,2% di Kota Tangerang; dan 16,3% di Kota Cilegon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, di sebagian tempat Golkar disalip oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dengan perolehan suara 24,7 persen di Pandeglang, 21 persen di Serang, 14,9 persen di Kota Tangerang, dan 22,7 persen di Cilegon, PPP tampil sebagai runner up di empat wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun partai-partai baru yang lahir di masa reformasi belum “berbicara banyak" pada Pemilu 1999. Di Serang, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meraup tak lebih dari enam persen. Di Lebak, PKB meraih 4,3 persen, PAN dan Partai Bulan Bintang (PBB) masing-masing 2,0 dan 2,6 persen. Hal serupa terjadi di Kabupaten Tangerang, dimana PAN memperoleh 8,5 persen suara; PKB, PBB dan Partai Keadilan (PK) kurang dari lima persen. Hanya Kota Cilegon yang lebih bersimpati terhadap PAN yang meraih 14,9 persen suara. Justru yang menarik, keberadaan Partai Demoktar yang kini menjadi kendaraan politik Presiden SBY dengan belanja iklan yang sangat massif dan sustainable menerobos secara konsisten dan bersaing dengan partai-partai gaek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat hubungan sikap masyarakat Banten dengan ketiga unsur elit itu, Pemilu 2009 di Banten diprediksi masih akan memberi tempat bagi parpol-parpol lama, seperti Golkar atau PDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitungan penulis, PDIP belum mampu menandingi konsolidasi Golkar di Banten, terutama dalam menggerakkan mesin-mesin pendulang suara seperti ulama, jawara, dan pengusaha. Sedangkan kiprah partai-partai Islam di Banten yang mayoritas beragama Islam, dari karakteristik masyakakat, nampaknya faktor ideologis tidak terlalu penting dalam mempengaruhi warga Banten memilih partai. Sebab pilihan politik masyarakat Banten lebih dipengaruhi pertimbangan pragmatis. PPP Banten saat ini memang dipimpin Dimyati Natakusumah sebagai Bupati Pandeglang, tapi nampaknya dimata publik popularitasnya menurun, karena lebih dari setahun ini santer aksi unjuk rasa dari berbagai lapisan masyarakat atas kasus suap dan indikasi korupsi pinjaman daerah 200 milyar dari Bank Jabar yang sering menyeret namanya dan seluruh anggota DPRD Pandeglang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari siapa yang akan menang dalam Pemilu 2009, setidaknya ada harapan baru di masyarakat Banten setelah putusan MK tentang perolehan suara terbanyak. Karena dengan demikian semua calon anggota legislatif memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi wakil rakyat, berapapun nomor urut yang ia peroleh. Hal ini pula akan menjadi penentu partai apa yang akan menjadi pemenang pada pemilu 2009 di Banten.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-4585418462833673381?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/4585418462833673381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=4585418462833673381' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/4585418462833673381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/4585418462833673381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/menimbang-pemenang-pemilu-di-banten_16.html' title='Menimbang Pemenang Pemilu di Banten'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SXBeNORtYUI/AAAAAAAAASI/ep5AT5az9CA/s72-c/logo-pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-1876378803899378787</id><published>2009-01-09T04:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T04:10:09.974-08:00</updated><title type='text'>Masyarakat Menginginkan Perbaikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWc-DLcWaWI/AAAAAAAAASA/VX8tr9XFoXc/s1600-h/Agus+Sjafari,2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWc-DLcWaWI/AAAAAAAAASA/VX8tr9XFoXc/s320/Agus+Sjafari,2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289264511702165858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;(Hasil Wawancara Dengan Analis Politik Untirta, Agus Sjafari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan mahasiswa dan masyarakat untuk melakukan pemboikotan terhadap Pemilu 2009 sebenarnya tidak memiliki urgensi untuk menggagalkan Pemilu yang kurang 90 hari lagi akan dibuka dengan pemilihan anggota legislatif, 9 April 2009 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan yang dilakukan selama ini, entah itu pemboikotan terhadap Pemilu ataupun aksi seruan Golput lebih pada bentuk kekecewaan masyarakat dan mahasiswa pada sistem Pemilu yang semakin lama semakin tidak jelas saja di Indonesia. Disampaing kekecewaan mereka kepada pemyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pemerintah yang bertanggung jawab atas suksesi sitem demkrasi ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi Pemboikotan Pemilu dan Gerakan Golput yang semakin gencar saja didengungkan oleh sejumlah kalangan tentunya tidak sepenuhnya dibenarkan, terutama oleh para elit-elit politik yang memiliki kepentingan lebih besar ketimbang masyarakat melalui Pemilu. Sebab sudah menjadi rahasia umu, dengan sistem pemilihan seperti sekarang ini dimana penentu kemenangan adalah dengan suara terbanyak, Golput akan menjadi ancaman bagi elit politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, gerakan pemboikotan Pemilu ataupun seruan Golput memiliki dua pangkal kepentingan. Pertama, sebagai bentuk perang psikologis dan ancaman bagi para pelaku politik untuk jangan main-main pada hajat demokrasi rakyat ini. Pun keinginan mereka agar penyelanggara Pemilu kali ini dapat lebih tegas memberikan perubahan mengarak pada demokratisasi yang lebih baik. dalam hal ini tentunya timbul akaibat kekecewaan yang cukup mendalam dari para pelaku aksi (boikot pemilu dan seruan golput) akan hasil-hasil Pemilu yang tidak membawa perubahan yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, keinginan perbaikan dan hasil kekecewaan itu sendiri, artinya, gerakan ini dilakukan oleh beberapa kalangan akibat kekecewaan terhadap kalangan elit, penyelenggara Pemilu, Pemerintah. &lt;br /&gt;Kekecewaan ini bisa diakibatkan karena, kalangan elit seakan hanya mencari keuntungan diatas sistem yang dibangun tidak pasti, ketentuan-ketentuan dan aturan main sendiri dibuat oleh para elit politik yang duduk di lembaga legislatif tersebut. Sehingga ada penilaian yang demikian mengecewakan masyarakat terhadap hasil Pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan terhadap penyelenggara Pemilu lebih pada ketidak profesionalan mereka. Kalau memang tujuan Pemilu ini adalah membuat kondisi masyarakat lebih baik, bukankah seharusnya sistem Pemilu dan penyelenggara Pemilu ini dapat mempertegas apa yang harus dilakukan dan bukan justru plin-plan melaksanakan Pemilu itu, satu contoh yang membuat kecewa adalah, aturan pencoblosan yang hingga saat ini membingungankan masyarakat, sosialisasi yang kurang, alasan yang mengada-ada serta yang terparah adalah, ketidak siapan dan ketidak profesionalan ini dikarenakan banyak perubahan sistem pemilu yang dilakukan penyelanggara di tengah jalan, sampai-sampai Pemilu itu sendiri ingin diundur. kalau melihat hal tersebut, masyarakat logis mana yang tidak kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemerintah, kekecewaan ini imbas dari program-program pemerintah yang tidak jalan. Banyak masyarakat yang mengharapkan perubahan pola pemerintahan dimana untuk menghasilakan pemerintah harus melalau Pemilu. Wal hasil dengan sikap pemerintah yang tidak membawa perubahan ini, jelas saja membuat kecewa para pelaku aksi yang melihat hasil Pemilu juga tidak menghasilkan pemerintah yang lebih baik. Itu sedikit gambaran besar kekecewaan masyarakat sehingga mereka memilih untuk memboikot Pemilu dan melakukan seruan golput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut pandangan bijak, sebesar apapun aksi penolakan akan sistem Pemilu saat ini, sebenarnya sadar tidak disadari bukanlah tidak adanya Pemilu dan tidak memilih saat pemilu yang diinginkan masyarakat. Masyarakat hanya menginginkan hal yang lebih baik dan lebih baik lagi dari para pelaku negara ini. Minimal ada harapan besar yakni perubahan itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal itu, alangkah lebih baiknya, seluruh ekemen bangsa ini, pemerintah, elit politik, penyelenggara Pemilu, maupun masyarakat itu sendiri bisa bercermin bahwa sistem demokrasi kita ini masih sangatlah tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Melihat hal itulah banyak aksi yang tidak diduga-duga dari beberapa elemen masyarakat yang seperti tidak menginginkan adanya Pemilu namun tidak bisa menghindari Pemilu itu dilaksanakan sebagai jalan perubahan yang diharapkan. Artinya, urgensi dari semua prilaku pemboikotan terhadap Pemilu dan aksi seruan golput hanyalah menginginkan ada desakan dari semua kalangan masyarakat untuk semua elemen bangsa ini yang turut andil dalam penyelenggaraan negara yang lebih baik lagi. (Sns)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-1876378803899378787?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/1876378803899378787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=1876378803899378787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1876378803899378787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1876378803899378787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/masyarakat-menginginkan-perbaikan.html' title='Masyarakat Menginginkan Perbaikan'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWc-DLcWaWI/AAAAAAAAASA/VX8tr9XFoXc/s72-c/Agus+Sjafari,2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-7452053226760208268</id><published>2009-01-08T04:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T04:18:55.088-08:00</updated><title type='text'>Ingin Tingkatkan Kapasitas Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWXvD7iACpI/AAAAAAAAAR4/hTNVh6mYEyA/s1600-h/Encop+Sopiya+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWXvD7iACpI/AAAAAAAAAR4/hTNVh6mYEyA/s320/Encop+Sopiya+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288896188215462546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Hasil Wawancara dengan Aktivis Perempuan, Lembaga Kajian Islam untuk Keadilan Perempuan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Encop Sopiya, Sarjana Ilmu Politik lulusan Hawai University, melihat keadilan sejati belum didapatkan oleh kaum permpuan di segala bidang adalah kesan pertama ketika perempuan kelahiran Serang, 3 April 1971 ini masuk kedalam salah satu lembaga kajian perempuan semasa kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendalami kajian tentang perempuan di Lembaga Solideritas Perempuan, barulah ia menyadari bahwa mulai dari sistem sosial, budaya, politik dan agama, kaum  perempuan selalu menjadi makhluk kelas dua setelah pria. Dan dari sinilah rasa ingin menyetarakan kemampuan antar gender ini ia perjuangkan bersama kawan-kawannya. &lt;br /&gt;Dia melihat, ada kesan yang tidak enak ketika ada perempuan yang mencoba masuk ke dunia yang selalu identik dengan dunianya kaum laki-laki hal tersebut pula yang melatar belakangi ibu satu anak ini terjun langsung di gerakan-gerakan perempuan. Sampai akhirnya ia merasa, bahwa meningkatkan kapasitas dan kualitas perempuanlah satu-satunya jalan untuk mengantarkan perempuan ini menyetarakan diri antar gender. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perempuan dimanapun mereka berada, selalu dilihat sisi senualitasnya saja sebagai pemanis, penghibur dan pelangkap segala aspek yang ada di negara kita. Padahal, melihat hal dan kewajibannya dalam negara saja, tidak pernah ada yang membeda-bedakan antara perempuan dan laki-laki. Sehingga wajar jika saat ini banyak perempuan yang ingin menunjukkan kesetaraan mereka,” petiknya saat ditemui Harian Umum Tangerang Tribun di kediamannya, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wanita yang tergolong sukses menjalankan bisnis dan menjadi penopang ekonomi keluarga ini bertutur bahwa, kesempatan perempuan untuk mendapatkan keadilan sesungguhnya semakin terbuka luas jika hanya kaum perempuan ini ingin mandiri dan menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kemampuan setara dengan kaum yang lain. Salah satu yang harus didorong oleh kaum perempuan ini adalah bagaimana terus menerus meingkatkan kapsitas, integritas dan kualitas mereka pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semakin banyak perempuan yang berusaha meningkatkan kapasitas dan jati diri mereka serta mengusi aspek kehidupan mereka dengan menunjukkan kualitas, hal tersebut akan semakin membuka mata dunia bahwa perempuan juga makhluk yang sama yang mempunyai kesempatan yang juga sama untuk berkonstribusi terhadap pembangunan bangsa,” rurutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kesan yang selalu menyatakan perempuan adalah makhluk nomor dua, memang seharusnya perempuan sendiri yang mendobraknya. Artinya, lanjut dia, perempuan harus mampu menunjukkan kemampuannya dalam segala hal, dalam dunia politik misalnya, masuknya perempuan dalam dunia politik ini lantas bukan berarti perempuan hanya kebetulan saja, namun benar, benar memiliki kapasitas untuk dipilih dan memiliki kemampuan yang setara dengan kaum laki-laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sama halnya di bidang-bidang yang lain. Pengalaman saya mengatakan, perempuan yang ada dalam suatu lembaga, dalam suatu wilayah yang konon hanyalah dunia yang pantas buat laki-laki hanya sebagai pelangkap. Dan hal ini yang harus didobrak perempuan sendiri,” ujarnya.&lt;br /&gt;Diceritakan olehnya, awalnya hal demikian juga pernah dialaminya, namun lambat laun orang-orang yang yang mengagap bahwa perempuan tidaklah cocok berad di “dunia” laki-laki tersebut terkikis dengan sendirinya. Pasalnya, selain bisa menunjukkan kemapuannya, mengasah dan terus mengasah kemampuan tersebut yang mendorong orang bisa menerima keberadaannya di dunianya yang sekarang ini digeluti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya apa, selama kita memiliki kapasitas dan kemampuan bahwa kita bisa setara dan kita mampu melakukan aktifitas, kerjaan dan bahkan kegiatan yang biasa dilakukan laki-laki ini tidak perlu ada rasa khawatir untuk kita geluti. Apalagi arus positif keterbukaan tersebut sudah mulai terlihat dan ada perkembangan signifikan di Banten ini,” katanya seraya ingin menularkan rasa percaya diri bahwa perempuan itu mampu kepada wanita-wanita lainnya di Banten ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang perlu diingat, lanjutnya, kesetaraan gender tidak hanya menguntungkan wanita, namun juga kaum pria. Kuncinya, kaum hawa harus mencapai kemandirian intelaktual dan kemandirian finansial terlebih dahulu. Sebab tambahnya, tidak bisa dimungkiri, kini perempuan pun menjadi tulang punggung keluarga. Dan hal ini harus diakui oleh masyarakat secara sosial budaya maupun agama bahwa dengan keunikan masing-masing antara laki-laki dan perempuan dapat berada diatas dan dapat berada sebaliknya dengan kasitas serta kualitas yang dimilikinya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang harus disadari, kesetaraan tidak bisa terwujud jika tidak melibatkan pria. Sebab, antara pria dan wanita sama-sama diuntungkan dengan adanya kesetaraan gender. Dengan asumsi, harus ada penerimaan bentuk keunggulan perempuan jika memang perempuan itu mampu secara kualitas untuk melebihi kaum laki-laki,” bebernya serya menegaskan, kedua pihak antara pria dan wanita memiliki peran yang unik sehingga tidak bisa dikatakan yang satu mendominasi yang lain. Keduanya harus setara dan bekerja sama untuk mencapai kesetaraan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Banyak Perubahan yang Bisa Dilakuakan Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semakin terbukanya alam demokrasi dan kesempatan wanita berkreasi dan menunjukkan kemampuannya dalam banyak bidang, sosial, ekonomi, politik dan budaya, menurut Ketua Divisi Perempuan pada Lembaga Ilmu-Ilmu Sosial Transformatif (L-PIST) Encop Sopiya harusnya dapat membangkitkan dan memotivasi perempuan untuk lebih mengembangkan diri lagi guna menyetarakan kewajiban dan haknya mereka di mata negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dikatakan oleh mantan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini, dengan dibukanya kran tersebut banyak hal yang bisa dilakukan perempuan untuk mengubah wajah serta pandangan masyarakat bahwa perempuan juga dapat menjadi sosok penting dalam pembangunan berbangsa dan bernegara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perubahan bukan hanya milik kaum laki-laki. Perunahan ini juga bisa dilakukan kaum prempuan dan lebih dari itu, dengan sensitifitas perempuan, banyak hal yang tidak dirasakan kaum laki-laki untuk dirubah justru bisa dilakukan kaum perempuan,” katanya saat ditemu Tangerang Tribun di kedai kopi milik wanita yang mulai terjun ke dunia politik praktis di tahun 2009 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendahara Umum DPD Partai Gerindra Provinsi Banten ini mengungkapkan, belenggu aktivitas perempuan di kancah politik dan ekonomi saat ini sudah mulai terkikis. Dan ini kesempatan yang harusnya bisa dimanfaatkan kaum perempuan untuk menunjukkan kapasitasnya. Sebab katanya, walaupun belum sepenuhnya belenggu itu terlepas, ada upaya yang harus dilakukan. “Kaluu bukan sekarang kapan lagi. Sudah banyak tokoh-tokoh perempuan baik dari kalangan muslim atupun non-muslim yang sudah berjuang untuk mencapai kesetaraan gender ini yang perlu diteruskan oleh kaum perempuan saat ini,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk politik, ada trend positif yang sangat menguntungkan kaum perempuan Indonesia,  dimana kran demokrasi dan kesetaraan tersebut sudah sangat luas diberikan negara ini. Menutnya ini adalah keberhasilan panomenal bangsa Indonesia untuk menyetarakan hak dan kewajiban warganya dalam membangun negeri. “Dimulai dari dunia ekonomi, merembah ke dunia politik, dan banyak lagi kedepan yang dapat dilakukan perempuan untuk melakukan perubahan dan mengisi kesempatan tersebut kedepan,” pungkasnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(**)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-7452053226760208268?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/7452053226760208268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=7452053226760208268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7452053226760208268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7452053226760208268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/ingin-tingkatkan-kapasitas-perempuan.html' title='Ingin Tingkatkan Kapasitas Perempuan'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWXvD7iACpI/AAAAAAAAAR4/hTNVh6mYEyA/s72-c/Encop+Sopiya+(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-2066556219635053553</id><published>2009-01-07T03:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T03:52:10.866-08:00</updated><title type='text'>Akibat Banyak Partai, Warga Bingung, Pemilih Mengambang Semakin Bertambah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWSXHqDhUfI/AAAAAAAAARw/cklH-VntKA4/s1600-h/Santunan+Anak+Yatim,+Caleg+Perempuan+Gerindra,+Sanusi,+7-01-09.jpg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWSXHqDhUfI/AAAAAAAAARw/cklH-VntKA4/s320/Santunan+Anak+Yatim,+Caleg+Perempuan+Gerindra,+Sanusi,+7-01-09.jpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288518020243739122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(hasil waancara dengan warga Kota Serang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Kota Serang ngaku semakin bingung dengan sistem Pemilihan Umum (Pemilu) saat ini. Bahkan bukan hanya sistem pemilihannya saja yang mereka bingungkan, semakin banyaknya partai politik (parpol) peserta Pemilu juga menjadi satu masalah untuk mereka menentukan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingungnya menentukan pilihan diungkapkan oleh Kusno (37) satu warga Lingkungan Turus, Desa Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang kepada Tangerang Tribun, Rabu (7/1) kemarin. Menurutnya, masyarakat saat ini termasuk dirinya bingung untuk menentukan pilihan akibat belum jelasnya partai-partai peserta Pemilu dan masih minimnya gerakan yang dilakukan caleg untuk meyakinkan masyarakat untuk dipilih oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah kalo ditanya mau pilih partai mana, saya udah kebingungan. Partainya banyak. Dan ga kenal satu-satu,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengakui, bahwa masyarakat sekarang masih banyak yang terpola untuk memilih jika ada kejelasan dari calon yang maju. Sehingga partai tidak menjadi penting lagi. Selain itu, siapa yang memberi lebih menurutnya akan dipilih sesuai dengan pola yang masih berkembang dimasyarakat ini. “Kalau saya sih akan pilih yang jelas-jelas saja (membeikan sesuatu, red). Kalau kenal tapi ga pasti juga ga pasti saya pilih,” akunya jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, salah satu Ketua RW Lingkungan yang sama, Didik (35) mengungkapkan, miris memang melihat Pemilu saat ini. Semakin banyak partai bukan semakin membuat masyarakat di daerahnya mengerti tentang Pemilu justru semakin bertambah bingung. Yang membingungkan katanya, partai tidak memiliki basis konstituen yang jelas. Atau artinya, semakin sedikit saja yang panatik dengan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau dulu, saya melihat di kampong ini, Golkar, PPP dan PDIP masih dikenal masyarakat, tapi sekarang sudah tidak terlalu. Sebab sekarang nomor-nomor urut partai juga kan berubah. Padahal dulu orang-orang tua disini kenalnya, nomor 1, 2 dan 3 (PPP, Golkar dan PDIP, red)” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya dengan sistem Pemilu yang sudah berubah, Didik mengatakan hal tersebut yang membuat pihaknya bingung juga, sistem mencoblos saat ini suda tidak berlaku lagi. “Yang saya tau sekarang dengan mencoblos yah?” katanya balik bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kebingungan masyarakat dengan banyaknya partai dan sistem pemilihan yang sudah berubah, seperti diberitakan sebelumnya, baik penyelenggara maupun peserta Pemilu diketahui masih belum banyak melakukan sosialisasi. Hal ini juga yang menurut pengamat politik dari Lingkar Madani ( Lima ) Banten, Adi Prayitno sangat disayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, seharusnya dengan semakin bayak partai dan sistem regulasi Pemilu yang sudah sering dilakukan penyelenggara Pemilu bukan malah membingungkan masyarakat. Dia menilai, pasti ada kesalahan persepsi antara program yang harusnya dilaksanakan penyelenggara dengan target program tersebut yakni pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seharusnya jauh-jauh hari hal ini sudah diantisipasi oleh penyelenggara. Dan untuk para peserta jangan hanya turun kemasyarakat untuk mendapatkan suara, namun berikan juga pemahaman dan pencerahan politik maupun Pemilu kepada pemiluh ini,” imbuh dia seraya mengakhiri, jangan sampai kebingungan ini semakin menambah jumlah golput dan pemilih mengambang dan menggagalkan perkembangan demokratis di negeri ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-2066556219635053553?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/2066556219635053553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=2066556219635053553' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2066556219635053553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2066556219635053553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/akibat-banyak-partai-warga-bingung.html' title='Akibat Banyak Partai, Warga Bingung, Pemilih Mengambang Semakin Bertambah'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWSXHqDhUfI/AAAAAAAAARw/cklH-VntKA4/s72-c/Santunan+Anak+Yatim,+Caleg+Perempuan+Gerindra,+Sanusi,+7-01-09.jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-4423744468558938866</id><published>2009-01-05T05:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:05:24.258-08:00</updated><title type='text'>BerharapKeseriusan KPU Pusat Dan Pemerintah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWIFh4UCLbI/AAAAAAAAARo/J8ezlkh1yKc/s1600-h/dalam+waktu+atribut+kampanye+liar+akan+ditertibkan+Panwaslu+dan+Tim+gabungan,+Sanusi,+05-01-09+003+(2).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWIFh4UCLbI/AAAAAAAAARo/J8ezlkh1yKc/s320/dalam+waktu+atribut+kampanye+liar+akan+ditertibkan+Panwaslu+dan+Tim+gabungan,+Sanusi,+05-01-09+003+(2).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287794992096619954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Hasil wawancara dengan Hambali, Ketua KPU Banten)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertambah dekatnya waktu pelaksanaan Pemillhan Umum (Pemilu) 2009 yang sudah tertinggal hitungan kurang dari 3 bulan ini, banyak sekali kegiatan yang harus dilaksanakan penyelenggara Pemilu. Hanya saja, sebagai penyelenggara di tingkat daerah tingkat I, seperti Provinsi Banten ini kenyataannya perjalanan tahapan Pemilu tidak sesuai yang diharapkan. Terbukti masih banyak sekali program-program yang harusnya dijalanan dan dilaksanakan terbentur hal-hal krusial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan sebuah agenda seperti Sosialisi Pemilu, Upgreting Data Pemilih, Penetapan Jumlah Tempat Pemungtan Suara (TPS), dan Bimbingan Teknis (Bintek) serta beberapa tahapan Pemilu lainnya hingga Pemungutan dan Penghitungan Suara bagi penyelenggara Pemilu di daerah tidaklah terlepas dari tersedianya sumber dan adanya akomodasi untuk itu semua. Namun diakui, pemenuhan segala kebutuhan sumber dana untuk seluruh kegiatan tersebut dinilai lamban dipenuhi oleh KPU Pusat sebagai pelaksana teratas dari Pemilu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal tersebut, besar harapan dari penyelenggara di daerah untuk meminta keseriusan lebih dari KPU Pusat dan terutama Pemerintah untuk memenuhi segala sesuatunya yang berkaitan dengan suksesi Pemilu itu sendiri. Dari sekelumit permasalahn ini, KPU Provinsi Banten berharap hingga selesainya proses Pemilu kali ini tidak ada masalah yang berat dan memungkinkan berjalannya Pemilu tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja persiapan KPU Provinsi Banten menghadapai Pemilu di Awal Tahun 2009 ini, dan bagaimana harapan mereka dengan masih simpang siaurnya pendanaan Pemilu terebut serta masih banyaknya aturan-aturan baru yang belum terselesaikan ketetapan pelaksanaannya di KPU Pusat. Demikianlah petikan hasil wawancara Reporter Harian Umum Tangerang Tribun, Sanusi Pane dengan Ketua KPU Provinsi Banten, Hambali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang Tribun : Apa rencananya KPU Banten di awal tahun 2009 ini?&lt;br /&gt;Hambali : Secara umum kami akan melakukan beberapa agenda tahapan yang seharusnya sudah bisa kami laksanakan sejak bulan Januari ini, seperti Upgrading Data TPS, Data Pemilih, sosialisasi dan akhirnya nanti sampai pada 3 bulan mendatang kami juga sedang mempersiapakan proses Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang Tribun : Banyak pertanyaan mengapa KPU Banten minim sekali melakukan sosialisasi kampanye. Apa masalahnya?&lt;br /&gt;Hambali : Secara garis besar, memang kami akui minim sekali kami melakukan sosialisasi. Hal ini disebabkan belum adanya dana yang seharusnya disediakan oleh Pemerintah melalui KPU Pusat. Sebab sebagai lembaga yang beridi hirarkis (struktur dari atas kebawah) KPU daerah hanya menunggu dan menunggu keputusan KPU Pusat apa dan bagaimana kami harus bergerak. Dan yang paling memberatkan kami untuk melakukan sosialisasi ya masalah dana itu. Bagaimana mau sosialisasi dananya saja belum dicairkan. Dan saya kira bukan hanya Banten yang minim sosialisasi di daerah lain juga mungkin sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang Tribun : Ada alternatif atau solusi dari KPU Banten?&lt;br /&gt;Hambali : Ada sebenarnya, peraturan presiden (Perpres) tentang pembiayaan melalui Pemerintah Daerah, namun hal tersebut hingga saat ini pun masih dalam pembahasan. Dan rasanya sulit jika kami juga harus menunggu keluarnya perpres tersebut. Dan kami tetap akan menunggu keseriusan dari KPU Pusat dan Pemerintah untuk mengupayakan ketersediaan dana untuk KPU di daerah. Sebab yang akan dirugikan KPU daerah sebab pelaksana dilapangan sesungguhnya KPU di daerah mulai dari Kpu Provoinsi, Kabupaten, Kota hingga pelaksana di Kecamatan dan KPPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang Tribun : Keseriusan macam apa yang anda maksudkan dan anda minta dari Kpu Pusat?&lt;br /&gt;Hambali : Keseriusan untuk banyak hal, pertama itu tadi penyediaan dana kampanye, selanjutnya kepastian aturan Pemilu yang masih banyak perubahan, aturan turunan dari keputuasan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang penggunaan sistem suara terbanyak pada Pemilu Legislatif. Dan kami juga masih menunggu hasil pembahasan akan dikeluarkannnya Perpu mengenai sah-tidaknya pencontrengan lebih dari satu kali yang masih dibahas di tingkat Pusat. Menurut kami apakah di daerah tidak kebingungan kalau semua itu tidak ditangananin secara serius, sedangkan waktu semakin mepet saja untuk kami mensosialisasikannya.. iya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang Tribun : Saya tidak mengiyakan atau mentidakkan. Oh ya, terakhir, apa harapan anda setelah melihat masih banyak kendala dalam menyelenggarakan Pemilu ini?&lt;br /&gt;Hambali : Harapan. Kalau bicara harapan dari tadi juga semuanya harapan. he.. hee... dan yang pasti harapan kami sebagai penyelenggara Pemilu tentunya Pemilu di Banten ini berjalan sukses, dan tidak ada kendala berarti. Kami juga berharap bantuan yang kami nanti-nanti dapat segera turun dan semua permasalhan di tingkat pusat dapat diselesaikan sehingga ada intruksi jelas untuk kami laksanakan. Terakhir mungkin kami berharap bantuan dari semua elemen masyarakat untuk mensukseskan Pemilu ini. (**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-4423744468558938866?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/4423744468558938866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=4423744468558938866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/4423744468558938866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/4423744468558938866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2009/01/berharapkeseriusan-kpu-pusat-dan.html' title='BerharapKeseriusan KPU Pusat Dan Pemerintah'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SWIFh4UCLbI/AAAAAAAAARo/J8ezlkh1yKc/s72-c/dalam+waktu+atribut+kampanye+liar+akan+ditertibkan+Panwaslu+dan+Tim+gabungan,+Sanusi,+05-01-09+003+(2).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-5104371743857755869</id><published>2008-12-26T04:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T04:17:39.390-08:00</updated><title type='text'>Sistem suara Terbanyak, Kemajuan Pesat Demokrasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SVTLNZsiaZI/AAAAAAAAARg/s9G9HBVttTQ/s1600-h/Spanduk+Liar+Diminta+segera+Ditertibkan+Parpol+dan+Peserta+Pemilu+2009,+Nampak,+sanusi,+27-12-08+002.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SVTLNZsiaZI/AAAAAAAAARg/s9G9HBVttTQ/s320/Spanduk+Liar+Diminta+segera+Ditertibkan+Parpol+dan+Peserta+Pemilu+2009,+Nampak,+sanusi,+27-12-08+002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284071693908863378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Hasil wawancara dengan Iman Rozyadi, Ketua Forum Kajian Masyarakat Independen)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang merevisi undang-undang Pemilu nomor 10 tahun 2008, pasal 214 Huruf a, b, c, d, dan e yakni dihapuskannya sistem nomor urut dengan sistem suara terbanyak untuk memenangkan Pemilu Legislatif membuka kran demokrasi yang semakin luas bagi tatanan masyarakat kita. Artinya, terbukanya kemajuan demokrasi dengan keputusan tersebut dapat memudahkan Indonesia menuju demokrasi yang sebanarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro dan kontra akan hasil keputusan MK ini sudah sangat wajar terjadi, hal tersebut melihat adanya ketidak puasan dari sejumlah golongan terutama kaum perempuan yang mulai merambah dunia politik kita di Pemilu kali ini. Wal hasil, semua itu seharusnya bukan justru dijadikan suatu yang memberatkan para kontestan Pemilu, siapaun itu dan dari jenis gender manapun dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian yang coba digagas disini adalah sejauh mana penerimaan dan penerapan dari sistem suara terbanyak ini dapat ditansformasikan sebagai sistem dimana sudah tidak ada lagi kata “faksi” dalam politik. Dimana kesempatan semua masyarakat untuk dipilih dan memilih disesuaikan dengan sebarapa besar kemampuan mereka menjaring massa, membangun komitmen dan membangun jaringan konstituen yang seluas-luasnya di masyarakat. Dengan kata lain, semakin dibukanya kran politik yang begitu luas akan semakin memudahkan peluang kemajuan demokrasi yang pesat di Negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada nilai lebih yang didapat dari keputusan MK ini. Pertama, terbukanya alam pendidikan politik yang lebih baik, dimana semua kontestan politik akan dipaksa untuk membangun jaringan yang baik ditengah kehidupan masayrakat, disamping itu, jaringan yang dibangun ini tentunya akan berdasarkan tindakan baik dan pendidikan baik bagi masyarakat tentang demokrasi dan perpolitikan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, semakin tidak adanya celah untuk “pemain” dalam partai politik yang hanya akan menggolkan orang-orang yang itu-itu saja untuk mengisi kursi dalam lembaga legislatif. Yang saat ini, dengan terbukanya sistem suara terbanyak, siapa yang digemari, memiliki manipestasi dan jaringan yang baiklah yang akan maju sebagi perwakilan rakyat di lembaga legislative tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana satu Negara yang mampu melakukan ini dalam waktu hanya 10 tahun, Negra yang dapat mencanangkan alam demokrasi yang begitu baik bagi perkembangan politik. Indonesia pantas berbangga dengan adanya sistem suara terbanyak ini. Yang memungkinkan semua kalangan dapat meraih suara terbaik dan mewakili masyarakat berdasarkan jaringan yang dibangunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepan, analisa akan semakin baikanya serta akan ditemukannya benang merah antara keputusan MK ini dengan perkembangan pesat demokrasi di Indonesia akan tercapai. Jika sekarang masih banyak kekhawatiran dari sebagian kalangan dan juga menilai bahwa dibukanya sistem suara terbanyak ini hanya akan menjadi milik kelompok borjuis, bermodal dan memiliki finansial yang lebih, itu keliru. Sebab ini baru langkah awal saja. Dimana muaranya nanti akan ditentukan dari perkembangan kedewasaan masyarakat politi dengan masyarakat umum yang akan memilih mereka sebagai perwakilan di lembaga legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dikatakan demikian, sebab bagaimanapun dengan suara terbanyak ini akan banyak kalangan yang diuntungkan, bukan hanya parpol dan para peserta Pemilu, namun juga masyarakat kebanyakan yang mendapatkan wakilnya dengan pilihan terbanyak tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sejumlah kalangan yang menilai ini hanya akan mengkebiri peluang merebut satu jatah kursi di lembaga legislatif lebih dikarenakan kekuarang percayaan diri mereka dan memang kualitas yang mereka miliki tidak dapat mengangkat akuntiabilitas mereka untuk meraih suara terbanyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangannya kedepan, kekhawatiran ini akan terkikis dengan sendirinya, dimana masing-masing orang akan berupaya membangun jaringan dengan baik dan akan mengupayakan meningkatkan kualitas, akuntabilitas dan kapasitas mereka agar dapat dipilih oleh masyarakat luas dan menjadi wakil masyarakat. Ini hal coba dilakukan oleh MK buah dari keputusan mereka, sebab sepanjang demokrasi ini dilakukan dengan baik dan masyarakat diajak untuk berpikir positif akan menimbulkan keuntungan bagi semua kalangan, keterwakilan yang mutlak ada ditangan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit batasan yang akan dikemukakan. Keterpilihan seseorang dengan suara terbanyak ini, kedepan bukan selalu mereka yang memiliki modal dan finansial kuat. Namun mereka yang dikenal, mau berbagi, sering turun ke masyarakat dan mempunyai kedekatan emosional yang baik dengan konstituennya. Dam ini memang seharusnya sejak dahulu diterapkan guna menghasilkan calon-calon pemimpin yang mengerti dan dikehendaki oleh masyarakat. Bukan justru malah dikhawatirkan, dengan adanya sistem suara terbanyak ini hanya akan akan menguntungkan para pemilik modal. Namun sebaliknya ini adalah perkebangan demokrasi yang sangat pesat untuk perpolitikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi catatan dalam tulisan ini, titik temu untuk menciptakan alam demokrasi yang begitu menguntungkan masyarakat hanyalah bagaimana masyarakat itu semakin paham dan mengerti tentang bagaimana memilih pemimpin yang baik dan dapat membawa perubahan bagi kesejahteraan masyarakat itu. Maka dengan adanya sistem suara terbanyak, mau tidak mau masyarakat politik akan berusaha memberikan pendidikan yang baik pula kepada masyarakat untuk tujuan agar kepercayaan masyarakat ini hanya akan diberikan oleh mereka yang kompeten mewakili masyaraat ini. Inilah tujuan sebenarnya yang ingin dicapai dengan dibukanya sistem suara terbanyak ini. Dan pertanyaan tentang pro dan kontra sebaiknya dihilangkan dan dijadikan bahan renungan untuk saling meningkatkan kapsitas, integritas, akuntabilitas dan membangun kecerdasan politik masyarakat. Bikan dianggap pesemisme yang cenderung malah mengkebiri hak demokrasi masyarakat. Wallhu allam bisshowab. (**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-5104371743857755869?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/5104371743857755869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=5104371743857755869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5104371743857755869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5104371743857755869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/12/sistem-suara-terbanyak-kemajuan-pesat.html' title='Sistem suara Terbanyak, Kemajuan Pesat Demokrasi'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SVTLNZsiaZI/AAAAAAAAARg/s9G9HBVttTQ/s72-c/Spanduk+Liar+Diminta+segera+Ditertibkan+Parpol+dan+Peserta+Pemilu+2009,+Nampak,+sanusi,+27-12-08+002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3398155062871058599</id><published>2008-12-12T04:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T04:28:51.858-08:00</updated><title type='text'>Sistem Distribusi Tetap Harus Untungkan Petani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SUJY4yqCvCI/AAAAAAAAAQ8/JX0oqXGUzqM/s1600-h/Putra+Utama,+Dosen+Fakultas+Pertanian+Untirta,+Sanusi,+12-12-08+028.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SUJY4yqCvCI/AAAAAAAAAQ8/JX0oqXGUzqM/s320/Putra+Utama,+Dosen+Fakultas+Pertanian+Untirta,+Sanusi,+12-12-08+028.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278879445925674018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hasil wawancara dengan Ir. Putra Utama, Dosen Fakultas Pertanian Untirta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidtribusian pupuk bersubsidi yang rencananya akan dilakukan secara tertutup melalui rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) oleh Menteri Pertanian pada akhirnya dinilai menguntungkan petani yang membutuhkan pupuk bersubsidi tersebut. Hanya saja satu maslah, ketika petani tidak memiliki keahlian dan perencanaan yang matang untuk melengkapi kebutuhan pupuk untuk keperluan ladang yang dimilikinya maka sistem tertutup tersebut diprediksikan akan kembali merugikan kalangan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dasar kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi penyelewengan penyaluran pupuk bersubsidi di berbagai daerah tingkat II. Praktiknya tidaklah semudah yang direncanakan. Sebab dengan proyek baru ini, mengisaratkan masukan baru bagi para petani ini agar dapat  melakukan pengukuran dan perencanaan yang tepat seberapa besar kebutuhan pupuk untuk lahan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang arahnya adalah, letak kebijakan itu akan dijalankan dengan baikkah oleh pihak ditributor, pengecer atau kelompok tani yang diberikan wewenang mengelola pupuk bersubsidi yang juga sesuai dengan kebutuhan petani, atau justru akan menyulitkan petani ketika penyesuaian kebutuhan yang dihitung petani tersebut ternyata kurang dari yang dibutuhkan.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini pasti akan membayangi sistem tertutup ini. Dimana setiap petani tidak diperkenankan secara bebas melakukan pembelian pupuk di wilayah-wilayah yang memang diperkenankan bagi petani yang ada di pemerintah tingkat II itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keefisienan sistem tertutup ini bisa ditunjang dengan pemahaman petani akan kebutuhan akan pupuk. Selain itu melihat, luas lahan, masa tanam, kadar air dan benih padi yang ditanamnya. Hal tersebut untuk menghindari mubazirnya pupuk bersubsidi yang saat ini dengan sistem tertutup memaksa kelompok tani hanya diperkenankan membeli pupuk di distributor atau pengecer yang mencantumkan kelompok teni tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi, penggalakan penyuluh pertanian yang secara akademis memiliki kemampuan untuk menganalisa dan menghitung kebutuhan pupuk pada suatu lahan dimasing-masing wilayah. Sebab tidak semua wilayah pertanian di Banten ini sama. Dengan menempatkan penyuluh di setiap kelompok tani kemungkinan hutungan kebutuhan pupuk dengan  keberadaan lahan dan kondisi pertanian di suatu wilayah akan tepat dan akan menguntungkan petani. Dalam hal ini, kebutuhan pupuk petani tidak keurangan atu berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap pendistribusian pupuk bersubsidi dengan sistem tertutup ini, lagi-lagi yang niatnya untuk menghindari kebocoran dan penyelewengan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan juga memiliki fungsi kontrol dengan hanya memperkenankan kelompok tani yang terdaftar untuk membeli pupuk untuk kebutuhan petani akan sagat membantu para petani itu sendiri. Dengan estimasi dan equsioner yang tepat tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat disini maksudnya, jatah pupuk bersubsidi untuk Provinsi Banten, jatah kebutuhan distributor yang berkaitan langsung pada permintaan petani dan tepat pengalokasiannya pada masing-masing kelompok tani. Nah, dengan perhitungan tepat ini, niat pemerintah untuk memangkas jalur distribusi pupuk dan mengamankan pupuk-pupuk bersubsidi dari kebocoran akan tepat sasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hematnya, jika sistem distribusi pupuk bersubsidi ini menguntuingkan petani mengapa tidak dilakukan. Dan sebagai gambaran di beberapa wilayah yang sudah menerapkan sistem ini ternyata menguntungkan bagi petani. Hanya pembinaan petani di wilayah tersebut juga ditingkatkan. Termasuk apa yang dibahas tadi diatas, mengenai ketepatan-ketepatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, sistem ini juga menambah tugas instansi terkait. Dalam hal ini, instansi ini juga harus tepat menghitung alokasi jatah pupuk bersubsidi di masing-masing wilayahnya. Dengan demikian, jatah pupuk bersubsidi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan para petani di masing-masing kabupaten/kota dan sesuai dengan kebutuhan petani tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lainnya yang perlu dilakukan instansi ini adalah, mengamankan sistem ini dan meyakinkan para petani bahwa dengan apa yang coba dijalankan ini dapat menjamin kenyamanan para petani dari kekhawatiran tidak kebagian jatah pupuk bersubsidi. Ini kan berat jika tidak ditangani oleh orang-orang yang tidak berkompeten di bidangnya. &lt;br /&gt;Makanya, saran untuk instansi terkait, pihak distributor maupun kelompok petani sampai petani itu sendiri harus benar-benar memehami apa yang akan dijalankan pemerintah dengan sistem distribusi pupuk bersubsidi tertutup ini. Sehingga, pada muaranya nanti, keuntungan seluruh pihak (tidak terjadi lagi kebocoran dan keresahan petani) dapat terselesaiakan dengan sistem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, kebutuhan petani akan pupuk sebenarnya mutlak, entah bagaimana sistem pendistribusian itu dilakukan. Penekannya, jalankan sistem itu dengan sebaik-baiknya dengan diisi oleh orang-orang yang kompeten dan memahami jalur distribusi tertutup ini dengan menyeluruh. Sehingga tidak ada kesalah pahaman secara teknis. Dan untuk diingat, masalah teknis kerap kali menjadi sesuatu yang tidak bisa ditangani pihak terkait secara langsung. Hal ini juga pertlu diantisipasi. Sebab yang dipikirkan petani adalah bagaimana mereka mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga subsidi dan dapat mengakses pupuk bersubsidi ini dengan mudah. Mudah-mudahan dengan sistem baru ini ada keuntungan bagi petani dan itu harus. (**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3398155062871058599?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3398155062871058599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3398155062871058599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3398155062871058599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3398155062871058599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/12/sistem-distribusi-tetap-harus-untungkan.html' title='Sistem Distribusi Tetap Harus Untungkan Petani'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SUJY4yqCvCI/AAAAAAAAAQ8/JX0oqXGUzqM/s72-c/Putra+Utama,+Dosen+Fakultas+Pertanian+Untirta,+Sanusi,+12-12-08+028.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3480172878210691822</id><published>2008-12-11T04:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T04:05:49.446-08:00</updated><title type='text'>Delapan Fungsi Dibentuknya Keluarga Harus Ada</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SUECBD8lU0I/AAAAAAAAAQ0/DSNpKcKZUSY/s1600-h/Muhammad+Yasin,+DPP+Hizbut+Tahrir+Indonesia+(HTI)+buat+Tokoh+Keluarga1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SUECBD8lU0I/AAAAAAAAAQ0/DSNpKcKZUSY/s320/Muhammad+Yasin,+DPP+Hizbut+Tahrir+Indonesia+(HTI)+buat+Tokoh+Keluarga1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278502455517467458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hasil Wawancara dengan Tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wajar saja jika ada muda mudi yang tidak selalu mulus mengarungi kehidupan berkeluarga, satu sisi banyak problematika keluarga tidak terselesaikan dan belum siap dihadapi muda mudi ini dan satu sisi banyak pemahaman tentang fungsi keluarga yang diabaikan oleh anggota keluarga itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya keluarga yang tidak mengerti dan memahami fungsi keluarga, dan bentuk keluarga macam apa yang akan dibina oleh pasangan suami istri dalam megarungi  kehidupan keluarga tersebut. inilah salah satu penyebab banyaknya keluarga yang tidak mampu menjalani kehidupan keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah menurut, Pengurus DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Muhammad Yasin Muthohhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah empat orang putra dan putri ini menjelaskan ada delapan fungsi keluarga yang mestinya dipahami dan dipelajari oleh kalangan muda mudi yang ingin membangun kehidupan keluarganya. Terutama mereka yang hendak membangun keluarga Islami berdasarkan ajaran Rosulullah dan berlandaskan Syariat Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum kebanyakan muda mudi yang ingin membentuk kehidupan keluarga masih berdasarkan rasa sayang dan cinta yang mereka dapatkan ketika masa-masa kasmaran. Namun tidak selamanya, landasan itu memuluskan langkah kehidupan keluarag yang coba dibina muda-mudi ini. &lt;br /&gt;Melihat ajaran Islam dan ketentuan undang-undang pernikahan yang ada, Yasin coba memaparkan delapan fungsi yang dapat membawa jaminan kenyamanan hidup berkeluarga ini. Fungsi pertama adalah, fungsi reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fungsi pertama ini sudah banyak orang yang memahaminya, dimana tujuan dari ikatan suami istri adalah menghasilkan keturunan sebagai pelanjut generasi keluarga. Namun sayanganya, baru sebatas ini saja kebanyakan warga kita memahami fungsi keluarga tersebut, padahal masih ada 7 fungsi lain yang harus dipahami,” paparnya saat dikunjungi Tim Liputan Khusus Sabtu, Harian Tangerang Tribun, Kamis (11/12) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih gamblang Sekretaris Mui Banten ini mengungkapkan, fungsi kedua adalah fungsi edukatif (pendidikan) dimana dalam kehidupan keluarga sangat banyak pelajaran yang diambil, muali dari menganali sesama, sifat, mengurus anak-anak, saling berdiskusi dan sampai pendidikan keagamaan yang bisa saling dibagi antara si suami dan istri yang telah membina hubungan rumah tangga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fungsi Edukasi ini juiga harus ditindaklanjuti dengan pengetahuan akan fungsi lainnya, yakni fungsi afektif (kasih sayang, red) dimana seluruh anggota yang ada dalam keluarga saling mengasihi dan melindungi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia dalam kehidupan keluarga,” tukasnya.&lt;br /&gt;Belum lagi fungsi keempat lanjut dia, fungsi tersebut adalah fungsi rekreatif (kesenangan). Pimpinan Pesantren Al-Abqory ini menjelasakan, banyak kalangan yang sudah berkeluarga tidak memahami dan tidak menikmati fungsi rekretif ini. Dimana  sebenarnya jika masing-masing anggota keluarag dapat menikmati dan menjalankan keluarga sebagai rekreasi akan membawa kenyamanan dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau melihat keluarga sekarang banyak didapati mereka tidak senang berada dirumah dan lebih gemar berada di luar. Ini sebab fungsi rekreasi tidak ditanamkan dalam kehidupan berkeluarga. yag justru menurut saya dalam keluarga inilah reakreasi ronahiah dan jasmaniah bisa didapatkan sekaligus,” sambunya sambil mengatakan, betapa senangnya seorang ayah yang ketika pulang dari pekerjaannya yang penat lalu disapa anaknya ketika sampai dirumah. dan sebaliknya betapa bahagianya anak yang pulang sekolah langsung melihat ayah dan ibunya menyapa dan menanyakan aktifitas sekolahnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah salah satu fungsi rekreatif tersebut, dimana ketika sampai di rumah, seharusnya orang tua dapat membangun rasa pelesiran yang dapat menghilangkan penat dari aktfitas di luar rumah. Sayang, hal ini jarang ditanamkan keluarga kita,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi lainnya adalah, fungsi keluarga sebagai sarana membagun religiuitas anggota keluarga. Dimana menurut ayah dari Zidan dan Abdullah Alwani ini, Syariat Islam  yang dikedepankan dalam membangun kehidupan keluarga Islami adalah bagaimana rasa religius dalam keluarga itu bertambah. “Bukan sebaliknya, ketika menyadari bahwa aturan keluarga dalam islam itu sudah dibangun dengan sebegitu jelasnya justru dihilangkan dalam kehidupan keluarga. Ini tantangan bagi si orang tua untuk memupuk rasa religi bagi anak-anaknya dalam membagun kehidupan keluarga yang mawaddah wa rohmah,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah fungsi Ideologis, dimana masing-masing anggota keluarga harus memiliki tangung jawab untuk menjaga ideologis Islam dan Negara dalam bangunan sebuah keluarga. Dengan memahami fungsi yang satu ini, rasa tanggung jawab setiap anggota keluarga akan terbentuk dengan sendirinya. Terutama tanggung jawab untuk membesarkan keluarga tersebut dan tanggung jawab saling menjaga keutuhan keluarga yang berlandaaskan falsafah Islam maupun negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari fungsi ideologis ini, bukan hanya satu keluarga yang akan terbentuk dengan baik, sedikit banyaknya akan menjaga bangsa dari hal-hal yang dapat mengikis ideologis bangsa itu sendiri,” tegas Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Serang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa Yasin mengatakan, fungsi dari dibentuknya keluarga adalah fungsi ekonomis. Dimana dengan dibangunnnya keluarga secara otomatis akan ada beban ekonomi yang harus diupayakan keberadaannya agar kehidupan dalam keluarga tetap berlangsung. “Dalam mengatur perekonomian keluaraga, harus ada persiapan khusus yang musti dikuasai calon-calon pembina keluarga. Artinya, baik suami atau istri dapat memahami bahwa kebutuhan ekonomi dalam keluarga adalah beban dan tanggung jawab bersama. Dalam hal ini, antara suami dan istri punya kawajiban yang sama untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dalam keluarga yang dibinanya. Kalau sudah saling mengerti, bukan hanya ekonomi keluarga yang terjamin, kedepan akan membuka jalan ekonomi bagi tetangga yang ada disekitar keluarga tersebut,” kupasnya panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir menurutnya, fungsi yang juga perlu dipahami setiap anggota keluaraga adalah fungsi protektif (saling menjaga). “Ya itu tadi, fungsi ini untuk melangkapi ketujuh fungsi keluarga lainnya, dalam hal ini menjaga rasa sayang dalam keluarga, ekonomi keluarga, ideologi, religius, edukatif dan lain sebagainya. Dengan memahami fungsi keluarga sebagai jalan untuk menjaga keutuhan keluarga, dipastikan segala bentuk problematika keluarga dapat diselesaikan dan akan semakin mempermudah sebuah keluarga menjalin dan mempererat keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah yang diidamkan oleh semua orang,” pungkas dia. (**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3480172878210691822?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3480172878210691822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3480172878210691822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3480172878210691822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3480172878210691822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/12/delapan-fungsi-dibentuknya-keluarga.html' title='Delapan Fungsi Dibentuknya Keluarga Harus Ada'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SUECBD8lU0I/AAAAAAAAAQ0/DSNpKcKZUSY/s72-c/Muhammad+Yasin,+DPP+Hizbut+Tahrir+Indonesia+(HTI)+buat+Tokoh+Keluarga1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3205760913413279124</id><published>2008-12-04T04:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T04:10:26.232-08:00</updated><title type='text'>Jual Issu Kemiskinan, Bikin Masyarakat Kurang Peduli Pemilu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/STfIPpjZ93I/AAAAAAAAAQs/rCqkrJO8oho/s1600-h/Strugling+With+Shadows+Weaving+a+Future.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 227px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/STfIPpjZ93I/AAAAAAAAAQs/rCqkrJO8oho/s320/Strugling+With+Shadows+Weaving+a+Future.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275905659665774450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Issu Sembako terjangkau, murah dan bahkan gratis nampaknya masih menjadi primadona janji-janji politik yang ditawarkan para peserta Pemilu mulai dari tingkat Nasional hingga tingkat daerah Kota/Kabupaten dimana masing-masing peserta ingin mendapatkan simpatik langsung dari pemilih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayanganya, ketika disodorkan tentang kisah-kisah dan janji janji tersebut, apalagi jika diminta untuk memilih salah satu peserta Pemilu atau siapa Presiden selanjutnya,  bagi Sa’anah (54) warga Kampung Priyai, Kecamatan Kasemen, Kota Serang pastinya lebih memilih bagaimana caranya dapur bisa “ngebul”. Maklum saja, wanita tengah baya ini hidup dalam kesusahan ditengah himpitan ekonomi yang semakin tertelah krisis global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit banyaknya, itulah gabaran yang bisa ditangkap dari kaum ibu dalam mensikapi pesta lima tahunan yang tahun depan akan sangat terasa di seluruh negeri ini. “Saya sih ga mikir macem-macem mas, gimana caranya makanan serba murah dan bisa bertahan hidup itu juga udah cukup. Boro-boro (apalagi, red) mikirin Pemilu,” katanya saat ditanyai Tangerang Tribun tentang Pemilu kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Issu sentral persoalan sosial ekonomi memang masih menjadi prioritas pemilih perempuan dalam mendukung atau menentukan calon anggota legislatif  mereka kedepan. Setidaknya itulah yang dikatakan analis politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Miftahunnajah. “Urusan perut, urusan dapur akan menjadi issu sentral bagi kontestan Pemilu agar dapat menarik simpatik pemilih. Sayangnya, ditengah kondisi ekonomi yang serba sulit ini, kemungkinan didorongnya issu tersebut tidak akan mendekatkan pemilih untuk berpartisipasi lebih dalam Pemilu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem kebanyakan masyarakat, terutama mereka yang ada di daerah pinggiran dengan status ekonomi tidak mapan, lanjut dia, secara politis memang sangat dapat membantu jika dihadapkan kepada mereka bahwa sistem politik yang akan dibawa pro terhadap masyarakat kecil. Hanya saja, itu dapat menjadi blunder politik, dengan asumsi masyarakat sudah semakin bosan dengan janji-janji lepas dari kemiskinan dan menuju kesejahteraan yang ditawarkan para pelaku politik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu sisi, issu masalah ekonomi dan kemiskinan memang selalu dikedepankan oleh para politisi kita. Namun itu juga penyebab mandegnya issu baru yang dapat dibangun parpol yang kelihatannya dari tahun ke tahun hanya mencetuskan ide yang itu-itu saja. Ini juga yang mungkin tidak diterima masyarakat dan membuat mereka semakin jemu dengan Pemilu,” sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berharap, ada terobosan baru yang dapat dilakukan para pelaku politik di Banten ini yang melepaskan issu sentralnya dari kemiskinan dan ekonomi. Sebab dengan melepaskan itu, janji-janji yang ditawarkan atau ide barui yang ditawarkan akan mendapatkan respon lebih baik dari pada issu lama dan usang tersebut. “Saran kita sih, harusnya parpol jangan selalu jual kesulitan masyarakat untuk meraih simpatik mereka. Yang dibutuhkan masyarakat itu kepastian dan bukan janji kesejahteraan yang selalu ditawarkan dari tahun ke tahun oleh pelaku politik ini,” pungkasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3205760913413279124?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3205760913413279124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3205760913413279124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3205760913413279124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3205760913413279124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/12/jual-issu-kemiskinan-bikin-masyarakat.html' title='Jual Issu Kemiskinan, Bikin Masyarakat Kurang Peduli Pemilu'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/STfIPpjZ93I/AAAAAAAAAQs/rCqkrJO8oho/s72-c/Strugling+With+Shadows+Weaving+a+Future.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3976188534490928646</id><published>2008-12-03T05:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T05:19:30.516-08:00</updated><title type='text'>Mau Sukses Mesti Kembangkan Kemampuan Dan Mau Belajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/STaGfJPRvmI/AAAAAAAAAQc/wxf5jHb_fCg/s1600-h/Hj+Ratu+Tatu+Chasanah,+Buat+Perempuan,+Sanusi,+03-12-08.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/STaGfJPRvmI/AAAAAAAAAQc/wxf5jHb_fCg/s200/Hj+Ratu+Tatu+Chasanah,+Buat+Perempuan,+Sanusi,+03-12-08.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275551883125177954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Reputasi wanita kelahiran Serang, 23 Juli 1967 ini di bidang  Jasa Kontruksi dan Konsultan Kontruksi cukup membawanya menjadi salah satu wanita di Banten yang dikenal banyak kalangan. Tak heran bila Hj Ratu Tatu Chasanah memegang beberapa posisi penting di organisasi yang dipimpinnya belakangan ini. Tak terkecuali di Serang maupun Banten, hingga Provinsi Jawa Barat, istri dari Ir. John Chaidir ini memiliki beberpa perusahaan pribadi yang dipegangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa rintangan memang perjalanan wanita berkacamata ini dalam memulai karirnya. Sering ikut melihat bisnis ayahnya, Tb Chasan Sochib yang juga menggeluti bidang yang kini dibidanginya, Tatu kecil mulai kebiasaan menanyakan apa dan bagaimana memegang perusahaannya sendiri. Akhirnya dengan kerja keras dan pengetahuan yang dimilikinya secara otodidak, serta dukungan penuh dari keluarganya, Tatu akhirnya mampu berdikari dan dan memimpin perusahaannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketertarikan di dunia ini sudah sejak kecil tertanam dalambenak saya. Walaupun ini bukan cita-cita saya. Dimulai dari yang kecil dan ditopang dengan kegigihan serta upaya yang maksimal, semuanya berjalan lancar dan akhirnya seprti sekarang ini,” kata bunda dari Kamila Ratu Chaidir ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan wanita lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung pada dunia jasa konstruksi memang sangat beralasan. Ibu dari tiga orang buah hati ini memperhatikan betul tentang bangaimana sistem yang ada di dalam dunia jasa kontruksi. Dengan selalu manambah pengetahuan dan ketrampilan di bidang yang sebenarnya bukan cita-citanya ini, dia menceritakan bahwa semuanya berjalan hanya dengan niat ikhlas dan terus belajar dan belajar. “Saya kira segala profesi dan tuntutan kerja dibidang apapun yang pertama di tuntut adalah kemampuan dan integritas. Makanya saya selalu belajar dan belajar serta menambah kemampuan saya untuk dapat menjadi lebih baik lagi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, wanita bergelar sarjana ekonomi ini mengaku, bahwa pada awalnya semua orang akan mengalami hal yang sama ketika memulai bisnisnya. Pasti akan timbul Ketidakyakinan akan berhasil atau tidak. Ini yang salah menurut wanita berjilbab ini. Menurutnya, segala sesuatu harus dimulai dengan keyakinan dan keyainan itu akan membuka jalan. “Saya inikan bukan orang yang menguasai jalur bisnis seperti ini. Tapi saya menyadari dan yakin bahwa semua ada jalannya. Berbekal pengetahuan yang terus diasah saya tetap menggelutinya dan terbukti yang Maha Kuasa selalu membukakan jalan,” celotehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran keyakinan dan mau belajar itulah, akhirnya mambawa wanita yang tidak meninggalkan ilmu manajemen ekonominya ini kendati aktif di dunia kontraktor hampir memiliki segalanya yang mungkin wanita lain tidak miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meskipun saya ada di lingkungan pekerjaan yang kebanyakan digeluti pria, sebenarnya sama saja prosesnya. Tidak ada yang membedakan antara pria dan wanita. Yang penting memiliki kemampuan ini yang bisa dibuktikan kaum wanita untuk lebih maju,” sarannya sambil mengatakan, ternyata kemampuan antara pria dan wanita itu hanya beda dari fisik saja. Sedangakan masalah otak, semuanya diberikan kafasitas yang sama oleh tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disela-sela perbincangan Reporter Khusus Edisi Sabtu, Harian Umum Tangerang Tribun, Sanusi Pane dengan adik kandung Gubernur Banten ini, Ia melontarkan beberapa hal yang menarik tentang perjalannannya menggeluti profesi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari usaha dan kerja keras serta terus mau belajar, diakui Tatu, keberhasilannya dalam meniti karir tak lepas dari peran kedua orang tuanya dalam mendidik dan membimbingnya. “Ayah saya secara tak langsung memang banyak berperan dalam keberhasilan saya berkarir. Ayah yang membebaskan anak-anaknya dalam menggeluti karirnya itu selalu menekankan kata kata, berikan lakukan yang terbaik yang saya bisa,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang tidak Ia lupakan dari pesan sang ayah, “Sukses itu jika bermanfaat bagi orang banyak, dan bukan untuk diri pribadi,”. “Kata-kata itu memotivasi saya untuk menekuni bidang ini. Sebab bisa saja saya melanjutkan karir sesuai bidang akademik yang saya kuasai. Namun melihat dengan memimpin sebuah perusahaan dapat menghidupi banyak orang saya lebih memilih bidang ini sebagai jalan hidup dan jalan berkarir saya,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya tentang perkembangan perempuan Banten saat ini, Perempuan berkulit putih ini berujar, banyak tuntutan persamaan derajat dari perempuan Banten atau dengan kata lain emansipasi wanita. Namun menurutnya ada yang kurang diperhatikan oleh perempuan Banten, yakni masalah meningkatkan pendidikan dan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sudah katakan di awal tadi, tidak ada yang membedakan antara wanita dengan pria kecuali fisiknya. Maslah emansipasi wanita yang banyak didengungkan perempuan kita (Banten, red) sebenarnya tidak perlu dilakukan. Dengan meningkatkan ilmu pengetahuan dan keahliannya secara otomatis persamaan ini akan diraih kaum wanita,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, dia bilang memang dasarnya wanita ini menjadi pendamping pria. Namun tidak salah jika pola pendampingannya dengan berkarya dan bergelut didunia yang dapat mempercepat pembangunan bangsa ini. “Banyak wanita masih berangggapan, mereka ini hanya pendamping saja bagi pria, tapi menurut saya keseimbangan itu dapat dibangun bersama dengan saling berdampingan membangun dan maju bersama sesuai kemampuan yang dimiliki,” pungkas Tatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Profil Ratu Tatu Chasana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nama  : Hj Ratu Tatu Chasana&lt;br /&gt;Tmp/Tgl lahir : Serang, 23 Juli 1967&lt;br /&gt;Pendidikan : Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan, Bandung 1995&lt;br /&gt;Suami  : Ir. John Chaidir&lt;br /&gt;Anak  : Pilar Surya Ichsan, Kamila Ratu Chaidir, Adam Sulaiman Al-Hasani&lt;br /&gt;Pekerjaan : Jasa Kontruksi dan Interpreneur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi :&lt;br /&gt;- Lembaga Penyelenggara Jasa Kontruksi (LPJK) Banten&lt;br /&gt;- Kamar Dagang dan Industri Banten&lt;br /&gt;- Gabungan Pengusaha Indonesia&lt;br /&gt;- Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten&lt;br /&gt;- Persatuan Wanita Olah Raga Indonesia&lt;br /&gt;- Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Banten&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3976188534490928646?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3976188534490928646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3976188534490928646' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3976188534490928646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3976188534490928646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/12/mau-sukses-mesti-kembangkan-kemampuan.html' title='Mau Sukses Mesti Kembangkan Kemampuan Dan Mau Belajar'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/STaGfJPRvmI/AAAAAAAAAQc/wxf5jHb_fCg/s72-c/Hj+Ratu+Tatu+Chasanah,+Buat+Perempuan,+Sanusi,+03-12-08.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8911629667882118236</id><published>2008-11-27T21:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T21:54:37.737-08:00</updated><title type='text'>Krisis Global Pengaruhi Tindakan Money Politik</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Analisa Politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu 2009 secara otomatis akan semakin mendesak para peserta Pemilu ini agar segera mendapatkan sumber pendanaan yang cukup untuk dapat menjalankan roda politik mereka. Apalagi kebutuhan finansial adalah satu keniscayaan yang harus dimiliki dan dipenuhi oleh para peserta Pemilu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak pendapat yang mengungkapkan bahwa roda politik tidak akan berjalan tanpa adanya finansial yang memadai dari sumebr-sumber yang segar. Indikasinya, sudah besarnya kebutuhan parpol akan dana tersebut namun masih dibumbui dengan isu krisi global yang saat ini mengganggu sistem perekonomian dunia. Tak terkecuali Indonesaia dan Banten pada khususnya, setidaknya akan merasakan dampak dari krisis ekonomi global tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati bersamaannya pelaksanaan Pemilu dengan datangnya krisis ekonomi global, hal tersebut akan sangat mempengaruhi jalan tidaknya mesin partai kedepan dan atau sukses tidaknya Pemilu yang kali ini diikuti oleh 48 partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggap saja jika masing-masing partai politik membutuhkan dana yang sangat besar untuk memperoleh kemenangan dan atau minimal memenuhi persayaratan yang ditawarkan pelaksana Pemilu, sedangkan krisi tersebut sudah datang, hal itu jelas akan membuat pertanyaan, berpengaruhkan arus politik dengan dampak krisis global yang saat ini berlangsung?. Jawabannya bisa saja berpengarush atau bisa tidak, hal ini tergantung sejauh mana persiapan dari masing-masing parpol tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengamat politik asal Lingkar Madani (Lima) Adi Prayitno, ia menganalisa, bahwa krisis global yang terjadi saat akan sangat berdampak pada hampir seluruh sektor. Termasuk didalamnya sektor politik ekonomi. Hanya saja bias dikatakan untuk pemilu kali ini pagi parpol hal tersebut bias ditanggulangi dengan oersiapan yang matang sebelum digelarnya Pemilu. Dam hal ini, factor krisi global tidak akan banyak mempengaruhi arus derasnya laku politik yang akan dilakukan para politisi terutama mereka yang terlibat langsung dalam proses pencalegan maupun parpol itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi pengamat ekonomi yang akan memperkirakan bahwa puncak dari krisis global ini pada bulan April dimanan bertepatan pada dilaksanakannya Pemilu 2009, akan menimbulkan akan lebih terasa bagi parpol-parpol baru dan parpol yang secara finansial masih tergolong belum mapan. Dimana keterujian parpol baru dan kecil ini dalam menghadapi arus politik dalam berbagai kondisi belum terbukti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya dia memaparkan, krisi ini akan lebih menguntungkan parpol besar dan secara finansial sudah mapan. Ditambah dorongan pengalaman parpol-parpol lama dan besar ini yang sudah beberapa mengalamai proses Pemilu-Pemilu yang lalu. Belum lagi, kelihatannya papol-parpol besar ini sudah lebih siap dari partai lama dalam mengencangkan arus politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihantamnya parpol peserta Pemilu 2009 jelas tidak menguntungkan parpol dalam menggerakkan mesin politiknya. Hal ini jelasa akan membuat parpol mengubah strategi politiknya dimana awal perkiraan mereka hanya akan menghabiskan dana yang tidak begutu besar akan menjadi besar. Untungnya, parpol ini jika bisa meminimalisir pengeluaran dan melakukan kampanye-kampanye murah, misalnya dengan lebih mengetatkan kader-kadernya untuk lebih meluaskan lagi daerah jangkauan kampanyenya. Baik dengan alat media maupun dengan melakukan kunjungan-kunjungan tidak langsung kepada elemen-elemen serta perkumpulan masyarakat. Menurutnya hal ini kemungkinan terbesar yang akan dilakukan banyak parpol peserta Pemilu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Politik Uang Lebih Terbuka Lebar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi yang serba tidak menguntungkan ini dan menyulitkan masyarakat secara umum bukan hal yang merugikan bagi banyak partai yang melihat celah bahwa masyarakat lebih membutuhkan material dari pada pemikiran-pemikiran orisinil politisi yang bertarung pada Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dikhawatirkan justru dari partai-partai yang secara finansial baik akan melakukan aksi money politik besar-besaran dalam mengambil simpati pemilih. Hal ini yang harus juga diantisipasi. Sebab, dengan melakukan politik kotor seperti ini justru akan lebih menenggelamkan masyarakat pada krisis global. Dimana, kelihatannya dampak dari kelakukan money politik ini meninak bobokan masyarkat untuk tetap tidak bergerak dari krisis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat mantan aktifis HMI UIN Ciputat ini mengatakan, pastinya banyak parpol yang akan mencari keuntungan dari kesulitan yang dialami masyarakat. Ditengah banyaknya masyarakat yang semakin tidak mampu secara ekonomi dan kemungkinan banyaknya pegawai yang di-PHK akibat krisi ini, pastinya celah untuk dilakukannya money politik secara besar-besaran akan terjadi. Melihat ini, jelas akan nampak ketidak adailan dalam arus politik antara partai berfinansial cukup (partai besar) dangen partai yang pas-pasan finansialnya (partai kecil). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan dia, seharusnya yang dipikirkan oleh para pelaku politik ini bukan mencari keuntungan semata tanpa memberikan pencerdasan kepada masyarakat. Dimana semua tahu namun tidak mau mengerti bahwa money politik ini benar-benar tidak mencerdaskan masyarakat. Namun yang dilakukan adalah bagaimana, pengeluaran politik ini bisa ditekan, arus politik tetap berjalan dan masyarakat tercerdaskan dengan memberikan solusi-solusi yang bukan praktis namun stategis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau malah sebaliknya, justru pelaku politik ini secara vulgar melakukan laku money politik ini dengan alasan menyelesaikan kesulitan masyarakat ditengah landa krisis global yang dialami. Tegas dia, ini jangan sampai terjadi sebab arus politik saat ini cermin politik Indonesia kedepan. Apakan hasilnya mampu membangun masyarakat untuk keluar dari krisi global atau terpaku dan dininak bobokan dalam krisi ini akibat laku politik yang tidak baik tersebut?. Prediksinya, kemungkinan besar laku poltik ini masih sarat dengan pragmatisme, sehingga harapan adanya pemilihan pemimpin bukan menghasilkan pencerahan namun keterpurukan. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8911629667882118236?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8911629667882118236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8911629667882118236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8911629667882118236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8911629667882118236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/11/krisis-global-pengaruhi-tindakan-money.html' title='Krisis Global Pengaruhi Tindakan Money Politik'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8607274296841937152</id><published>2008-11-20T09:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T09:38:45.830-08:00</updated><title type='text'>Pemerintah Perlu Transparasi Dan Transpormasi Info Kewajiban Publik</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi maraknya pungutan liar dan sikap premanisme dari kalangan yang tidak bertanggungjawab di biang transportasi, jasa angkutan, industri serta proyek fisik yang dicanangkan pemerintah, Pengamat Sosial-Ekonomi dari STIE Serang, Anizir Ali Muarad mengungkapkan, untuk menghindari terjadinya hal tersebut, perlu dilakukan sikap transparansi dan keterbukaan oleh pemerintah itu sendiri. Demikian dikatakannya kepada Tangerang Tribun, Rabu (19/11) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan olehnya, jika saja pemerintah mau terbuka dan transparan serta mampu mentranspormasikan secara terang-tengan tentang biaya-biaya publik yang harus dikeluarkan masayrakat, penguna jasa dan pengusaha-pengusaha swasta dalam melakukan kegiatan mereka, pastinya tidak akan terjadi hal-hal yang demikain.&lt;br /&gt;“Masalah ini masalah klasik yang nampaknya sengaja dilakukan oleh pemerintah, saya tidak tahu apa tujuannya, yang jelas dengan ketidak terbukaan dan enggannya pemerintah transparan dalam mempublikasikan hasil kebijakan-kebijakannya akan menjadi celah yang dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertangung jawab,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mereduksi terjadinya kembali hal tersebut, dia menggagas, kedepan pemerintah mau melakukan transparansi tersebut. Sebagai contoh dia mengungkapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan biaya misalnya, biaya retribusi, biaya pengangkutan dan biaya apapun itu, sudah seharusnya ditetapkan pemerintah dengan biaya yang tercantum di setiap instansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Contoh mudahnya, untuk membuat KTP misalnya, di tetapka dengan Rp.1000 atau biaya retribusi transportasi Rp.1000. dengan demikian tidak ada peluang untuk dilakukannya pungli atau sebagainya,” paparnya sambil menegaskan, hal tersebut baiknya dilakukan menyeluruh di setiap instansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, lanjut dia, selama ini ada kealfaan yang dilakukan pemerintah, terutama dalam mempublikasiakan hasil-hasil peraturan daerah (Perda) atau peraturan yang dikeluarkan pemerintah itu sendiri. Dimana sedikit masyrakat yang mengetahuinya. Hal ini juga yang menurut Anizir celah untuk dimanfaatkannya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya saja setia warga mengerti dan tahu berapa besaran seluruh biaya publik yang harus dikeluarkannya, sudah pasti kebocoran-kebocoran seperti ini tidak akan terjadi. Yang merugikan lagi, bukan hanya warga yang akhirnya kecewa dengan sestem pelayanan yang dilakukan pemerintah, jauh dari itu, pihak swasta pasti juga akan merasa dirugikan,” urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk proyek-proyek dan lelang yang dilakukan pemerintah, sudah saatnya pemerintah memanfaatkan adanya teknologi informasi. Artinya, teknologi media ini, lanjut Anizir, dijadikan sarana utama untuk menyelenggarakan proses pelelangan. Dimana sudah bukan sesuatu yang tabu, masing-masing pemerintah daerah memiliki sius pribadinya. “Dengan melakukan sistem ini kemungkinan kebocoran, atau kemungkinan adanya pungutan liar dari satu meja ke meja yang lainnya juga akan dapat diminimalisir. Dimana semua transaksi dicatat secara publik,” ungkapnya mencontohkan salah satu bentuk transparansi yang sudah saatnya dilakukanpemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, untuk biaya-biaya administrasi yang harus dikeluarkan warga, hal ini juga harus transparan, dengan mencantumkan semacam bandrol harga dimana nantinya tidak ada harga diluar harga yang sudah ditetapkan tersebut. “Artinya, kalau gratis bialang saja gratis, namun jika dibutuhkan biaya, cantumkan berapa biaya yang harus dikelaurkan. Ini kan jelas dan dapat dipahami oleh warga,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melanjutkan, sama halnya dengan biaya retribusi, biaya parkir biaya apapun yang berkaitan dengan kewajiban yang harus dikelauarkan publik seharusnya memang tertera berapa besaran pastinya. “Dengan dilakukannya hal itu, jikapun terjadi penyelewengan yang dilakukan aparat pemerintah atau sumber-sumber yang tidak bertanggungjawab bisa diawasi langsung oleh warga dan bisa dilaporkan secara langsung. Ini juga kan bisa memperbaiki kinerja pemerintah itu sendiri,” imbuh dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang tidak boleh dilupa adalah, pemerintah juga jangan meninggalkan fungsi media sebagai alat publikasi kebijakan-kebijakan dan besaran harga yang harus dikeluarkan publik. Dengan demikian, tegas dia, tidak akan ada lagi penyelewengan dan tindakan premasisme yang selama ini menjadi kenadala tumbuhnya investasi di daerah. “Jadi biarkan masyarakt dan pihak swasta maupun pemerintah menjadi pelaku, pengawas sekaligus sumber pendapatan bagi daerah tanpa ditutup-tutupi apa kewajiban dan apa haknya,” singkat dosen Ekonomi ini. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Sns)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8607274296841937152?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8607274296841937152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8607274296841937152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8607274296841937152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8607274296841937152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/11/pemerintah-perlu-transparasi-dan.html' title='Pemerintah Perlu Transparasi Dan Transpormasi Info Kewajiban Publik'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8515622311075995505</id><published>2008-11-20T09:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T09:25:59.945-08:00</updated><title type='text'>Jangan Ekploitasi Hak Pilih Pemula</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SSWcn6fWx1I/AAAAAAAAAM4/cbF9xLDYMHg/s1600-h/adi+ok+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 195px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SSWcn6fWx1I/AAAAAAAAAM4/cbF9xLDYMHg/s320/adi+ok+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270791148436637522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SERANG, TRIBUN—&lt;/span&gt;Koordinator Lingkar Madani (Lima) Banten, Adi Prayitno mengingatkan kepada Penyelenggara Pemilu di Banten, jangan mengabaikan sosialisasi kepada pemilih pemula yang jumlahnya mencapai 25 persen dari seluruh pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilh Tetap (DPT). Sebab pemilih pemula ini rawan menjadi sasaran eksploitasi parpol dan caleg yang sangat membutuhkan suara dalam Pemilu 2009 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum terlaksanakanya sosialisasi di kalangan pelajar dan masyarakat pemilih pemula yang dilakukan oleh KPU dinialai akan menuai ketidakberhasilan dalam membangun sistem demokrasi dan pencerdasan berpolitik sejak dini. Pasalnya, pemilih pemula adalah tonggak awal berdemokrasi yang juga harus kedepankan oleh penyelenggara Pemilu kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak bisa dipungkiri pemilih pemula ini masih diabaikan dari proses-proses demokrasi kita. Padahal melihat jumlahnya yang signifikan, mereka adalah obyek yang sangat baik bagi pencerdasan berpolitik dan menjadi target yang paling diincar oleh kalangan parpol maupun caleg,” katanya kepada Tangerang Tribun, Kamis (20/11) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milihat minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU kepada pemilih pemula di Banten, dikhawatirkan para pemilih pemula ini menjadi sasaran eksploitasi politik yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh parpol peserta Pemilu dan para caleg, apalagi dengang ketidakpahaman mereka akan politik praktis yang dilakukan para pelaku politik kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh saja peserta Pemilu ini mendekati pemilih pemula sebagai target suara mereka. Namun yang harus diingat, penyelenggara juga harus membekali mereka (pemilih pemula, red) ini dengan pengetahuan politik dan Pemilu,” bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait potensi pemilih pemula sebagai penyumbang suara di Pemilu kali ini, Aktifis Lingkar Studi Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI) mengungkapkan, pentingnya para pelaku politik untuk mendekati pemilih pemula. Dengan asumsi, jumlahnya yang cukup banyak dan sebagai pemilih pemula tentunya antusiasme mereka untuk memilih lebih tinggi dari pemilih kebanyakan dengan alasan Pemilu kali ini adalah momen perdana bagi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapapun suara yang disumbangkan pemilih pemula di Banten ini pasti akan sangat tinggi angkanya. Dan akan sangat menentukan kemenangan parpol dan caleg yang bertarung di Pemilu,” urainya sambil menegaskan, jika parpol atau caleg ingin merebut simpatik pemilih pemula jangan juga melupakan menanamkan pendidikan politik yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyarankan, pemilih pemula ini jangan hanya dijadikan target perolehan suara oleh kalangan politik, namun harus juga diberikan pendidikan politik dan berdemokrasi dengan baik. Sebab kalau ini tidak dilakukan tidak menutup kemungkinan pemilih-pemilih baru ini hanya akan menjadi sapi perah politik dikemudian hari. “Intinya, jangan sampai pemilih pemula ini jangan hanya dieksploitasi hak pilihnya,” singkat dia. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Sns)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8515622311075995505?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8515622311075995505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8515622311075995505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8515622311075995505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8515622311075995505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/11/jangan-ekploitasi-hak-pilih-pemula.html' title='Jangan Ekploitasi Hak Pilih Pemula'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SSWcn6fWx1I/AAAAAAAAAM4/cbF9xLDYMHg/s72-c/adi+ok+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-6608040701996398183</id><published>2008-11-17T03:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T03:50:22.274-08:00</updated><title type='text'>Caleg Di Banten Masih Elitis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hasil wawancara Dengan Miftahunnajah, Pengamat sosisl Politik UIN Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kalangan dari akademisi, pengamat politik dan organisasi massa menilai bahwa pesta demokrasi 5 tahunan, Pemilu 2009 tidak akan memunculkan gaya pendekatan baru dari para peserta. Bahkan dilihat dari kualitas orang-orang yang maju menjadi peserta pemilu tersebut ditengarai tidak representatif dan tidak cukup mewakili kepentingan rakyat. Sikap elitis masih menaungi para caleg yang coba merebut tangku kepemimpinan di lembaga legilatif daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini akademisi Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN)syarif Hidayatullah Jakarta, Miftahunnajah menilai, keberdaan caleg maupun calon anggota DPD RI di Banten masih terkesan elitis. Buktinya, untuk menyapa warga dengan sikap merakyat saja masih sangat minim dilakukan oleh para peserta Pemilu ini. Yang ada, mereka datang dengan kesan elit dan meninggalkan masyarakat yang didatangi dengan membekaskan sikap elitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kebanyakan peserta yang maju belum bisa memberikan kesan bahwa mereka membutuhkan rakyat sebagai post vote getter (Pemilih) yang menentukan kemana mereka akan berangkat, menjadi wakil rakyat yang dipilih rakyat atau menjadi wakil rakyat yang memaksa rakyat untuk memilihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, apakah memang caleg kita masih terjebak dengan gaya-gaya lama, yakni memaksa rakyat untuk memberikan pilihan, atau memang gaya ini tidak bisa diubah oleh mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat fanomena gerakan caleg atau anggota DPD RI dalam melakukan kampanyenya kepada masyarakat, bukan kesan sosial sebenarnya yang ditunjukkan. Artinya, para caleg ini ingin terlihat berjiwa sosial saja dan bukan sejak awal karakteristik sosialnya telah terbentuk, artinya menurut saya, memang caleg-caleg yang ada tidak dapat meninggalkan gaya-gaya elitis untuk menarik simpatik rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri, dalam melakukan kampanyenya, para peserta Pemilu ini akan menggunakan cara-cara pragmatisme, dalam hal ini akan memberikan sesuatu dengan harapan dapat dikatakan berjiwa sosial dan atau agar dipilih. Kalau seperti ini, bukankah sikap elitis masih ditunjukkan oleh para peserta dan tidak dapat mereka tinggalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu selanjutnya, bagaimana hasilnya, saya kira masyarakat kembali akan dirugikan. Sebab, setelah terpilih menjadi “wakil rakyat” kemungkinan terbesar mereka akan kembali kepada masyarakat akan semakin jauh. Lagi-lagi sikap elitislah yang akan timbul dari mereka. Dengan bahasa gampang, ingin diingat masyarakat untuk dipilih dan akan melupakan masyarakat setelah terpilih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terkait sikap elitis peserta pemilu, dimata masyarakat seharusnya mereka ini tidak dipilih dan biarkan dibuang saja dari bursa pencalegan. Mengapa demikian, sebab seperti diungkapkan di atas, mereka hanya akan merugikan masyarakat. Jadi, kalau masyarakat mau lebih cerdas melakukan analisa dan pengkajian, memilih caleg-caleg yang sudah terbukti sangat merakyat dan tidak melupakan masyarakat adalah pilihan yang tepat. Karena dengan demikian, caleg yang nantinya terpilih dan duduk di kursi legislatif akan kembali kepada masyarakat dan sadar bahwa keberadaannya di lembaga tersebut hasil pilihan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud lebih luasnya, sikap elitis dari caleg terpilih ini tidak akan menguat seperti apa yang berlaku belakangan ini dari hasil-hasil pemilihan umum sebelumnya. Dimana, ketika sudah duduk di kursi legislatif tidak bayak yang kembali kepada masyarakat dan lebih mementingkan golongannya yang elit dan mementingkan pribadinya yang elitis. Atau bahasa kasarnya, enggan bersentuhan kembali dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemilih dan penentu, saya berharap masyarakat lebih sadar dengan permasalahan ini. Sehingga hasil Pemilu 2009 nanti yang menentukan adalah masyarakat bukan justru masyarakat yang dipaksa untuk menentukan. Dengan demikian, rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi akan terwujud, dan ini merupakan tujuan dari demokrasi sesungguhnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-6608040701996398183?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/6608040701996398183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=6608040701996398183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6608040701996398183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6608040701996398183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/11/caleg-di-banten-masih-elitis.html' title='Caleg Di Banten Masih Elitis'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3215263785435634772</id><published>2008-11-14T04:22:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T03:52:18.214-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Kemungkinan Balas Dendam selalu Ada*</title><content type='html'>Oleh: Sanusi Pane (Reporter Harian Umum Tangerang Tribun)&lt;br /&gt;Diolah dari hasil wawancara dengan Ahmad Makki (Pemerhati Sosial dan Budaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tidak puas dari kelompok-kelompok tertentu terhadap kematian tiga terpidana mati Bom Bali I, Amrozi cs, menjadi bahan yang harus dipertimbangkan pihak-pihak berwenang dikemudian hari. Bukan menakuti, sebab potensi untuk melakukan aksi balas dendam dari kalangan ini dalam setiap kesempatan selalu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara psikologis, kalangan Islam garis keras, yang mengartikan Islam sama dengan menegakkan hukum Tuhan di dunia, pasti akan menilai bahwa hukuman mati terhadap 3 “pejuang” tersebut adalah bentuk ketidaksetujuan pemerintah terhadap perjuangan Islam itu sendiri. Hanya saja, dalam hemat pemikiran saat ini, gerakan balas dendam tersebut belum mungkin dilakukan dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengetahui, yang dibawa Amrozi cs dalam perjuangannya adalah konsep jihad. Ini juga yang dapat mengobarkan semangat kefanatikan atau semangat ideologis itu sendiri untuk menggerakkan orang, baik yang simpatik, atau yang sependapat dengan ketiganya selama ini untuk melakukan aksi serupa dengan apa yang dilakukan oleh mereka. Pertanyaannya, apakah yang dilakukan amrozi ini untuk ditiru atau hanya sebuah konsep pribadi yang lahir dari pemikiran pribadi pula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal tersebut, saya melihat banyak versi yang dapat menggerakan orang atau kelompok tertentu untuk melakan tindakan yang sama. Atas kesepakatan kelompokkah, Atas inisiatif pribadi, atau atas pandangan ideologi tertentu. Yang jelas banyak cara dan banyak kemungkinan tindakan kolompok-kelompok atau pribadi Islam keras ini yang akan bermunculan setelah eksekusi ketiganya beberapa saat yang lalu. Yang mengkhawatirkan adalah, jika hal ini akan menjadi tren di kalangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar perumpamaan, setelah dilakukannya eksekusi beberapa waktu yang lalu, aparat kepolisian banyak menerima laporan adanya pemasangan bom di lokasi-lokasi tertentu. Sedikitnya puluhan ancaman itu datang dari berbagai pihak. Sebagai contoh, dalam satu kasus diakui oleh pengirim SMS ancaman bom, bahwa hal tersebut dilakukan karena rasa simpatiknya kepada Amrozi cs, dan bukan atas perintah seseorang atau kelompoknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukti adanya potensi ancaman dari orang-orang yang mengagumi Amrozi cs., dan memungkinkan melakukan tindakan sama dengan apa yang telah dilakukan oleh Amrozi dan kawan-kawan itu. Saya melihat bisa saja dalam komunitas-komunitas tertentu Amrozi cs dipandang sebagai “pahlawan” karena telah menjadi martir bagi kelompok yang serupa garis ideologinya. Karenanya, untuk mengantisipasi hal tersebut, saya harus mengatakan bahwa perlu pengawasan tertentu untuk mengantisipasi potensi aksi-aksi teror setelah dieksekusinya Amrozi cs. Dan saya melihat hal ini sudah cukup diantisipasi oleh aparat berwenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal ini, saya berharap pihak-pihak berwenang di Indonesia harus pintar melakukan pengamatan mendalam terhadap potensi tindakan teror yang mungkin terjadi pasca eksekusi ketiganya. Tapi mudah-mudahan saja, pemerintah dapat melihat ini dengan cepat dan dapat mencarikan solusi terbaik. Dan perlu diingat, secara sosial, radikalisme adalah salah satu bentuk paling ekstrem dalam melawan kegagalan negara memenuhi kebutuhan mayoritas rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Dimuat Di Harian Umum Tangerang Tribun Edisi, Sabtu (15/11/2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3215263785435634772?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3215263785435634772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3215263785435634772' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3215263785435634772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3215263785435634772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/11/kemungkinan-balas-dendam-ada.html' title='Kemungkinan Balas Dendam selalu Ada*'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-9156415084051842401</id><published>2008-10-29T07:32:00.000-07:00</published><updated>2008-11-07T10:27:22.484-08:00</updated><title type='text'>Rumah Pustaka Pribadi Sumber Ilmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SQh3RCJuZxI/AAAAAAAAAMM/ABf13EjNhtk/s1600-h/Imat+Tihami,+Properti,+29-10-08.jpg%286%29"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SQh3RCJuZxI/AAAAAAAAAMM/ABf13EjNhtk/s320/Imat+Tihami,+Properti,+29-10-08.jpg%286%29" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262587299101566738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Oleh : Zeno Pane&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bukan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;akademisi namanya jika di dalam rumahnya tidak ada rak berisi ribuan buku berbagai sumber sebagai koleksi pribadi sekaligus taman ilmu yang siap dibuka kapan saja oleh pemiliknya. Kontan, si pemilik rumah pun membuat satu ruangan penuh buku tersebut sebagai ruangan kegemarannya bersama keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Dari rumah yang selalu sepi dan dipenuhi tanaman kaya manfaat di halaman muka rumah seluas 200 meter persegi tersebut, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sulatan Maulana Hasanudin Serang, Prof. DR. Imat Tihami si pemilik rumah hanya bisa terkagum dengan satu ruangan yang mengisi interior rumahnya, 5 baris rak antik dengan koleksi buku didalamnya. Maklum saja, pria kelahiran Pontang, 15 Agustus 1957 ini memang terkenal gemar membeli buku dan menjadikannya koleksi pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Penataan sekat rumah dengan rak-rak buku ternyata mempercantik rumah yang sebenarnya cukup kecil untuk ukuran rumah seorang rektor. Maklum saja, awalnya Pak Imat dia biasa dipanggil, membeli rumah ini pada tahun 1981 masih Perumahan BTN dengan tipe 36. Hanya melihat kebutuhan akan tempat yang lebih luas untuk memampung buku-bukunya ia pun memperluas rumah tersebut dan meningkatnya. Kontan, hampir disetiap ruangan tidak pernah lepas dari pemandangan buku-buku koleksinya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Wah&lt;/i&gt; maklum lah mas, namanya juga akademisi, terus seneng baca lagi, makanya koleksi buku yang banyak ini harus saya tata rapih untuk mempercantik rumah. Sekaligus untuk perpustakaan pribadi,” tutur pria berusia 55 tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Lebih lanjut ia menjelaskan bagiamana menata rumah kecil dengan koleksi buku yang banyak. Katanya, idealnya rumah yang ia idamkan memang bukan yang sekarang ada. Ia memimpikan, koleksi bukunya tersebut dapat tempat lebih luas dan dengan rak yang lebih banyak yang dibuat dari bahan-bahan semi permanen seperti bambu hitam, kayu-kayu jati dan yang terpenting menurutnya, yang lebih enak dipandang mata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Mengapa pilihannya buku sebagai pemanis rumah, bayak manfaat yang didapatkan dari memiliki koleksi buku yang banyak. Tentunya selain untuk kebutuhan akademisi yang dibidanginya, buku-buku tersebut akan sangat membantu kesibukannya menulis dan melakukan kajian kemasyarakatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Sambil menunjukkan koleksi bukunya, ia menguraikan, inilah kesan pertama tamu yang akan masuk ke ruangan ini. Pasti, mereka akan bertanya, sejak kapan yang bersangkutan mengumpulkan buku-buku tersebut. “Sebagai orang yang lahir dari petani saya tidak mungkin memiliki bayak buu seperti ini. Ada kemauan ya pasti akan terkumpul,” ceritanya sambil menuturkan, buku pertama yang dibelinya adalah hasil honor khutbahnya di sekolah SMA-nya semasa di Bandung dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Menuju lantai atas rumah ini, interior di dalamnnya juga tidak lepas dari koleksi buku yang masih dipaks dalam kardus-kardus. Walaupun sebagian diantaranya tetap dijadikan penghias rumah di sudut-sudut dinding, nampak kerapiahan dan keindahannya tidak pudar. “Diruangan ini saya biasa mengahabiskan waktu senggang untuk membaca kemudian menulisnya. Jadi apapun waktunya, buku tidak akan lepas dari tangan saya kalau sudah di rumah,” urainya di salah satu ruangan yang dilengkapi dengan komputer dan rak buku berukuran 2X3 meter.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Di halaman depan rumah, pengetahuannya yang didapa lebih banyak dengan membaca buku, Pak Imat tidak lupa mempercantik rumah tersebut dengan berbagai tanaman kaya manfaat. Menurutnya, &lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;tanaman dan ornamen luar rumah dirancang untuk menegaskan konsep arsitektur bangunan secara keseluruhan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Sebagai contoh, khayalnya, area kolam renang dan taman dalam diolah menjadi tempat olah raga dan tempat bersantai keluarga dalam suasana yang segar. Selain itu, teras ruang tamu dikelilingi oleh tanaman tropis seperti Buah Naga dan hiasan berupa gentong dan tempat duduk dari batu menhir. Secara keseluruhan, pungkas dia, desain hunian keluarga penuh dengan sumber ilmu ini berhasil ia wujudkan sesuai keinginan pemilik dan keinginan arsiteknya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Beranjak ke ruang tamu, tempat terakhir wartawan koran ini mengulas arsitektur rumah lulusan Fakultas Syariah, IAIN Bandung (sekarang UIN Bandung), koleksi-koleksi lain yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan pun tidak luput di ruangan ini. Salah satunya, lampu gantung yang ada tepat 3 meter di atas kepala kami, tergantung sebuah lampu dengan ornamen lambang ilmu pengetahuan dunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;Lampu ini saya beli waktu ada seminar dan pameran, melihat bentuknya yang unik dan terlihat aneh saya langsung mengambilnya satu. Setelah saya baca di salah satu buku ensiklopedi ilmu pengetahuan, barulah saya tahu kalau lampu itu berbentuk lambang ilmu,” pungkasnya sambil menendaskan, itulah untungnya mendesain rumah dengan banyak buku, miniml banyak pengetahuan yang tidak orang tahu pihaknya mengetahuinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans Mono,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;(Sns)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-9156415084051842401?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/9156415084051842401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=9156415084051842401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/9156415084051842401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/9156415084051842401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/10/rumah-putaka-pribadi-sumber-ilmu.html' title='Rumah Pustaka Pribadi Sumber Ilmu'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SQh3RCJuZxI/AAAAAAAAAMM/ABf13EjNhtk/s72-c/Imat+Tihami,+Properti,+29-10-08.jpg%286%29' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-1028917710797126032</id><published>2008-10-29T06:10:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T06:21:32.055-07:00</updated><title type='text'>Gemar Baca Dimulai Dari Wajar Dikdas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SQhheA6nX8I/AAAAAAAAAL0/IIwmRbAZOOA/s1600-h/Imat+Tihami,+Properti,+29-10-08.jpg%2812%29"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SQhheA6nX8I/AAAAAAAAAL0/IIwmRbAZOOA/s320/Imat+Tihami,+Properti,+29-10-08.jpg%2812%29" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262563332852244418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Zeno Pane&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;Ternyata, tidak mudah menggalakkan masyarakat baca kita untuk berkunjung ke Perpustakaan Daerah atau perepustakaan lainya, dimana disana berbagai bacaan dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sulitnya pengelola Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah dalam menggalakan gemar baca ternya bukan hanya tersendat oleh enggannya masyarakat untuk pergi ke perpustakaan daerah. Masalah lainnya, masih banyaknya masyarakat yang ternyata belum seluruhnya melek &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; atau buta huruf.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Untuk itu, saran diungkapkan oleh Pengelola Perpusda Provinsi Banten, Kasubid Pelayanan dan referensi Badan Perpustakaan Dan Arsip Daerah Banten, Sandi Susanto kepada Tangerang Tribun, rabu (22/10) kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menurutnya, dengan masyarakat Banten yang seharusnya sejak dini diupayaan untk gemar mambaca, belum seluruhnya menuntaskan Wajar Dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar). Dimana sebenarnya, di proses Wajar Dikdas ini anak-anak diharapkan mulai gemar &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt;. "Bagaimana masyarakat mau gemar &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt;, padahal dirinya belum dapat &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; atau melek huruf," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Oleh karena itu sambungnya, pihaknya berharap kepada pemerintah daerah, baik tingkat kota/kabupaten atau provinsi di Banten ini dapat membantu kerja pengelola perpustakaan yakni gemar &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; dengan mengentaskan buta aksara di Banten ini. "Salah satunya ya itu tadi, sempurnakan Wajar Dikdas untuk masyarakat kita. Setelah seluruhnya mengenal baca , tidak menutup kemungkinan perpustakaan atau taman baca lainnya menjadi tujuan utama para pembaca ini," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt;&lt;a name="11d24dc566e59696_more-36"&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ada pepatah bijak yang sering diungkapkan semasa kita duduk di bangku sekolah, "&lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; adalah kunci ilmu, sedangkan gudangnya ilmu adalah buku." Sepintas ungkapan itu sederhana, namun menurut Sandi, di dalamnya terkandung makna penting. Bahwa &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; adalalah gerbang pencerdasan masyarakat dari ketertinggalan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Dengan berat hati kita katakan, minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Itu terlihat dari data yang ada di Perpusda ini. Bahwa, masyarakat kita belum menjadikan kegiatan &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; sebagai sumber utama mendapatkan informasi," ungakapnya yang mengatakan hanya sekitar 300-350 orang perhari yang rutin mengunjungi Perpusda dan &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; koleksi buku yang ada disana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dibeberkan olehnya, banyak faktor yang menyebabkan kemampuan &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; anak-anak Indonesia tergolong rendah. Pertama, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku yang bermutu dan memadai. "Bisa dibayangkan, bagaimana aktivitas &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; anak-anak kita tanpa adanya buku-buku bermutu. Untuk itulah, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku bermutu menjadi suatu keniscayaan bagi kita," sambunya sambil mengatakan, itulah pentingnya Wajar Dikdas dengan program gemar &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; yang pihaknya galakkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selain itu, banyaknya keluarga di Indonesia yang belum mentradisikan kegiatan &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt;. Sedangkan di tingkat sekolah, katanya, rendahnya minat baca anak-anak bisa diatasi dengan perbaikan perpustakaan sekolah. "Semakin besar peluang masyarakat untuk &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; melalui fasilitas yang tersebar, semakin besar pula stimulasi &lt;span class="nfakPe"&gt;membaca&lt;/span&gt; sesama warga masyarakat," pungkasnya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(**)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-1028917710797126032?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/1028917710797126032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=1028917710797126032' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1028917710797126032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1028917710797126032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/10/gemar-baca-dimulai-dari-wajar-dikdas.html' title='Gemar Baca Dimulai Dari Wajar Dikdas'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SQhheA6nX8I/AAAAAAAAAL0/IIwmRbAZOOA/s72-c/Imat+Tihami,+Properti,+29-10-08.jpg%2812%29' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-16408715592339138</id><published>2008-10-24T07:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T08:02:01.023-07:00</updated><title type='text'>Kecewa Itupun sampai Pada Klimaksnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SQHi_jKYOyI/AAAAAAAAALs/BT9lERrRQTQ/s1600-h/Demo+Massa+jayeng+di+Aula+Pemkot,+meminta+KPU+hentikan+proses+Rekapitulasi+usra,+sanusi,+24-10-08.jpg+068+%2831%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SQHi_jKYOyI/AAAAAAAAALs/BT9lERrRQTQ/s400/Demo+Massa+jayeng+di+Aula+Pemkot,+meminta+KPU+hentikan+proses+Rekapitulasi+usra,+sanusi,+24-10-08.jpg+068+%2831%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260735421143857954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;Enatah, karena geram dengan ulah penyelenggara Pilkada yang seakan tidak pernah mau tahu dengan pelanggaran-pelanggaran selama Pilakda Kota Serang berlangung, atau karena upaya membalikan kekalahan yang dialami, pendukung Pasangan Jayeng Rana-Deden Apriyandhi (Jaden)  pun meluapkan kemarahan dengan melakukan penyerbuan massa ke sidang pleno penetapan pemenang Pilkada, Jum'at (24/10) kemarin.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Berbekal, spanduk ukuran raksasa, pendukung Jaden ini ingin menunjukkan dengan tegas bahwa pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman telah mencederai Pilakda dengan melakukan praktik money politik yang hukumannya adalah Pidana. Mereka ingin masyarakat Kota Serang melihat bahwa pemenang Pilkada adalah orang yang sebenarnya tidak layak untuk menang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt; “&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Gerah, bukti ada, Panwas dan KPU diam saja,” kira-kira begitulah ungkapan yang dirasakan ratusan pendukung Jaden ini, saat melakukan aksinya di halaman Pemkot Serang. Atau bisa jadi, inilah klimaks dari kejengkelan para pendukung Jaden yang sudah menyerahkan bukti-bukti money politik yang dilakukan pasangan Nyaman namun tidak pernah ditanggapi serius.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Memang, hampir seminggu terakhir menjelang penetapan hasil Pilkada Kota Serang Putaran II yang digelar Jum'at (24/10) kemarin, kasus-kasus pelanggaran terus bermunculan bagaikan jamur di musim hujan. Yang menarik, hanya satu calon saja yang terus dihujami dengan dugaan pelanggran “Money Politic” atau politik uang. Pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman yang ditetapkan sebagai pemenang jauh sebelum pleno digelar, dan pelapornya adalah pihak pasangan Jayeng Rana-Deden Apriyandhi (Jaden) yang kenyataannya kalah dengan lawan politiknya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sayangnya, Panwas yang menerima hampir 12 laporan adanya money politic. Diantaranya di Desa Drangong, Kecamatan Taktakan, ditemukan amplop berisi uang Rp.50.000. Di Walantaka sama juga, ditemuka amplop bergambar pasangan Nyaman berisi uang Rp.50.000. Lagi di Desa Rawa Timur dan desa Trumbu, Kecamatan kasemen masih dengan barang bukti yang serupa. Uang Rp.10.000 pun tertangkap kamera di Desa Kemanisan, Kecamatan Curug dan sudah dilaporkan. Di sumur Patut, Cipocok Jaya dan mungkin banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Klimaksnya, akibat tidak ditindaklanjuti laporan seorang pendukung Jaden, yang membawa bukti bukan hanya barang berupa amplop berisikan uang. Namun poto si calon dari pasangan Nyaman, Bunyamin, yang membagikan langsung uang kepada masyarakat disaat Pilkada berlangsung. Kandas lagi upaya ini, Panwas Pilkada mengatakan laporannya kadaluarsa, dan mengeluarkan peraturan PP nomor 06 tahun 2005 tentang penyelenggaraan Pilkada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt; “&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kita tidak menaindaklanjuti kasus ini, sebab sudah kadaluarsa, seharusnya si pelapor mengajukan laporannya maksimal 7 hari setelah kejadian,” kata Ketua Panwas saat itu. Diketahui, kejadian dalam poto tersebut diambil tanggal 29 september, sedangkan laporannya sendiri masuk ke Panwas pada tanggal 22 Oktober yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Entah, sudah biasa atau sudah menjadi rahasia umum, kasus politik uang selalu mewarnai pemilihan kepla daerah. Sayangnya, kasus-kasus seperti ini tidak pernah menjerat pelakunya, dimanapun kapanpun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt; “&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hukumnya memang seperti itu, ketidakpahaman bahwa kasus money politic yang menjurus kepada kasus pidana bukanlah masuk dalam kategori pidana umum, dimana waktu pelaporannya tidak terbatas waktunya. Money politic dalam pilkada adalah pidana khusus yang dibatasi pelaporannya, dan penanganannya pun dibatasi oleh waktu,” papar salah seorang anggota KPU Serang, M Arif Iqbal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kemarin, rasa gerah itupun sampai pada klimaknya, gambar poto si calon yang sedang membagikan uang dipasang langsung sejumlah pendukung Jaden di pelataran halaman Pemkot Serang. “Biar semua orang tahu, bagaimana kelakuan Bunyamin. Bagaimana sosok pribadi mereka. Biarkan Panwas dan KPU-nya tidur, biarkan Kota Serang ini hancur,” kata salah seorang orator dari tim sukses Jaden meluapkan puncak kekecewaanya akan sikap penyelenggara Pilakda Kota Serang. &lt;b&gt;(**)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.3cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-16408715592339138?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/16408715592339138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=16408715592339138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/16408715592339138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/16408715592339138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/10/kecewa-itupun-sampai-pada-klimaksnya.html' title='Kecewa Itupun sampai Pada Klimaksnya'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SQHi_jKYOyI/AAAAAAAAALs/BT9lERrRQTQ/s72-c/Demo+Massa+jayeng+di+Aula+Pemkot,+meminta+KPU+hentikan+proses+Rekapitulasi+usra,+sanusi,+24-10-08.jpg+068+%2831%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-4433577982393714107</id><published>2008-10-16T06:55:00.001-07:00</published><updated>2008-10-16T07:00:27.101-07:00</updated><title type='text'>Kedepankan Kepercayaan Dan Profesionalisme</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SPdIwIvkhPI/AAAAAAAAALA/e_F6UFW-ZNk/s1600-h/Ati+Hartati+M.Si,+buat+wanita+karir,+Sanusi,+16-10-08+066+%283%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SPdIwIvkhPI/AAAAAAAAALA/e_F6UFW-ZNk/s320/Ati+Hartati+M.Si,+buat+wanita+karir,+Sanusi,+16-10-08+066+%283%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257751081796273394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="zxx"&gt;&lt;b&gt;SEBAGAI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="zxx"&gt; wanita yang bergerak dibidang jasa kontruksi (konsultan kontruksi), Ati sapaan akrab wanita berusia 40 tahun dengan nama lengkap Ir Ati Hartati, M.Si tidak menyesal konsen di dunia usaha ini sejak usia 22 tahun. Sebab, dari 7000 pengusaha di bidang jasa kontruksi, kaum wanita tidak 5 persennya se-Indonesia yang bergelut dan memegang kendali perusahaan semacam ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Kental dengan keluarga guru, Ati yang asli orang Serang ini rela melepaskan bayang-bayang keluarganya yang cenderung memilih pendidikan sebagai jalan hidupnya. Akirnya, tahun 1992, berasma suaminya, Ir Mulyawan, ia mengambil bagian hidupnya sendiri dengan mendirikan PT Ottoman Laras Cipta yang bergerak dibidang jasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Tidak kurang 18 tahun Ati menggeluti usaha ini. Hasilnya, 6 perusahaan di berbagai daerah berhasil dikembangkannya dengan bermodal kepercayaan dan profesionalisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;"Siap sih yang ingin menggeluti usaha jasa, yang saat itu (tahun 90-an, red) orang lebih memilik menjadi kontraktornya. Namun berdasarkan niat tulus dan usaha maksial semuanya berjalan lancar," ungkap Ati ketika pertama kali menjalani bisnis ini dengan suami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Beruntungnya lagi, pilihannya menjadi konsultan kontruksi sangat dihargai sejawatnya yang kebanyakan kaum adam. Dalam pergaulannya di tingkat nasional, wanita yang mengenyam pasca sarjananya pada jurusan Komunikasi publik ini, banyak memikat lelaki pengusaha tersebut karena kecakapannya dalam menjelaskan paparan-paparan perencanaan pembangunan kontruksi di berbagai daerah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;"Saya lihat banyak perempuan yang minder karena berkarir di dunia yang bukan dunianya (perempuan,red). Tapi bagai saya pengalaman belasana tahun di dunia karir ini justru memotivasi saya agar setara dengan kaum pria," tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Ia berpesan, kalau profesional itu dijaga dan memberikan kepuasan hasil dari pekerjaan yang digeluti, Ati yakin semuanya akan berjalan lancar. Sebab tandasnya, dalam dunia profesi dan karir bukan gender yang ditonjolkan. Tapi, bagaimana dalam karir tersebut, seseorang dapat menonkolkan sikap profesionalismenya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;"Wah, bahaya itu, kalo bergelut di dunia bisnis atau karir tidak menjaga kepercayaan dan profesionalisme. Ujung-ujungnya pasti kita sendiri yang rugi," cetus wanita yang memiliki perusahaan di, Banten, Riau, Palembang sampai ke Jayapura ini dan kerap mengisi seminar-seminar konsultan bagi pemerintahan daerah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Mulai sejak Usia Dini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Dengan wajah yang selalu ceria, ia menggambarkan, usaha yang dirintisnya sejak usia 20-an ini sangat membantunya mengembangkan usahanya saat ini. Sebab, menurutnya, memulai sesuatu sedini mungkin akan lebih membuat pribadi dan karir seseorang mudah tertanam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;"Kalu saja saya mengikuti temen-temen sebaya waktu itu (jaman kuliah) yang masih suka hura-hura dan tidak konsen di dunia karir seperti ini. Saya menjamin, kehidupan saya tidak akan semaju ini. Untungnya, saya memulainya sejak usia muda," imbuhnya mengenang perjalanan awal karirnya di jasa konsultan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Menimba banyak ilmu dari seniornya yang saat ini menjadi suaminya, Ir Mulyawan (41), seorang arsitektur yang kerap mendapatkan pekerjaan dari beberapa instansi pemerintah dan swasta. Ati mulai mengenal dunia usaha kontruksi. Namun pilihannya bukan menjadi kontraktornya, konsultanlah pilihannya sesuai dengan keinginan dan ketetapan hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;"Jarang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;&lt;i&gt;kan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt; orang yang ingin menjadi konsultan saat itu. Maklum, saat itu kontraktor lebih besar pendapatannya. Tapi, karena saya lebih tertarik di bidang jasa maka konsultanlah yang saya geluti," ujarnya sambil menyebutkan, kalau kontraktor saat itu dibayar puluhan juta, ia hanya mendapatkan Rp1,5 juta untuk satu proyek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Akan tetapi, lambat laun karirnya terus menanjak, dengan kepercayaan yang ditanamkannya, Ia mengaku, ternyata kalau digarap secara profesional, pekerjaan  jasa itu tidak ternilai upahnya. "Yang penting serius saja, konsen dan jangan mudah menyerah," singkat Wakil Ketua Ikatan Nasional Kontruksi Indonesia (Inkindo) Banten ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;&lt;b&gt;(Sns)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="courier new" style="margin-top: 0.3cm; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-4433577982393714107?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/4433577982393714107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=4433577982393714107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/4433577982393714107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/4433577982393714107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/10/kedepankan-kepercayaan-dan.html' title='Kedepankan Kepercayaan Dan Profesionalisme'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SPdIwIvkhPI/AAAAAAAAALA/e_F6UFW-ZNk/s72-c/Ati+Hartati+M.Si,+buat+wanita+karir,+Sanusi,+16-10-08+066+%283%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-5070414520592324119</id><published>2008-10-16T04:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T06:24:00.250-07:00</updated><title type='text'>Jaring Ikan Dari Tradisi Bedol Bendungan Pamarayan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SPcjup4abZI/AAAAAAAAAKw/9W4Aun15KKg/s1600-h/Bedol+Pamarayan+yang+dilakuan+tiap+tahun+bertepantan+pada+tanggal+10+Oktober,+tahun+ini+pertama+dibuka+oleh+bupati+serang,+Sanusi,+16-10-08+060+%2813%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SPcjup4abZI/AAAAAAAAAKw/9W4Aun15KKg/s320/Bedol+Pamarayan+yang+dilakuan+tiap+tahun+bertepantan+pada+tanggal+10+Oktober,+tahun+ini+pertama+dibuka+oleh+bupati+serang,+Sanusi,+16-10-08+060+%2813%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257710374401764754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh : Pane Zeno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;i&gt;Sudah hampir 40 tahun, Hanfasoh (76) rutin menjaring ikan saat tradisi Bedol (buka) bendungan Pamarayan dilakukan setiap tahunnya. Tradisi ini terus bertahan hingga wanita renta ini memiliki anak cucu. Selain untuk dibawa pulang, ikan hasil jaringannya tersebut dijual untuk kebutuhan keluarga.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ada yang berbeda dari tradisi Bedol Bendungan Pamarayan tahun ini. Setelah tahun lalu tidak dibuka, kali ini, bendungan yang dibangun sejak tahun 1990 tersebut dibuka kembali dengan kahadiran Bupati Serang, Taufik Nuriman dengan acara seremonial yang juga tidak pernah dilakukan sebelumnya. Pasalnya, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Serang ke-482, Pemerintah Kabupaten Serang ingin tradisi tahunan ini menjadi bagian dari hari jadi Kabupaten Serang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Warga sekitar yang selalu menanti dibukanya bendungan tersebutpun berbondong-bendong mendatangi bendungan yang memiliki sitem irigasi yang mampu mengairi 13.638,50 hektar areal persawahan di Kota/Kabupaten Serang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak urung, ribuan orang yang sudah menyiapkan jaring masing-masing berbagai ukuran, nampan, bubung dan bahkan jala menungu saat-saat bendungan tersebut dibedol. Tidak terkecuali salah satunya, Hanfasoh. Hanya saja tujuannya datang kesini bukan hanya sekedar menjaring ikan, ia berharap dari hasil tangkapannya tersebut dapat dibawa pulang sebagai lauk, dan sisanya dapat dijual yang hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bedol Bendungan Pamarayan sudah dilakukan sejak bendungan lama ada. Dan sudah menjadi tradisi warga Pamarayan dan sekitarnya.,” kata ibu ini yang sejak gadis lalau mengikuti tradisi tersebut hampir 40 tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dia mengungkapkan, sebanarnya bukan dibukanya bendungan yang ditungu warga, namun ikan yang berada dibendungan tersebut yang ingin didapatkan. Sebab ribuan ekor ikan akan bermunculan saat bendungan surut setelah dibedol. “Tradisi bedol bendungan yang ditungu adalah kegiatan mencari ikannya. Lumayan selain buat makan, kalau lebih bisa dijual,” terangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari mulut ibu berwajah kriput ini diceritakan, setiap tahunnya hampir seluruh warga menungu momen-momen bedol Bendungan Pamarayan tersebut. Sebab tidak sedikit warga yang mampu membawa 10-20 kilogram ikan dari bendungan yang sebenarnya dibuka untuk menandai pola tanam tahap I bagi para petani yang ada di hilir aliran sungai ciujung ini. “Tapi kalo lagi ga dapet ikan. Ya, engga dapet,” tukasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dituturkan warga lainnya, Madroji (69), sebelumnya bendungan tersebut tidak berada di lokasi yang sekarang. Dahulu, bebernya, bendungan tersebut ada di lokasi lain yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1876. Namun ulasnya, tradisi bedol bendungannya saja yang tidak bernah berubah baik dilokasi yang lama maupun yang baru. “Kalau saya dari masih muda udah melakukan rutinitas ini. Sebab ikan yang ditanam di bendungan ini cukup menarik keinginan masyarakat untuk dijaring dan dibawa pulang,” terangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pantrauan Tangerang Tribun ketika bendungan dibuka, dari bendungan yang telah dilengkapi dengan pintu-pintu jaringan irigasi tersebut, warga yang sudah menanti akhirnya meluapkan tradisi menjaring ikan setelah bendungan dibuka oleh Bupati Serang Taufik Nuriman, tidak kurang ribuan warga langsung menyerbu lokasi bendungan yang mulai menyusut airnya tersebut. Warga yang yang sudah berbekal jaring langsung mencari ikan hingga seluk-beluk lumpur yang memenuhi bendungan. Bahkan tidak sedikit warga yang telah berhasil menjaring banyak ikan langsung menjajakannya kepada warga yang menyaksikan agenda bedol bendungan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Macam-macam ikan yang didapat, mulai dari ikan betok, betik, gabus, nila, tawes dan yang pasti ikan caung dijajakan para penjaring ini disekitar areal bendungan. “Lumayan lah, seikat bisa dijual dengan harga Rp15.000 - Rp20.000. Kebanyakan yang yang dicari ikan caung yang jumlahnya sangat banyak disepanjang aliran sungai ciujung ini,” kata Imah, warga Bojong Catang sambil menawarkan ikan-ikan hasil tangkapannya tersebut. (**)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;font-family:courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: courier new;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-5070414520592324119?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/5070414520592324119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=5070414520592324119' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5070414520592324119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/5070414520592324119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/10/jaring-ikan-dari-tradisi-bedol.html' title='Jaring Ikan Dari Tradisi Bedol Bendungan Pamarayan'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SPcjup4abZI/AAAAAAAAAKw/9W4Aun15KKg/s72-c/Bedol+Pamarayan+yang+dilakuan+tiap+tahun+bertepantan+pada+tanggal+10+Oktober,+tahun+ini+pertama+dibuka+oleh+bupati+serang,+Sanusi,+16-10-08+060+%2813%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8531595408995630636</id><published>2008-10-10T04:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T05:08:48.108-07:00</updated><title type='text'>Susahnya Menertibkan Banten Lama</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SO9DSweuYtI/AAAAAAAAAKo/qDs7kvjj3EE/s1600-h/Penertiban+PKL+Banten+Lama,+Sanusi,+10-10-08+%281%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SO9DSweuYtI/AAAAAAAAAKo/qDs7kvjj3EE/s320/Penertiban+PKL+Banten+Lama,+Sanusi,+10-10-08+%281%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255493279695135442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;i&gt;Susah memang menertibkan lokasi yang sudah mengakar budayanya. Kebiasaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Banten Lama yang selalu memadati kawasan Wisata Religi tersebut saat-saat penuh pengunjung ternyata berlanjut dan enggan ditinggalkan pemiliknya walaupun masa jiarah sudah selesai&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ya, setelah sebelumnya direncanakan dengan matang, penertiban PKL di kawasan obyek wisata religius Banten Lama yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang di bantu satuan Pengendali Massa (Dalmas) Polres Serang, Jumat (10/10) gagal dilaksanakan. Ini terjadi karena pedagang menolak ditertibkan, dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, proses penertiban itupun dihentikan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Awalnya penertiban tersebut berjalan lancar, 40 Satpol PP yang tiba pukul 14.15 langsung membongkar kayu dan papan bangunan PKL di lingkungan halaman Masjid Banten Lama. Salah satunya bangunan semi permanen milik H Agus seorang penjual minyak wangi, tasbih, peci, dan pernak-pernik lainya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pembongkaran itupun berjalan mulus. Tak satupun pedagang yang mengajukan protes. Satu persatu barang dagangan disisihakn diseberang jalan. “Saya nurut aja jika aturannya seperti ini,” akunya H Agus sambil menyayangkan sikap aparat pemerintah Kota Serang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kami sangat mendukung program pemerintah memerangi kemiskinan, tapi jangan orang miskin yang diperangi,” keluhnya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ketika oprasi tersebut terus berjalan, tiba-tiba tersendat. Massa PKL yang tadinya hanya melihat dari kejauhan mencoba mendatangi anggota Satpol PP yang tengah sibuk mencobpoti kayu bangunan semi permanen tersebut. Lantas saja mereka meminta pembongkaran itu dihentikan. “Hentikan pembongkaran, jangan diteruskan,” teriak salah seorang PKL. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak lama kemudian, massa PKL inipun menemui Kepala Seksi Pengendalian Operasi (Kasi Dalops) Iwan Darmawan yang juga pemimpin penertiban. Dialog pun digelar, dan akhirnya proses penertiban itu dihentikan. Diduga keputusan ini diambil untuk menghindari hal yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Dari dulu Banten Lama kawasan yang paling sulit ditertibkan. Pembongkaran tidak pernah berhasil kami lanjutkan. Biar semuanya tahu, memang seperti inilah kondisi Banten Lama,” tandas Iwan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sekedar informasi, P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;edagang di kawasan Banten Lama sendiri juga menginginkan ketertiban, mereka siap dipindahkan ke tempat dagang yang baru di terminal baru dan letaknya sekitar 300 meter dari kawasan pedagang lama. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Namun, tempat itu sangat tidak representatif. Selain bentuk bangunannya yang tidak menguntungkan pedagang, dilokasi yang baru itu belum tersedia saluran air bersih, mushola, dan sarana lainya. Alhasil, para pedagang memilih balik ke lokasi yang lama. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-family: trebuchet ms;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bukan hanya itu, salah seorang pedagang mengaku harus menelan kerugian Rp 10 juta saat pindah ke lokasi dagang yang baru tersebut. Karena di lokasi yang baru itu sepi pengunjung. &lt;b&gt;(Sns)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8531595408995630636?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8531595408995630636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8531595408995630636' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8531595408995630636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8531595408995630636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/10/susahnya-menertibkan-banten-lama.html' title='Susahnya Menertibkan Banten Lama'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SO9DSweuYtI/AAAAAAAAAKo/qDs7kvjj3EE/s72-c/Penertiban+PKL+Banten+Lama,+Sanusi,+10-10-08+%281%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-475024009463960198</id><published>2008-09-22T05:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T05:48:57.134-07:00</updated><title type='text'>Menikmati Perjalanan di Atas Rel Merak-Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SNeT92dXo9I/AAAAAAAAAKA/pnw1i7wQ-E4/s1600-h/Enaknya+naik+kereta+Baru+%27Banten+Ekspres%27,+Sanusi,+22-09-08.jpg+033+%284%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SNeT92dXo9I/AAAAAAAAAKA/pnw1i7wQ-E4/s320/Enaknya+naik+kereta+Baru+%27Banten+Ekspres%27,+Sanusi,+22-09-08.jpg+033+%284%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248826581523604434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Kereta api adalah kendaraan sejuta ummat. Angkutan massal yang tidak lekang oleh jaman ini merupakan alat transportasi umum yang kerap menjadi pilihan kaum kelas menengah kebawah yang ingin menuju Jakarta.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wah, kereta baru itu akhirnya diluncurkan Departemen Perhubungan. Melalui tangan Menteri Perhubungan, Kereta Api (KA) Banten Express jurusan Merak-Jakarta akan menjadi kendaraan alternatif selama lebaran ini. Dengan kapasitas 10 gerbong yang terdiri dari 9 gerbong ekonomo K3 dan 1 KMP3, kereta ekspres pertama di Banten akan melayani 106 penumpang per-gerbongnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan cat berwarna &lt;i&gt;orange &lt;/i&gt;yang mengiasi badan gerbong dan sedikit sentuhan warna hijau muda dengan lambang "Menara Masjid Agung Banten" serta lambang dinas perhubungan akan m,ulai dioprasikan hari ini, Selasa (23/9) untuk sekali berangkat dan sekali pulang sebagai pengganti kereta ekonomi tujuan sama yang sebelumnya beroprasi 3 kali pemberangakatan dan pulang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Total Rp 26.05 miliar dihabiskan PT. Industri Kereta Api (INKA) Kudus untuk membuat kereta ekspres bertenaga 100km/jam ini. Tujuannya, mengakomodir sejumlah pemudik yang menggunakan kereta api pada musim lebaran 2008 dimana jumlahnya mengalami lonjakan sekitar 3 juta orang. Dari jumlah tersebut, 2,1 juta tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm; font-style: normal;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Dipastikan, penumpang tujuan Banten, Serang dan Rangkas Bitung akan meningkat sebanyak 3 juta orang," ujar Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal usai meluncurkan KA Banten Ekspres di Stasiun Serang, Banten, Senin (22/9/) kemarin. Bahkan Jusman menjamin angkutan mudik dengan KA akan berjalan aman dan lancar. Sejumlah infrastruktur KA telah dioptimalkan fungsinya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan termasuk tujuan Merak-Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Tak kurang, guna memperlancar arus mudik, PT KA telah menerjunkan 1.200 petugas lapangan, yaitu 600 personel untuk penilik dan sisanya 600 orang penjaga pintu lintasan kereta api di seluruh lintasah kereta api nasional. "Tidak ketinggalan untuk kereta baru ini juga akan diberikan tenaga ahli bersertifikat yang ahli demi kenyamanan pemudik selama lebaran nanti," pungkasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Singkatnya, para petinggi negeri ini ingin masyarakat menikmati kenyamanan berkendaraan kereta api. "Kota Serang yang saat ini telah menjadi Ibukota Provinsi Banten patut mendapatkan pelayanan angkutan massal yang lebih baik lagi, sebab selain menggunakan kendaraan bis dan angkutan umum sebagai jalur transportasi darat, sudah saatnya Banten mengupayakan pengembangan transportasi koda KA sebagai pilihan alternatif yang nyaman untuk digunakan," cetus Gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiah di tengah peluncuran KA Banten Ekspres tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Semantara warga pengguna kereta api nampak sumringah dengan kendaraan barunya tersebut. Seakan ingin segera merasakan kenyamanan menggunakan kereta rakitan tahun 2008 terbaru PT INKA ini, setelah diresmikan puluhan warga yang ingin menjajal pun tumpek dibangku kereta yang masih dibalut dengan plastik dan masih baru semua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;"Kita seneng &lt;/span&gt;&lt;i&gt;dong &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;ada kendaraan bau. Tapi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;kok &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;sayang yah, oprasinya cuma 2 kali, padahal sebelumnya, kereta dan jurusan yang sama beroprasi sampai 3 kali dalam sehari. Kita &lt;/span&gt;&lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;maunya jumlah pengoprasiannya sama seperti sebalumnya," komentar Salimah warga pengguna kereta api yang ingin menjajal kendaraan baru yang duiresmikan kemarin. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;(Sns)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0cm;" lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-475024009463960198?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/475024009463960198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=475024009463960198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/475024009463960198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/475024009463960198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/menikmati-perjalanan-di-atas-rel-merak.html' title='Menikmati Perjalanan di Atas Rel Merak-Jakarta'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SNeT92dXo9I/AAAAAAAAAKA/pnw1i7wQ-E4/s72-c/Enaknya+naik+kereta+Baru+%27Banten+Ekspres%27,+Sanusi,+22-09-08.jpg+033+%284%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8109880799115998314</id><published>2008-09-18T06:12:00.000-07:00</published><updated>2008-09-18T06:24:13.112-07:00</updated><title type='text'>Rumah Joglo Dengan Unsur Etnik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SNJV_qQ73pI/AAAAAAAAAJw/y0JtUnbynnA/s1600-h/properti+Rumah+Ketua+DPD+II+Golkar+Kota+Serang,+Ratu+Lilis+Karyawati,+Sanusi,+18-09-08.jpg+026+%2813%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SNJV_qQ73pI/AAAAAAAAAJw/y0JtUnbynnA/s320/properti+Rumah+Ketua+DPD+II+Golkar+Kota+Serang,+Ratu+Lilis+Karyawati,+Sanusi,+18-09-08.jpg+026+%2813%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247351068005490322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ide awal yang saya ceritakan kepada istri saya, ingin memiliki rumah yang bernuansa etnik pada semua ruang. Harapan saya rumah joglo tersebut menjadi lebih hangat dan nyaman untuk kehidupan keluarga dan anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan terbuka, ramah, dan bersahabat langsung terasa saat memasuki pekarangan rumah bergaya etnik ini. Bukan karena si empunya rumah dikenal gambang akrab dengan  orang dan doyan bersendagurau, melainkan karena selain asri dan nyaman, rumah yang seluruh ornamen ukiranya ini dipesan langsung dari Kudus, Jawa Tengah, kesan artistik juga tergambar saat kita masuk di ruang tamu rumah yang dibangun tahun 1994 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Partai DPD II Kota Serang, Ratu Lilis karyawati yang didampingi oleh suaminya, Aden Abdul Khaliq , pemilik rumah, berusaha menunjukkan keterbukaan dan kenyamanan sebagai bagian dari karakter rumahnya di Jln, Ciracas Kota Serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya bentuknya yang seakan ada di Jawa bukan di Banten ini, dari segi fungsi rumah, dengan pendopo di samping gerbang semakin menambah kenyamanan tamu yang terpaksa menunggu kesibukan Ketua Golkar ini, yang artinya semakin menambah keterbukaan terhadap segala orang yang berkunjung ke rumah model Joglo ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalau kita sudah dipersilahkan masuk oleh dua pasangan politisi muda ini, tema desain interior dan eksterior nampaknya sengaja dibuat gaya etnik yang tidak lekang di telang jaman menjadi pilihan dua insan berdarah Banten ini. Tergambarlah tampilan depan rumah mengusung gaya modern dengan pelataran halaman yang luas dengan taman dan lokasi bermain anak, sementara setiap detail desain interiornya memasukkan unsur etnik kejawaan yang menjadi favorit kedua insan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk proses pembangunan Aden memang memakai jasa arsitek. Namun untuk urusan ide dan tata ruang serta bahan bangunan yang ada dirumah itu selebihnya ide-ide kreatifnya sendiri. "Sebelum membangun rumah ini, saya dan istri membentuk ide-ide terlebih dahulu. Dan jadilah sesuai ide tersebut rumah tinggal asri, hijau dan nyaman dengan menampilkan unsur-unsur desain yang saya suka seperti gaya modern dan etnik,” tutur fungsionaris Partai Golkar ini mengenai rumah seluas 255m2 yang berdiri di atas lahan 800 m2 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, Aden menerangkan, di ruang tamu terdapat sofa tamu panjang dengan ukiran kudus yang sangat halus, ditambah dengan pintu dengan ukiran Kudus yang sama semakin membuat kental rumah ini dengan gaya Jawa dan etniknya. Sedangkan warna sofa sendiri ditata dengan warnamerah marun gelap berikut bantal bermotif batik yang semakin menambah kekentalan nuansa etnik itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikan Ruang Sirkulasi Udara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada ruang tamu itu juga berdiri gebyok dari Kudus yang selalu dibiarkan terbuka sebagai pembatas dengan ruangan selanjutnya terus hingga keteras belakang rumah yang dihubungkan dengan ruang keluarga yang cukup luas tempat bermain anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu hingga teras belakang dibiarkan terbuka, tujuannya lanjut ayah dua putra ini, agar semua ruang mendapatkan sirkulasi udara yang baik. “Saya buat seperti itu supaya terkesan udara selalu berganti tiap saat. Ini juga menjamin kesehatan dan kesegaran penghuninya," tutur Aden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teras belakang sebagai area terbuka terakhir dimanfaatkannya untuk kolam dengan air mancur dan sedikit sentuhan air terjun buatan gaya pegunungan ditambah relif-relif khas bebatuan pegunungan. Sekedar memberitahu, teras yang dilengkapi kursi kayu dan taman yang ditumbuhi segalajenis buahan dan pohonan akar kaya manfaat itu menjadi area favorit Aden sekeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sampingnya difungsikan sebagai area bermain anak yang memiliki akses langsung dengan taman samping dan depan, yang sekaligus menjadi tempat menaruh berbagai koleksi mainan anak seperti mobil-mobilan, motor-motoran, kuda jangkit, dan pria tambun penggemar mobil-mobil besar ini juga gemar mengoleksi tanaman yang tersebar di pekarangan depan rumah. Di antaranya Anggrek, Palem Raja, Adenium, dan Aglaonema serta tidak ketinggalan buah asem, limau dan mangga kesukaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah dengan 4 kamar ini juga tidak diberikan sekat-sekat pembatas. Selain agar terlihat lebih luas, tujuannya juga agar dari satu ruangan ke ruangan lain tidak perlu membuka pintu yang memudahkan kita bergerak kemanapaun. "Maklumlah, setelah aktivitas di luar kan butuh cepat istirahat,dan kita males untuk membuka pintu. Makanya kita biarkan rumah ini ngeblong," terang Lilis Karyawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjamin Kenyamanan Berkeluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ruang keluarga ditata apik dengan nuansa warna krem dengan koleksi-koleksi poto keluarga di setiap sudut dindingnya. Itu terlihat pada dinding memasuki ruangan keluarga, dan setiap kanan kiri dinding-dinding ruang tamu. "Rumah bagi saya bukan hanya tempat tinggal dan berteduh, namun harus dibuat senyaman dan seindah mungkin untuk kehidupan berkeluarga," kata Lilis.&lt;br /&gt;Di tengah ruangan keluarga tersebut, sofa three seater , bantal-bantal besar,  kursi panjang televisi besar dan satu meja kecil di letakkan sedemikian apik dan beberapa pajangan tampak menghiasi dinding serta gupet besar di depan ruangan kelauarga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, balkon penghubung antara ruang tamu dengan ruang keluarga terlihat nyaman dengan seperangkat kursi dan meja dari rotan. Ruangan yang suka dijadikan tempat berkumpul para anggota Partai Golkar itu, seperti mengingatkan kembali gaya tempo dulu rumah Lilis sebelum ia menjadi ketua partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penerangan Yang Temaram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Di setiap ruangan sendiri, kakak kandung dari Calon Wakil Walikota Serang, Haerul Jaman ini menempatkan banyak penerangan Untuk menegaskan keunikan detail interior di setiap ruang. Pada ruang tamu, misalnya, selain membuat banyak downlight berwarna putih dan kuning, ia juga memasang lampu gantung berputar yang kadang menerangi sisi satu dan kadang sisi lainnya. Spotlight  juga tidak lupa ditempatkan disusut-sudut ruangan dan cukup efektif menonjolkan produk etnik yang unik di ruang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya memang menyukai ruangan yang temaram,” kata Putri Chasan Sochib yang sudah menempati rumahnya selama empat tahun lebih itu. Sementara pada ruang ngeblong tersembul cahaya lampu warna kekuningan yang dipantulkan dari balik plafon, yang mampu memberikan kesan hangat dan romantis dan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ruang keluarga juga dikelilingi cahaya kuning guna menghadirkan kesan pilar yang kokoh namun anggun. Dipadu lembaran-lembaran bingkai poto keluarga berukiran serba kudus dengan lampu disudut atasnya menyala, kegiatan keluarga pun semakin semarak dimalam-malam waktu istirahat keluarga kecil ini. Walhasil, ruang keluarga yang dijadikan sebagai tempat berkumpul menjadi hangat dan nyaman. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8109880799115998314?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8109880799115998314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8109880799115998314' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8109880799115998314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8109880799115998314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/rumah-joglo-dengan-unsur-etnik.html' title='Rumah Joglo Dengan Unsur Etnik'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SNJV_qQ73pI/AAAAAAAAAJw/y0JtUnbynnA/s72-c/properti+Rumah+Ketua+DPD+II+Golkar+Kota+Serang,+Ratu+Lilis+Karyawati,+Sanusi,+18-09-08.jpg+026+%2813%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-7606691899469121697</id><published>2008-09-12T05:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T05:08:58.055-07:00</updated><title type='text'>Kesadaran Berbagi itu Ada</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMpbREAk80I/AAAAAAAAAJo/n0aOlA6X1ew/s1600-h/IMG_0095.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMpbREAk80I/AAAAAAAAAJo/n0aOlA6X1ew/s320/IMG_0095.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245105064718431042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt;Dana BLT Warga Sumbang Sukarela&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 8pt; line-height: 120%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt;Pemerintah kembali mencairkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Serang. Dihari pertama pencairan kemarin, Jum’at (12/9) sedikitnya 4.820 warga di Kecamatan Ciruas, dan 2.745 warga di Kecamatan Walantaka, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt; Serang mulai mengambil jatah di Kantor Pos Ciruas. Nyatanya di Bulan Suci ini kesadaran berbagi itu ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 8pt; line-height: 120%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt;Dalam pembagian BLT, warga tidak menemukan haknya dipotong oleh petugas. Hanya saja, meskipun tidak ada potongan, sejumlah warga mengaku memberi sejumlah uang secara sukarela ke kas RT setempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 8pt; line-height: 120%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt;“Saya menerima utuh uang ini, dan tidak ada potongan &lt;i style=""&gt;secuil&lt;/i&gt; pun. Tapi nanti ngasih ke kas RT secara sukarela, terserah saya maunya ngasih berapa,” ujar Am’nah salah seorang warga Desa Ciruas seraya menunjukkan empat lembar uang pecahan seratus ribu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 8pt; line-height: 120%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt;Lain lagi dengan Aminah warga Kampung Citereup, Desa Ciruas. Diungkapkan olehnya, tidak ada pungutan yang memberatkan warga dalam pembagian BLT kali ini, Ia menerima utuh seluruh haknya. “Kalupun ada hanya sekedar sumbangan sukarela. Tidak diminta secara langsung. Tapi secara sukarela. Karena ini bulan baik warga memberikan sumbangan,” urainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 8pt; line-height: 120%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt;Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, Bulan Ramadhan kali ini membawa orang semakin sadar untuk berbuat baik, loket pelayanan BLT di Kantor Pos Ciruas dibuka tepat pada pukul 13.00 oleh petugas. Ratusan warga yang sebagian besar manusia lanjut usia (manula) dari Kecamatan Ciruas dan Kecamatan Walantaka pun turut mengantri dengan tertib sejak dibukanya loket tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 8pt; line-height: 120%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt;“Alhamdulillah, uangnya bisa buat beli beras, bayar zakat dan untuk lebaran nanti,” jawab Sapiah, nenek belasan cucu lirih saat ditanya akan digunakan untuk apa uang BLT itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 8pt; line-height: 120%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 120%;"&gt;Sekedar informasi, jumlah penerima BLT tahap II di 16 desa di Kecamatan Ciruas mencapai 4.820 rumah tangga sasaran (RTS). Sementara untuk 14 desa di Kecamatan Walantakan, terdiri dari 2.745 RTS. Secara keseluruhan, dana BLT tahap II mencapai Rp 51,3 miliar untuk alokasi Kabupaten dan Kota Serang. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;BLT tahap II ini akan ditujukan bagi 105.070 RTS di Kabupaten Serang, masing-masing sebesar Rp 400 ribu. Sementara RTS penerima BLT di Kota Serang hanya 23.286. &lt;b style=""&gt;(Sns)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-7606691899469121697?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/7606691899469121697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=7606691899469121697' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7606691899469121697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7606691899469121697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/kesadaran-berbagi-itu-ada.html' title='Kesadaran Berbagi itu Ada'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMpbREAk80I/AAAAAAAAAJo/n0aOlA6X1ew/s72-c/IMG_0095.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-6883879845518019922</id><published>2008-09-11T07:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T08:12:05.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kelestarian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Seni Silat TTKKDH, Bukan Untuk Jago-Jagoan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMk1A5XcyXI/AAAAAAAAAJg/TqDKgYrr-ao/s1600-h/TTKKDH,+Sanusi,+11-09-08.jpg+027.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMk1A5XcyXI/AAAAAAAAAJg/TqDKgYrr-ao/s320/TTKKDH,+Sanusi,+11-09-08.jpg+027.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244781530565101938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em class="western"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span lang="ms-MY"&gt;Dahulu adanya bela diri untuk bertempur dan bertahan dari serangan lawan penjajah, sehingga mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em class="western"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;"&gt;&lt;span lang="ms-MY"&gt;&lt;span style=""&gt; yang terlatih dalam pertempuran, tidak akan menjadi emosi. Siapapun yang terlatih untuk menang, tidak akan menjadi takut, Dengan demikian, orang bijak akan menang sebelum bertanding&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Bedanya dahulu dengan sekarang, jika awal pembentukannya Kesenian Tari Indonesia (Kesti) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) tahun 1900-an sengaja melatih anggotanya untuk mempelajari kelid (jurus) silat demi mempertahankan kesatuan Republik Indonesia, saat ini masanya sudah berbeda, anggota TTKKDH hanya sebuah seni beladiri yang dibalut dengan keindahan dan kelokan kelid-kelidnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Pencak silat sebagai Seni, Olahraga serta Prestasi hal tersebut lebih besar didengungkan oleh pengurus TTKKDH mulai tingkat Pusat yang bermarkas di Provinsi Banten hingga 15 cabang pengurus provinsinya se-Indobesia dan manca negara. Demikianlah tuturan Guru/Pelatih TTKKDH Pusat, Edi Darof saat ditemu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;&lt;i&gt;Tangerang Tribun&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt; disela melatih anggota TTKDH di Sumur Pecung, Kota Serang Kamis (11/9) lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;Tentang pembinaan mental serta filosofi yang dikedepankan dalam Kesti TTKKDH ini, Edi menuturkan, seni beladiri ini hanya untuk mempererat tali persaudaraan, silaturahmi dan mengajarkan manusia bagaimana bisa terbuka dan menerima kehidupan ini dengan segala kemungkinannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="zxx"&gt;"Sebelum masuk perguruan ini, calon anggota disyaratkan membaca Talek (ikrar), Rujakan (memakan dan meminum berbagai makanan manis dan pahit, serta Urutan Cimande yang mana dilakukan hal tersebut untuk memperlues dan memberi kekuatan tubuh," terangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Tak heran makanya, jika dilihat dari sejarahnya, TTKKDH ini merupakan organisasi persilatan yang mengakar di tanah Banten dan Pasundan dimana kini fungsinya untuk mengingatkan bahwa Pencak Silat adalah sebuah warisan seni budaya asli Indonesia yang mempunyai keunikan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Menurut Sekretaris Kesti TTKKDH Provonsi Banten, Deden Apriyandhi, pancak silat sebenarnya memiliki jatidiri sebagai sistem pertarungan yang handal. "Namun buka itu yang ditekankan dalam TTKKDH, Selain Sebagai Pencak Silat untuk mempertahankan diri, TTKKDH merupakan satu kesatuan dengan seni yang memiliki kelengkapan atraktif," urainya yang juga menyatakan bahwa dalam mempelajari kesenian pancak silat Cimande ini murut tidak dapat mempraktekknya sendiri, namun harus ber-fatner yang artinya, Silat Cimande ini hanya dapat dipelajari dengan kebersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Tengok saja misalnya "Kelid Tapak Dua", untuk mempelajari jurus yang satu ini harus satu lawan satu. Dan banyak lagi jurus lainnya seperti, Ibing, Pelered, Cikalongan dan Golempangan. "Untuk menyempurnakan mempelajari Seni Silat Cimande ini, masing-masing murid haru menguasai 21 kelid (jurus) yang dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah jurusnya," paparnya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kini, lanjut Deden, seluruh jenis seni tari yang diajarkan di dalam TTKKDH seperti Ibungan, Pelered dan Cikalongan kerap dibawakan sebagai salah satu upacara sambutan dalam even-even besar kedaerahan bahkan kenegaraan. "Tidak jarang dalam setia pertemuan besar, para anggota membawakan Seni Silat TTKKDH sebagai pembuka dan tarian pembuka menyambut tamu yang datang," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sebagai milik khas masyarakat Banten, Seni Silat TTKKDH ini pantas berbangga diri, selain telah tersebar di 15 provinsi se-Indonesia seperti, Lampung, Jakarta, Medan, Palembang, jawa Barat, Kalimantan Timur bahkan sampai Papua, TTKDH juga telah menyebar hingga ke manca negara seperti Singapura, Australia dan Belanda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"Yang mambuat Seni Silat Cimande ini digemari dan disanangi oleh masyarakat dan anggotanya adalah perbedaan dalam setiap gerakan dan jurus-jurusnya. Jadi tak heran jika penyebarannya begitu luas, kendati asalnya dari Bogor, namun Banten dikenal sebagai pencetus organisasinya dan penggerak penyebarannya," terang Deden yang juga putra Ketua Umum TTKKDH, Maman Rizal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Lebih jauh Deden mengungkapkan sesuatunya tentang TTKKDH. Ada lagi yang menarik dari Seni Silat Cimande ini, kata Dia. sebelum menjadi anggota ada beberapa ritual yang harus dilalui oleh para anggotanya. Pertama, mereka diharuskan mengucapkan "Talek" atau sumpah dimana salah satu poin yangtertuang dalam Talek tersebut adalah dua kalimat syahadat, selain itu para anggota ini juga diikrar untuk tidak menyakiti orang lain jika tidak disakiti. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"Para murid atau anggota kita hanya mempelajari ini untuk mempertahankan diri dari ketidak baikan dan keburukan perlakukan orang lain terhadapnya. Sehingga apapun yang terjadi, larangan keras menggunakan jurus Cimande untuk menyerang orang yang bertindak tidak baik tersebut kecuali dalam keadaan terdesak," katanya. Hal tersebut mendakan, TTKKDH juga disarankan terus membawa kedamaian dimanapun ia berada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Selain Talek lanjutnya, para anggota juga diharuskan melakukan "Rujakan" sebelum mempelajari Seni Silat Cimande. Rujakan yang dimaksud, Deden menjelaskan, para anggota ini diharuskan melalui ritual berupa meminum kopi pahit, kopi manis, teh pahit dan teh pahit, Sulasih, Gedang Muci Emas (pisang mas), Dugan Hijau (kelapa muda), Rokok 7 Warna, Kue 7 Warna, menyediakan Kembang 7 Warna dan memakan Ayam Jantan (jago).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p lang="zxx"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New, monospace;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"Hal ini untuk mengajarkan para murid agar mawas diri dalam kehidupan, dimana dalam kehidupan ini mereka akan dihadapkan dengan yang manis dan yang pahit serta beraneka ragam permasalahan. Dengan melakukan ritual tersebut diharapkan para murid ini siap menjalani hidup duniawi dan dapat menyelesaikan permasalahan yang daihadapinya," urai Deden memaknai ritual di atas seraya menandaskan bahwa semua yang diajarkan dalam seni TTKKDH adalah kebijaksanaan-kebijaksanaan hidup dan bagaimana menjalana hidup yang harus mawas diri dan bersilaturahmi dengan sesama orang yang bisa jadi berbeda pandangan dan keyakinan. "Dan perlu diingat Seni Pancak Silat TTKKDH bukanlah untuk Jago-jagoan," pungkasnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;(Sns)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-6883879845518019922?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/6883879845518019922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=6883879845518019922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6883879845518019922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6883879845518019922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/seni-silat-ttkkdh-bukan-untuk-jago.html' title='Seni Silat TTKKDH, Bukan Untuk Jago-Jagoan'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMk1A5XcyXI/AAAAAAAAAJg/TqDKgYrr-ao/s72-c/TTKKDH,+Sanusi,+11-09-08.jpg+027.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8933930115643435121</id><published>2008-09-05T04:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T04:59:21.158-07:00</updated><title type='text'>Sultan Pun Hidup layaknya Rakyat Kebanyakan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMEfA7Zbi_I/AAAAAAAAAJQ/HIkHS6jXyh4/s1600-h/Keluarga+Fathul+Adzim,+Sanusi,+04-09-08.jpg+001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMEfA7Zbi_I/AAAAAAAAAJQ/HIkHS6jXyh4/s320/Keluarga+Fathul+Adzim,+Sanusi,+04-09-08.jpg+001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242505542040783858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;"  lang="EN-GB"&gt;Saat terik matahari mulai redup memancarkan senja di balik rumah yang ditempati sebuah keluarga sakinah. Dengan selalu menekankan kesederhanaan dalam kehidupan keluarga serta menyadarkan bahwa setiap individu punya kewajiban yang digariskan untuk membesarkan keluarganya, Anak keturunan Sultan Banten Ke-11 inipun ingin membentuk keluarganya sedemikian rupa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-GB" &gt;Sekali lagi, ada kesempatan berkunjung di kediaman salah satu putra Keresidenan Pertama Banten, Tb Achmad Chotib (1945-1949) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kendziran Masjid Kesultanan Banten di Komplek Masjid Agung Banten, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pemilik rumah berbilik itu tidak lain adalah Tb Fathul Adzim Chotib. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-GB" &gt;Dengan berbalut busana seadanya, nampak tidak ada yang istimewa dari ayah 4 orang anak ini, hanya sikapnya yang penuh wibawa, arif dan tutur katanya yang santun yang mungkin membuat siapapun yang melihatnya akan langsung terpana dan takjub akan perangainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-GB" &gt;Berlaga seperti kebanyakan rakyat biasa, seorang anak keturunan Sultan Banten Ke-11 ini seakan-akan bukanlah seorang keturunan bangsawan di Banten. Apa pasal, Fathul Adzim merasa takut jika kelak ia berpenampilan seperti layaknya seorang bangsawan akan menjadi sombong, seperti dikatakannya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-GB" &gt;"Kita ini diciptakan sama. Hanya keimanan dan ketakwaan yang membuat kita layak berada di strata sosial teratas atau sebaliknya, dan apa salahnya kalau seorang pimpinan hidup sederhana untuk memberikan pelajaran bahwa sederhana adalah cara hidupnya Rosulullah,".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-GB" &gt;Pria yang tidak senang dipaggil dengan sebutan sultan ini pun bercerita, kalau dahulu saya tidak mendasrkan kehidupan saya kepada kesederhanaan, mungkin sudah banyak waktu dan teaga saya yang terbuang hanya untuk memikirkan diri sendiri. Dan sejak 3 tahun belakangan, saya sebagai pembina dan pimpinan di tanah Kesultana Banten ini sudah selayaknya mencerminkan sesuatu arif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Dalam kehidupan keluarga miaslnya, Fathul Adzim mencontohkan, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah bukanlah hal yang mudah. Dan ungkapan ini sering terdengar seiring dengan musim orang yang akan mengarungi bahtera kehidupan keluarga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;"Dalam Firman Allah dikatakan, disatukannya dua insan yang berlawanan jenis dalam sebuah pernikahan adalah untuk salaing membina kehidupan bersama, setelahnya, barulah Allah menciptakan kebahagiaan, ketentraman dan kenikmatan hidup berkeluarga tanpa kebohongan dan kepura-puraan," paparnya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Seperti keluarga kebanyakan yang mengidamkan kehidupan berkeluarga yang penuh kebahagiaan dan kedamaian, Fathul Adzim yang sewaktu mudanya menghabiskan dunia pendidikan di MAN 1 Serang dan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah mersakan bahwa cinta yang datang sebelum berkeluarga dipenuhi dengan kebohongan dan kepura-puraan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;"Di dalam keluarga pernikahan, tidak akan ada yang namanya cinta dengan kebohongan dan kepura-puraan. Sebab janji Allah, dalam keluarga itulah akan ditandaskan ras cinta yang sebenarnya, kepada istri dan anak," terangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Masih berdasarkan pemaparannya dengan didampingi Istri kedua, dan keempat orang putra-putrinya, ia juga berharap, contoh kehidupan keluarga&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang baik adalah yang dapat mencerminkan kehidupan apa-adanya, sederhana, dan biarkan berjalan bagai arus air. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;"Jangan juga kehidupan keluarga itu dipaksakan, itu yang salah. Komunikasi dan empati atas sesuatu yang perlu dikomunikasikan adalah salah satu jalan yang perlu dicamkan oleh setiap keluarga yang ingin membina keluarga sakinah," ungkapnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Dengan kehidupan keluarga &lt;i&gt;ala&lt;/i&gt; rakyat kebanyakan, ternyata Ketua Kenadzirab Banten ini tidak seperti yang dibayangkan banyak orang, serba kecukupan, glamor dan layaknya seorang keturunan raja. Dan katanya, "Kadang malah saya hutang kepada Dewan Pembina Majid Banten, maklumlah, dengan keadaan seperti ini kita tidak selalu berkecukupan," seraya mengatakan itulah hidup untuk keluarga. Yang mendesak, dan memang sangat dibutuhkan kadang perlu juga diupayakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Fatrhul Adzim juga menandaskan, sebagai bentuk sebuah ibadah kepada Allah, Kehidupan berkeluarga memiliki sejumlah tujuan yang mulia. Memahami tujuan itu akan menghindarkan pernikahan hanya sekedar ajang pelampiasan nafsu seksual belaka. Tujuan-tujuan itu adalah pertama mewujudkan mawaddah dan rahmat, yakni terjalinnya cinta kasih dan tergapainya ketentraman hati. Keduanya, sebagai upaya mengikuti sunnah Rasulullah. Ketiga, melanjutkan keturunan dan menghindari dosa. Keempat, untuk mempererat tali silaturahim. Kelima, pernikahan sebagai sarana dakwah. Keenam, dalam rangka menggapai mardhatillah (keridhoan Allah). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Jika demikian tujuan membentuk sebuah keluarga yang sebenarnya, maka dapat dipastikan bahwa suatu pernikahan yang tidak diarahkan untuk mewujudkan keluarga sakinah, berarti jauh dari apa yang diajarkan oleh Islam itu sendiri. "Kalo boleh mempersingkat, intinya siapapun yang ingin membentuk sebuah kehidupan keluarga adalah untuk membuat kehidupan lebih tentram dan damai. Sama seperti semua orang dan semua kalangan," pungkasnya. &lt;b&gt;(Sns)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8933930115643435121?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8933930115643435121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8933930115643435121' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8933930115643435121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8933930115643435121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/sultan-pun-hidup-layaknya-rakyat.html' title='Sultan Pun Hidup layaknya Rakyat Kebanyakan'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMEfA7Zbi_I/AAAAAAAAAJQ/HIkHS6jXyh4/s72-c/Keluarga+Fathul+Adzim,+Sanusi,+04-09-08.jpg+001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-6259221389538027232</id><published>2008-09-05T04:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T04:57:21.746-07:00</updated><title type='text'>Hidup Keluarga Sesuai Prinsip Keluarga Rosulullah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMEedwsj_ZI/AAAAAAAAAJI/G7nzFfkNc-g/s1600-h/Keluarga+Fathul+Adzim,+Sanusi,+04-09-08.jpg+010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMEedwsj_ZI/AAAAAAAAAJI/G7nzFfkNc-g/s320/Keluarga+Fathul+Adzim,+Sanusi,+04-09-08.jpg+010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242504937872817554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;"  lang="EN-SG"&gt;Bulan Puasa adalah bulan penuh hikmah dan bulan menahan segala hawa nafsu. Hal tersebut bisa dilakukan dalam kehidupan keluarga yang hanya saling mengerti antara kebutuhan dan keinginan masing-masing keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Demikianlah penuturan Ketua Kenadziran Masjid Agung Sultan Banten, Tb Fathul Adzim saat dikunjungi Tangerang Tribun, Kamis (4/9) kemarin. Menurut keturunan Sultan Banten ke-11 ini, keluarga sakinah adalah keluarga dengan enam kebahagiaan yang terlahir dari usaha keras pasangan suami istri dalam memenuhi semua kewajiban, baik kewajiban perorangan maupun kewajiban bersama. Dan dikatakannya, teramat jelas bagaimana Allah dan Rasul-Nya menuntun ummat untuk mencapai tiap kebahagiaan itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Enam kebahagiaan yang dimaksud adalah, sesuai pemaparan Dewan Pembina Majlis Ulama Indonesia (MUI) Puasat sejak 2004 ini, hal pertama yang membuat keluarga bahagia ialah finansial. "Sebagai kepala keluarga Suami harus mampu mencukupi kebutuhan nafkah istri dan anak-anaknya dengan berbagai usaha yang halal. Dan bisa menkan pengeluaran yang bukan kebutuhan primer di keluarga tersebut," urainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Di bulan puasa misalnya, suami dua istri yang senantiasa menjaga keutuhan keluarga ini menuturkan, di hari-hari biasa pengeluaran keluarga akan sangat besar, apa pasal, saat itu kita makan lebih banyak tidak seperti hari-hari bulan puasa. "Makanya janggal kalau di keluarga kebutuhan malah meningkat ketika bulan puasa datang. Hal ini butuh komunikasi dengan keluarga untuk menghindari ketidak sepakatan memangkas pengeluaran keluarga saat puas," imbuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Tanpa menutupi kebutuhan asasi seperti sandang, papan dan pangan, serta kebutuhan dharuri seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, yang garus dipenuhi dalam kehidupan berkeluarga, keluarga juga harus hidup sederhana namun hidup normal, mandiri, bahkan bisa memberi. "Jangan sampai kebutuhan yang tidak perlu dianggap perlu," tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Yang kedua lanjut lulusan IAIN Syarif Hidayatullah ini, adalah kebahagiaan seksual. "Tujuannya dari aktifitas seksual itu terlahir anak. Dan dengan memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak ini mereka akan tumbuh menjadi anak yang shalih dan shalihah, bukankah kebahagiaan akan semakin memuncak," cetusnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Ketiga, kebahagiaan spiritual. Salah satu kewajiban berkeluarga adalah melaksanakan ibadah-ibadah mahdah seperti shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Ketika sebuah keluarga terdiri dari pasangan suami istri yang rajin beribadah, dan dalam moment-moment tertentu memenuhi anjuran Allah dan Rasul-Nya untuk melaksanakannya secara bersama, seperti shalat berjamaah, maka kehidupan rumah tangga itu akan dihiasi oleh suasana religius dengan aura spiritual yang kental. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Selanjutnya keempat, kebahagiaan moral. Ketika pergaulan antar anggota keluarga sudah berjakan sesuai dengan keinginan sunnatullah dan sunnah rasulullah, dengan karib kerabat dan tetangga hendaknya senantiasa dihiasi dengan akhlaq mulia. "Apalagi sebagai pimpinan suatu daerah bukankah hal tersebut akan menciptakan kebahagiaan moral," terangnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Tanpa banyak memperinci ulasannya, Fathul Adzim mengingatkan asas Kelima, kebahagian intelektual. Asas keenam, kebahagiaan ideologis dimana dengan misi itu, berarti masing-masing anggota keluarga diarahkan untuk memiliki peran yang nyata dalam dakwah. Termasuk anak-anak yang terlahir dididik untuk menjadi kader dakwah yang tangguh di masa mendatang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Jadi prinsifnya, imbuh Fathul Adzim, hidup berkeluarga untuk menciptakan keluarga sakinah lihat pada kehidupan Rosul secara keseluruhan. Kandati secara finansial, Rasul memang hidup dalam kesahajaan. Tapi siapa sangka mereka juga ternyata merasakan kebahagiaan finansial. Karena kebahagiaan yang terakhir ini tidak ditentukan oleh jumlah harta yang dimiliki, tapi oleh perasaan cukup atas rizki yang Allah karuniakan. &lt;b&gt;(Sns)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-6259221389538027232?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/6259221389538027232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=6259221389538027232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6259221389538027232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6259221389538027232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/hidup-keluarga-sesuai-prinsip-keluarga.html' title='Hidup Keluarga Sesuai Prinsip Keluarga Rosulullah'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMEedwsj_ZI/AAAAAAAAAJI/G7nzFfkNc-g/s72-c/Keluarga+Fathul+Adzim,+Sanusi,+04-09-08.jpg+010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-8141382806942032880</id><published>2008-09-05T04:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T04:53:37.102-07:00</updated><title type='text'>Mengisi Puasa Dengan Melayani Ummat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMEdrZKhm0I/AAAAAAAAAJA/5Yf3EmyRzYk/s1600-h/Keluarga+Fathul+Adzim,+Sanusi,+04-09-08.jpg+012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMEdrZKhm0I/AAAAAAAAAJA/5Yf3EmyRzYk/s320/Keluarga+Fathul+Adzim,+Sanusi,+04-09-08.jpg+012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242504072562580290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;"  lang="EN-SG"&gt;Melihat Kehidupan Seorang Putra Residen Pertama Banten yang juga Ketua Kenadziran Masjid Agung Banten di Desa Banten, Kasemen, Kota Serang. Rasanya belum cukup kalau kita tidak berbincang tentang keseharian Keturunan Sultan Banten ke-11 ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Didampingi oleh Istri dan keempat putra-putrinya, Fathul Adzim mulai bertutur kegiatannya selama bulan Ramadahan berlangsung. “Sudah 3 tahun saya menjadi Ketua Kenadziran masjid Agung Banten, dan selama itu pula saya mulai mengabdikan diri untuk ummat dan kemakmuran Masjid Agung Banten,” ujarnya disela wawancara wartawan koran ini dengannya. Untuk lebih lanjut, beberapa petikan wawancara penuh hikmah keagamaan yang dituangkan dalam edisi keluarga ini pun terjawab oleh Fathul Adzim dengan sangat bijak sebagai kepala keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Ditanyakan kegiatannya sekeluarga selama bulan ramadaha ini, fathul Adzim menjawab, lihat Istri saya, Hj Habibah, lepas Dzuhur tidak henti-hentinya ia mengajarkan ilmu agama kepada puluhan santri di pesantren binaan kami. Sedangkan saya, sejak pukul lima sore, harus sudah berangkat ke masjid untuk mengisi pengajian rutin dan tadarusan Al-Qur’an di Majid Agung Banten.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;“Di masjid, setiap hari saya harus mempersiapkan sedikitnya 200 makanan berbuka puasa buat para jamaah yang biasa berbuka puasa di masjid ini. Dengan segelas Aqua dan tiga buah kurma, sejak pukul lima sore petugas mempersiapkan menu pembuka puasa tersebut,” urainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Lebih lanjut wartawan Koran ini memalingkan perbincangannya dengan istri seorang pria sederhana dengan kumis tipis dan bersarung serta berkaos singlet ini. Hj Habibah pun menuturkan, kehidupan kelurga yang normal dalam ukuran Islam adalah keluarga yang mampu mewujudkan sejumlah fungsi pokoknya. Baik itu fungsi ekonomi, fungsi sosial, fungsi edukatif, fungsi protektif, fungsi religius, fungsi rekreatif, fungsi dakwah maupun fungsi afektif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;“Dibulan yang penuh barokah ini (bulan Ramadhan), mengabdikan diri lebih banyak kepada Allah dengan mengamalkan lebih banyak Ilmu Agama kepada ummat menjadi prioritas keluarga kami,” tutur Habibah sejenak saat Ia sedang mengajarkan santriwati-santriwati di Pondok Pesantren Masarratul Muhtajin, (4/9).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Berat memang tekanan menjalani hidup dengan seorang pemimpin ummat dan pemimpin kaum sekaligus, lanjut Habibah. Namun dengan kesiapan mental untuk bagaimana menghadapi tekanan hidup dengan berbagai macam problematika kehidupan akhirnya semua itu berjalan biasa saja dan baik baik saja. “kalau memiliki memiliki kesiapan mental, semua tekanan dapat selesai. Apalagi kalau dijalani berdasarkan pengabdian kepada Allah,” ungkapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Kembali kepada Fathul Adzim, sebenarnya selama puasa ini waktunya lebih banyak dihabiskan untuk istirahat di pagi hari hingga menjelang siang. Lepas Dzuhur baru pihaknya menerima berbagai macam tamu yang sengaja datang hanya untuk mendapatkan tausiah dan wejengan darinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;“Selepas Dzuhur hingga menjelang fajar menyingsing, waktu saya sudah saya serahkan untuk mengabdikan diri kepada ummat. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai pelayan ummat,” tegasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Bahkan pungkasnya, penekanan untuk mengabdikan diri kepada Allah selama bulan puasa bukan hanya diperuntukan bagi keluarganya, para santri dan warga sekitarpun diajaknya untuk melakukan hal tersebut demi mencapai esensi dari puasa itu sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;“Tujuan berpuasa adalah meningkatkan iman dan takwa serta menahan hawa nafsu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Agar esensi dari puas itu didapat hendaknya diawali dengan memperbanyak amal ibadah selama puasa dan berkelangsungan selepas bulan puas usai,” pungkasnya. &lt;b&gt;(Sns)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-8141382806942032880?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/8141382806942032880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=8141382806942032880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8141382806942032880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/8141382806942032880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/mengisi-puasa-dengan-melayani-ummat.html' title='Mengisi Puasa Dengan Melayani Ummat'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SMEdrZKhm0I/AAAAAAAAAJA/5Yf3EmyRzYk/s72-c/Keluarga+Fathul+Adzim,+Sanusi,+04-09-08.jpg+012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-2804661931105129367</id><published>2008-09-04T06:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T06:48:06.918-07:00</updated><title type='text'>7.158 Warga Kasemen Itu Hidup Dibawah Sejahtera</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SL_m2ANTDNI/AAAAAAAAAI4/GbFSArEnfDM/s1600-h/Bakti+Sosial+di+desa+Banten.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SL_m2ANTDNI/AAAAAAAAAI4/GbFSArEnfDM/s200/Bakti+Sosial+di+desa+Banten.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242162306725645522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;"  lang="EN-SG"&gt;Kaseman salah satu kecamatan di Kota Serang merupakan wilayah dengan penghasilan pertanian paling melimpah. Anehnya, 7.158 warganya hidup dibawah garis sejahtera, apa salahnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Ungkapan yang keluar dari mulut seorang camat Kasemen, Ritadi menyatakan, sedikitnya tercatat dalam data statistika Provinsi Banten, 7.158 dari 81.190 jiwa warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang dinyatakan sebagai keluarga pra sejahtera. Padahal kecamatan ini memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah berupa sumber pertanian dan kesuburan tanahnya yang cukup dominan sebagai daerah pertanian subur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;“Kasemen memang daerah berpotensi melimpah, tapi anehnya disini masih banyak keluarga yang miskin jumlahnya mencapai 7.158 jiwa” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (4/9) disela-sela bhakti sosial kerja sama Konferensi Agung Shangha Indonesia (KASI) dan Polda Banten di Balai Desa Banten, Kasemen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Diungkapkan olehnya berbagai potensi yang melimpah yang meliputi kekayaan laut, pertanian, perkebunan, pariwisata, dan sebagainya. Namun hal tersebut tidak ditopang dengan uluran tangan pemerintah daerah serta sedikitnya partisipasi masyarakat untuk bersinergi mengembangkan Kecamatan Kasemen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;“Kami sangat senang menerima bantuan ini, tapi kami juga berharap tidak hanya menerima, tapi dapat juga memberikan bantuan,” harap Ritadi seraya mengatakan perlunya bantuan pemerintah untuk mengembangkan potensi wilayah yang belum tergarap tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Bhiksu Vidya Sasana yang juga sebagai Sekjen KASI dalam sambutannya mengatakan, bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian umat Budha. “Ini merupakan bulan dimana kami harus melakukan karya bhakti untuk membantu sesama manusia,' katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Kapolda Banten Brigjen Pol Rumiah yang saat itu juga meninjau langsung proses penyerahan bakti sosial mengatakan, pihaknya sangat berharap bantuan yang tidak seberapa ini sedikit banyak dapat bermanfaat. “Semoga apa yang diberikan ini bisa bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” harap Kapolda Banten.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Menunggu penyerahan bakti sosial tersebut, ratusan warga dari tiga desa yakni Desa Banten, Margoloyo, dan Desa Kasunyatan sejak pagi mulai berjubel di depan kantor Desa Banten. Mereka terlihat antusias untuk bisa mendapatkan beras gratis sebanyak 3 kilogram/orang. Hanya saja, meski antrian warga berjubel, jalanya antrian cukup lancar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Rodiah, Warga sekitar menuturkan, pihaknya sangat senang mendapatkan bantuan tersebut, pasalnya disamping kebutuhan pokok yang terus melokjak, minyak tanah juga mahal, “Uang penghasilan suami yang bisanya untuk beli beras bisa di &lt;i&gt;pake&lt;/i&gt; untuk yang lainnya,” akunya seraya diamini Usman yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh kasar ini. “Beras gratis ini sangat membantu keluarga yang memang kurang mampu,” pungakas Usman. &lt;b&gt;(Maulana SP)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-2804661931105129367?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/2804661931105129367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=2804661931105129367' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2804661931105129367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2804661931105129367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/7158-warga-kasemen-itu-hidup-dibawah.html' title='7.158 Warga Kasemen Itu Hidup Dibawah Sejahtera'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SL_m2ANTDNI/AAAAAAAAAI4/GbFSArEnfDM/s72-c/Bakti+Sosial+di+desa+Banten.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-2517309085716031524</id><published>2008-09-04T06:40:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T06:45:41.041-07:00</updated><title type='text'>KPU Serang Tetapkan Pasangan Calon yang Lolos Putaran II</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SL_mUMSE5hI/AAAAAAAAAIw/e_JmNxWhh8M/s1600-h/wahyu-atut+terima+cinderamata+dari+napi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SL_mUMSE5hI/AAAAAAAAAIw/e_JmNxWhh8M/s200/wahyu-atut+terima+cinderamata+dari+napi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242161725851362834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;"  lang="EN-SG"&gt;SERANG—&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Perolehan suara sah akan segera dikeluarkan oleh KPU Serang sebagai penyelenggara Pilkada Jumat (5/9) hari ini. Hal tersebut juga untuk menentukan Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Serang yang akan maju pada putaran ke-II 19 Oktober bulan depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Hasil perolehan suara sah tersebut akan Penetapan melalui rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kota Serang di gedung DPRD Kota Serang, Gedung Grha Kawunganten, Jln Mayor Syafei, Kota Serang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Dikatakan oleh Ketua KPU Serang Omo Sukatma, rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara dimulai pulul 13.00 WIB. Menurut dia, pihaknya juga mengundang seluruh pasangan calon walikota dan wakil walikota beserta seluruh saksi dari masing-masing pasangan calon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;“Karena berdasarkan pleno di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) sudah dapat ditentukan hasilnya, Rapat Pleno ini hanya melakukan rekapitulasi penghitungan suara yang telah dilakukan di tingkat PPK. Setelah itu akan ketahuan pasangan calon yang lolos pada putaran ke-II,” ungkapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Dilanjutkan oleh Omo, berdasarkan hasil penghitungan suara sementara di tingkat PPK tidak ada satu pasangan calon yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencapai perolehan suara 30 persen sehingga harus dilakukan putaran ke-II. “Hal ini kami lakukan juga mengingat, pada saat rekapitulasi di tingkat PPK tidak ada laporan adanya salah satu pasangan calon yang komplain,” terangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Selain itu, saat rekapitulasi nanti, KPU hanya menerima komplain dari saksi pada rekapitulasi penghitunga suara di tingkat KPU. Sebab komplain terhadap rekapitulasi di tingkat PPK harusnya sudah dilakukan saat rapat pleno penghitungan suara di PPK tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Dia juga menandaskan, kendati nanti ada saksi yang tidak menandatangani berita acara rekapitulasi penghitungan suara, masalah itu tidak akan mempengaruhi keputusan penetapan. Yang jelas, tegas Omo, setiap saksi yang menolak menandatangani beriata acara harus menuliskan alasannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Dihubungi terpisah, Ketua Tim Pemenangan pasangan H Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois (Haji), Alamsyah Basri menyatakan pihaknya telah siap terhadap hasil rekapitulasi penghitungan suara nanti. “masuk tidaknya ke putaran ke-II kami siap dengan segala konsekuensinya,” katanya seraya menetegaskan, perlu diberi catatan didasarkan pada legalitas data. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;“KPU Serang harus lebih cermat dalam rekapitulasi penghitungan suara,” ungkap Alamsah yang juga telah mengumpulkan seluruh formulir C1 sebagai bukti hasil penghitungan suara di tingkat Kelompok Penyelenggara Penghitungan Suara (KPPS). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Menurut dia, jika ada perbedaan angka, tentu pihaknya akan mengajukan komplain. “Selanjutnya, kemana PKS akan mendukung, kita baru akan menyatakan sikap politik setelah ada penetapan pasangan calon yang maju dalam putaran ke-II,” tukasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:100%;"  lang="EN-SG" &gt;Anggota Tim Sukses Pasangan Ruhyadi Kirtam Sanjaya-Saepul Jamil (Kiss), Asep Saepudin saat dimintai pendapatnya mengenai proses penghitungan yang dilakukan KPU, pihaknya juga baru menentukan sikap politik setelah ada keputusan resmi dari KPU Serang. “Semuanya Tergantung hasil penghitungan KPU. Tim bisa saja mengalihkan dukungan atau memililih bersikap netral dengan memberikan keleluasaan kepada kader untuk memilih pasangan yang lolos putaran ke-II,” pungkas Asep. &lt;b&gt;(Maulana SP)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-2517309085716031524?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/2517309085716031524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=2517309085716031524' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2517309085716031524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2517309085716031524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/kpu-serang-tetapkan-pasangan-calon-yang.html' title='KPU Serang Tetapkan Pasangan Calon yang Lolos Putaran II'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SL_mUMSE5hI/AAAAAAAAAIw/e_JmNxWhh8M/s72-c/wahyu-atut+terima+cinderamata+dari+napi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-7278773036553998511</id><published>2008-09-01T06:10:00.001-07:00</published><updated>2008-09-01T06:20:35.744-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilkad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>PDIP Dan Golkar Adu Kekuatan Di Pilkada Kota Serang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvq_xv-vJI/AAAAAAAAAHM/n8etzYtF9GE/s1600-h/,+sanusi,+30-3108-08.jpg+063.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvq_xv-vJI/AAAAAAAAAHM/n8etzYtF9GE/s200/,+sanusi,+30-3108-08.jpg+063.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241040972782943378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvrAGlruaI/AAAAAAAAAHU/7zOh6e7aZ_s/s1600-h/Mahfudz,+Sanusi,+01-01-08+005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvrAGlruaI/AAAAAAAAAHU/7zOh6e7aZ_s/s200/Mahfudz,+Sanusi,+01-01-08+005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241040978376898978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;SERANG, TRIBUN—&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Putaran II Pilkada Kota Serang merupakan pertarungan dua partai besar, PDIP dan Partai Golongan Karya (Golkar). Hal tersebut menandakan dominasi partai besar masih menghiasi perolehan suara di Provinsi Banten, setelah sebelumnya di Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon dikuasi Golkar, begitu pun di Provinsi Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dikatakan oleh Ketua DPD PDIP Banten, Jayeng Rana yang juga kandidat yang kemungkinan besar melaju keputaran II Pilkada Kota Serang, indikator kesuksesan dua partai besar ini adalah cerminan perolehan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 di Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Domonasi partai besar belum bisa dihilangkan di tanah Banten, jadi wajar jika kekuatan besar ini melaju hingga putaran selanjutnya. Demikian mengingat basis PDIP dan Golkar masih kuat di Kota dan Kabupaten Serang,” kata Jayeng tanpa melupakan dominasi serupa di Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dia juga mengatakan, dengan head to head melawan Partai Golkar, PDIP akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menguasai Kota Serang. “Kita ingin PDIP menang di Kota Serang, dengan demikian perjuangan memenangkan Pemilu 2009 juga sedikit terbantu dengan kemenangan tersebut,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ditempat terpisah, Ketua DPD II Partai Golkar, Lilis Karyawati mengungkapkan, pihaknya akan mengupayakan kemenangan bagi partai berlambang beringin ini di Kota Serang. Karena menurutnya, Kemenangan Golkar di Kota Serang akan memudahkan jalan memenangkan Pemilu 2009. “Siapapun lawannya kita siap untuk memenangkan pasangan dari Partai Golkar,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dikatakan oleh Ketua Tim pemenangan pasangan Jayeng-Deden (PDIP), Asep Rahmatullah, kendati ada kedekatan emosional antara PDIP dengan Golkar di Kota Serang, tetap saja kemenangan bagi PDIP mutlak harus terwujud. “Ini adalah bentuk eksistensi PDIP yang merupakan partai besar di Banten,” imbuhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="line-height: 115%; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dikatakan Ketua Tim Pemenengan Pasangan Bunyamin-Jaman (Golkar), M Mahfudz, kalau PDIP merasa demikian, pihaknya juga tidak mungkin menyepelakan kekuatan tim lain. “Untuk diketahui saja, beberapa tim pasangan yang tidak masuk keputaran ke-II sudah menyatakan sikapnya untuk mendukung kami, jadi tidak menutup kemungkinan tim kami akan semakin kuat di putaran ke-II ini,” pungkasnya. &lt;b&gt;(Sns)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-7278773036553998511?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/7278773036553998511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=7278773036553998511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7278773036553998511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7278773036553998511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/pdip-dan-golkar-adu-kekuatan-di-pilkada.html' title='PDIP Dan Golkar Adu Kekuatan Di Pilkada Kota Serang'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvq_xv-vJI/AAAAAAAAAHM/n8etzYtF9GE/s72-c/,+sanusi,+30-3108-08.jpg+063.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-7685556750735243157</id><published>2008-09-01T06:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T06:09:18.032-07:00</updated><title type='text'>Banyak Warga Kecewa Tidak Dapat Memilih</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvoj75QO-I/AAAAAAAAAHE/jTlT-pfLlG4/s1600-h/,+sanusi,+30-3108-08.jpg+008.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvoj75QO-I/AAAAAAAAAHE/jTlT-pfLlG4/s200/,+sanusi,+30-3108-08.jpg+008.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241038295446600674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sayang, Pilkada Kota Serang rendah partisipasinya. Padahal ini adalah pesta demokrasi pertama di Ibukota Provinsi Banten yang notabene adalah corong mercusuar demokrasi bagi daerah-daerah lainnya di ranah Banten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Mungkin gambaran ini tidak bisa dinafikan dari perjalanan panjang Pilkada Kota Serang yang persipannya lebih kurang 7 bulan lalu sudah dilakukan penyelenggara Pilkada perdana ini. Hanya saja, meliha tingginya angka golput yang mencapai 35,9 persen membuat perhelatan puncak ini tidaklah seindah yang diharapkan masyarakat Kota Serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Parahnya, dengan hanya 6 kecamatan yang berarti wilayah geografisnya cukup kecil ini, informasi dan sosialisasi adanya Pilkada seakan tidak terjangkau kepada seluruh masyarakat Kota Serang yang pemilih tetapnya hanya 338.998 ini. Dan lebih-lebih kondisi tersebut ditopang dengan banyak warga yang tidak dapat menggunakan hak pilih karena tidak mendapatkan kartu pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Satibi misalnya, warga Perumahan Kota Serang Baru, Kecamatan Cipocok mengatakan, dirinya tidak mencoblos karena tidak dapat kartu pemilih. Padahal penuturannya, pihaknya sangat antusias dengan adanya Pilkada ini. “Saya sekeluarga terpaksa tidak mencoblos. Apalagi kalau bukan tidak terdaftar di DPT dan tidak mendapatkan kartu pemilih,” kata pria yang hanya tinggal dengan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kerugian yang sama dirasakan oleh Leni, warga Kepandean ini seharusnya mendapatkan hak politiknya dengan melakukan pencoblosan pada tanggal 30 Agustus kemarin. Hanya saja, lagi-lagi ibu muda ini tidak dapat menggunakan hak pilihnya hanya karena tidak pernah didata sebagai warga Kota Serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Saya bingung, padahal sebagai warga Kota Serang yang turun temurun tinggal di sini bisa-bisanya tidak terdata. Padahal tetangga saya dapat kartu pemilih,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ada lagi Marsim, warga Kp Legok Sukmajaya, Drangong, Taktakan, pihaknya dengan berat hati langsung berangkat ke tempat kerjanya karena mendapatkan kartu pemilih. Padahal sewaktu lewat depan rumahnya sempat ingin langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). “Pas saya ingat engga punya kartu pemilih, langsung saja saya berangkat kerja. Udah gitu surat panggilan juga tidak dapat lagi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Semakin banyaknya warga yang tidak mendapatkan hak pilihnya, selama pencoblosan kemarin aktifitas warga nampak seperti biasanya. Yang berangkat kerja kepabrik tetap pergi dan yang biasa berdagang di Pasar Induk Rau (PIR) sejak pagi juga tetap tetap menjalankan usaha mereka. “maunya sih nyoblos dulu baru ke pasar, tapi berhubung tidak punya kartu pemilih langsung ajah berangkat ke pasara buat dagang,” kata Rumia, pedagang sayuran PIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pantauan &lt;i&gt;Tangerang Tribun&lt;/i&gt;, Sabtu (30/8) saat pencoblosan berlangsung. Hingga pukul 12.00, sepanjang jalan protokoler Kota Serang nampak sepi. Konsentrasi para pemilih terfokus di tiap-tiap TPS dan tidak sedikit yang menyerbu TPS dimana Kandidat melakukan pencoblosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;TPS 17, Komplek Ciceri Indah, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang misalnya. Warga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menumpuk TPS tempat Edi Mulyadi mencoblos ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasil perolehan di kandang Kandidat nomor urut 1, Edi meraih 126 suara, Ade Muchlas Syarief mendapat 84 suara dan Jayeng Rana yang mendapat 12 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Di TPS 1 Lontar Jiwantaka, tempat Jayeng Rana mencob;os juga disesaki oleh warga. Di tempat ini jayeng menang telak dengan 298 suara, disusul Ade Muchlas 32 suara, dan Edi Mulyadi 28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;TPS 01 Kaujon, Pasar Sore, di tempat Lulu Kaking mencoblos ini pihaknya meraih 188 suara, disusul Tb Edi Mulyadi 20 suara, posisi ketiga Ade Muchlas dengan 18 suara. Warga juga nampak tersedot perhatiannya di TPS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kondisi serupa juga terlihat di TPS-TPS tempat kandidat mencoblos. Di TPS 13, Komplek Ciputat Indah, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang yang merupakan TPS-nya Ade Muchlas, dari 459 warga pemilih, Ade mendapatkan 369 suara unggul atas Bunyamin 26 suara dan Kirtam Sanjaya 17 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Di TPS Kirtam Sanjaya mencoblos, warga juga banyak disana. Kirtam menang di TPS 12 Bumi Serang Damai, Desa Drangong, Kecamatan Taktakan ini suara 45, disusul Ade Muchlas Syarief 40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kandidat perseorangan, Pandji Tirtayasa juga meraih suara tertingggi di TPS 13, Rau, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang. Pihaknya mendapatkan 201 suara. Disusul Bunyamin dengan 39 suara dan Edi Mulyadi dengan 33 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sementara itu, ada yang menarik di kelurahan Unyur, di tempat tinggal 2 kandidat wakil walikota ini, Tb Ali Rochman dan Juhaeni M Rais. Di TPS 08, Kampung Pabuaran, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang warga yang terpecah menjadi dua pendukung ini terus mendatangi lokasi tersebut. Pasalanya persaingan suara ketat terjadi di sini. Hasilnya, Ali Rahman unggul tipis dengan selisih 15 suara dibandingkan Juheni, 144 suara berbanding 129 suara. &lt;b&gt;(Sns)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-7685556750735243157?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/7685556750735243157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=7685556750735243157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7685556750735243157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7685556750735243157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/banyak-warga-kecewa-tidak-dapat-memilih.html' title='Banyak Warga Kecewa Tidak Dapat Memilih'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvoj75QO-I/AAAAAAAAAHE/jTlT-pfLlG4/s72-c/,+sanusi,+30-3108-08.jpg+008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-7302850310774254441</id><published>2008-09-01T05:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T06:01:34.595-07:00</updated><title type='text'>Bunyamin Dan Jayeng Masuk Putaran Dua</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvkHvb6dEI/AAAAAAAAAG8/UnroSDwxrP8/s1600-h/,+sanusi,+30-3108-08.jpg+017.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvkHvb6dEI/AAAAAAAAAG8/UnroSDwxrP8/s320/,+sanusi,+30-3108-08.jpg+017.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241033413019464770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SERANG, TRIBUN—Pilkada Kota Serang yang dilaksanakan pada Sabtu, 30 Agustus 2008 dipastikan berlanjut dengan putaran kedua. Pasalanya, dari 8 kandidat yang tampil tidak satupun yang meraih perolehan suara diatas 30 persen. Direncanakan putaran kedua ini akan dilaksanakan pada 19 Oktober 2008 mendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berdasarkan hasil penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pasangan nomor 4, Bunyamin-Haerul Jaman yang diusung Partai Golkar dan PBR menempati urutan pertama dengan perolehan 48.043 suara atau setara dengan 22,08 persen. Dilanjutkan dengan pasangan nomor urut 2, Jayeng Rana-Deden Apriyandhi (JaDen) yang diusung PDIP dan PSI dengan perolehan 46.487 suara atau 21,37 persen suara. Keduanya juga dipastikan menjadi kandidat selanjutnya pada putaran kedua nanti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan urutan berikutnya diraih pasangan H Ade Muchlas-Juheni M Rais dengan 44.592 atau 20,50 persen suara dari total 217.521 pemilih sah. Tempat ke empat diraih Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil (Kiss), pasangan nomor 7 yang diusung PPP ini memperoleh 22.297 suara atau 10.25 persen. Untuk Pasangan Lulu Kaking-Ismetullah Al Abas (Bisa) yang diusung 6 partai kecil mendapatkan 19.962 suara atau 9,18 persen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan hasil tersebut, KPU Serang akan segera mempersiapkan putaran kedua tersebut dalam waktu dekat ini. “KPU Serang akan segera &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mempersipakan pelaksanaan Pilkada putaran kedua yang dijadwalkan 19 Oktober 2008 yang akan datang. Karena dari semua kandidat tidak ada satupun yang mencapai 30 persen suara,” kata Anggota KPU Serang, Muhammad Arif Iqbal kepada &lt;i&gt;Tangerang Tribun&lt;/i&gt;, Minggu (31/8) kemarin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masih berdasarkan data rekapitulasi pihak PPK di 6 kecamatan, Pasangan calon walikota dan wakil walikotadari jalur perseorangan belum bisa bicara banyak untuk menjadi pipmpinan daerah. Pasalanya dari 8 kandidat tersebut, 3 pasangan calon walikota dan wakil walikota jalur perseorangan ini hanya menempati urutan bawah, masing-masing Panji Tirtaya-Ali Rahman (Pantes) mendapatkan 18.770 suara atau 8,63 persen, Edi Mulyadi–Rizal Firdaus (Akur) medapatkan 10.982 suara atau 5,05 persen dan Aliyudin–Rhodoutul Janah (Haren) diurutan buncit dengan 6.397 suara atau 2,94 persen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah satu calon kandidat yang kemungkinan besar lolos keputaran kedua, Jayeng Rana mengatakan, dirinya merasa yakin bahwa Pilkada Kota Serang akan terjadi putaran ke dua. Sebab, semua calon tidak akan mampu mendapatkan suara lebih dari 30%. “Dari perhitungan kami, pasangan Bunyamin-Khaerul Jaman mendapatkan suara terbanyak, pasangan saya dengan Deden Apriandhi  terbanyak kedua dan untuk ketiganya yaitu pasangan Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois,” kata dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Melihat para calon dari partai-partai politik lebih mendominasi perolehan suara apda Pilkada Kota Serang di banding calon perseorangan, Jayeng berpendapat, calon dari perseorangan belum dapat menunjukkan eksistensinya ditengah perpolitikan, karena bagaimanapun calon perseorangan ini masih hal baru bagi sebagian besar masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Menurut saya, ini salah satu bukti bahwa masyarakat masih percaya terhadap partai politik. Kalaupun harus bicara pahit, kalangan perserangan ini harus banyak belajar dari kekalahan yang mereka alami di Pilkada Kota Serang perdana ini,” tukas Jayeng yang juga Ketua DPD PDIP &lt;a name="lw_1220181789_3"&gt;&lt;/a&gt;Banten.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Angka Golput Masih Tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara itu, dari data yang ada, angka golput ternyata pantas memenangi Pilkada Kota Serang dalam sekali putaran dimana akanya mencapai 35,9 persen atau berarti 121.477 pemilih yang tidak memberikan suaranya. Hal ini menunjukkan partisipasi pemilih pada Pilakda Kota Serang masih rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dikatakan oleh Pengamat Pilkada Kota Serang, Gandung Ismato, dengan tingginya angka Golput menunjukkan bahwa kedepan dapat menjadi bagian penting dari pendidikan politik menuju ke tingkat kematangan berpolitik dan berdemokrasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Melihat ini, pemimpin dan elite politik harusnya mampu membuka mata, hati, dan telinganya untuk berintrospeksi guna memahami gejala masyarakat yang mulai jenuh dengan pilihan yang itu-itu saja. Dan ini juga bukti penyelenggara belum maksimal menanganani ini. Harapannya kedepan, dalam putaran kedua nanti, semua pihak bertanggung jawab untuk meminimalisir angka golput tersebut,” paparnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Senada dengan Gandung, Jayeng menyesalkan dengan pelaksanaan Pilkada Kota Serang yang digelar oleh KPU Serang. Karena, banyak warga Kota Serang yang kehilangan hak pilihnya, untuk itu, pada putaran kedua jangan sampai ada masyarakat yang terlewat. “Sekitar 30% lebih masyarakat Kota Serang tidak mencoblos, dan pelaksanaan Pilkada Kota pada putaran pertama ini harus dijadikan pelajaran oleh KPU,” tukasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="TableContents"  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pantauan &lt;i&gt;Tangerang Tribun&lt;/i&gt; dilapangan, Pasangan Bunyamin-Haerul Jaman menang di Kecamatan Cipocok Jaya, Curug dan Walantaka. Sedangkan pasangan H Ade-Juhaeni M Rais menang di Kecamatan Serang dan kecamatan Kasemen, sementara pasangan Jayeng-Deden menang di Kecamatan Taktakan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Sns)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"  class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" face="verdana" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Data Perolehan Suara Walikota dan Wakil Walikota Serang&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable"  style="width: 164.75pt; border-collapse: collapse; margin-left: 6.75pt; margin-right: 6.75pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;" align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="220"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 18.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: solid none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KANDIDAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SUARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PERSENTASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 18.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;AKUR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10,982&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5,05 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 18.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;JADEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;46,487&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;21,37 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 18.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BISA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;19,962&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9,18 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 18.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;NYAMAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;48,034&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;22,08 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 18.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HAJI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;44,592&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;20,50 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 18.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HAREN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6,397&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2,94 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 18.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KISS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;22,297&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10,25 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 18.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PANTES&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;18,770&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 18.95pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;8,63 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 23.25pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 67.85pt; height: 23.25pt;" nowrap="nowrap" width="90"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TOTAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 23.25pt;" nowrap="nowrap" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;217,521&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 48.45pt; height: 23.25pt;" width="65"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;100%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-7302850310774254441?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/7302850310774254441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=7302850310774254441' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7302850310774254441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/7302850310774254441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/09/bunyamin-dan-jayeng-masuk-putaran-dua.html' title='Bunyamin Dan Jayeng Masuk Putaran Dua'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SLvkHvb6dEI/AAAAAAAAAG8/UnroSDwxrP8/s72-c/,+sanusi,+30-3108-08.jpg+017.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-2358193355657821207</id><published>2008-08-14T07:26:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T07:33:28.185-07:00</updated><title type='text'>HAJI Ingin Cerdaskan Masyarakat Kota Serang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKRBmcN7VsI/AAAAAAAAAG0/Uook6uBL0-w/s1600-h/HAJi+dapet+dukungan+Pendekar,+siap+dikawal+selama+Pilkada,+Sanusi,+12-08-08.jpg+037.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKRBmcN7VsI/AAAAAAAAAG0/Uook6uBL0-w/s320/HAJi+dapet+dukungan+Pendekar,+siap+dikawal+selama+Pilkada,+Sanusi,+12-08-08.jpg+037.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234380795576800962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Sanusi pane&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Membangun sebuah daerah yang maju dimulai dari kualitas sumber daya manusianya. Ketika manusianya siap menjalankan program pemerintah yang ditawarkan, maka siapapun pemimpinya akan mudah mencapai target pembangunan yang ingin dituju.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah pasangan HAJI, H Ade Muchlas Syarif-Juhaeni M Rais. Duet pasangan PAN-PKS ini ingin membangun infastruktur Kota Serang dimulai dari sumber daya manusianya. Sebab menurut keduanya, hal yang mendasari keduanya tampil sebagai calon pemimpin Kota Serang adalah ingin menjadikan ikon masayarakat kota sesuai dengan status kota itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;H Ade Muchlas Syarif yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) ini pernah mengungkapkan suatu ketika, bahwa dalam benaknya status daerah harus ditopang dengan sumber daya manusia yang sesuai dengan status daerah tersebut. Pasalanya, Kota Serang yang telah berubah statusnya menjadi Ibukota Provinsi Banten masih belum sesuai dengan statusnya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Lihat saja di sana-sini, banyak penduduk yang masih berbudaya dan memiliki kebiasaan sosial bukan mencirikan masyarakat perkotaan. Jadi hemat saya, untuk membangun Kota Serang dimulai dari membangun sumber daya manusianya," terang Ade.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memulai membangun sumber daya manusia tersebut akan diawali dengan membangun tingkat kecerdasan masyarakat Kota Serang. "Pendidkan, pendidikan, pendidikan dan baru infastruktur lainnya," katanya menasbihkan program pertama yang akan dilakukan untuk Kota Serang ketika HAJI memimpin Kota Serang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lain itu, penguatan sistem pemerintahan yang benar-benar melayani masyarakat adalah elemen yang utama untuk menegakkan suatu pemerintahan yang efesian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Dengan menempatkan staf-staf yang sesuai dengan bidangnya dan mampu melayani masyarakat dengan efesien serta maksimal inilah, pemimpin juga akan diingat dan dicintai oleh rakyat," tukasanya seraya menegaskan, lagi-lagi dengan kecerdasan yang dimiliki oleh semua staf inilah sistem pemerintahan Kota Serang akan menjadi salah satu kota yang benar-benar dapat menuangkan dan melayani kebutuhan-kebutuhan percepatan masayarakat Kota Serang menjadi benar-benar masyarakat perkotaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pasangan yang memiliki motto "EMAS" ini juga bertutur, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Egaliter, Mandiri, Adil dan Sejahtera yang berlandaskan Iman-Taqwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; juga adalah hal yang harus dicapai sebuah Kota. Mengawali niatnya, HAJI melihat bahwa sebuah kota itu hendaknya menjadi mandiri. Yang artinya masyarakat mampu dengan sendirinya mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan topangan intelektualitas yang juga ditekankan pembangunannya oleh pemerintah kota itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sepakat dengan calon walikotanya, Juhaeni M Rais, pendamping H Ade Muchlas Syarif yang diusung PKS melihat, dalam hati kecilnya selama menjadi anggota DPRD, pihanya hanya mampu menengok, mengomentari dan meneriakkan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, berdampingan dengan H Ade, Ia ingin membuat sesuatu yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Memengang kebijakan sebagai anggota legislatif hanya mampu meneriakkan kebutuhan masayarakat. Dan dengan niat amanah, menjalankan seuah pemerintahan, menjadi eksekutif akan semakin besar peluang untuk mewujudkan pemerintahan yang sesuai dengan keinginan rakyat dengan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat tersebut," kata Juhaeni mengungkapkan niatnya menjadi salah satu kandidat wakil walikota di Pilkada Kota Serang ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Melalu telepon selularnya Ia juga menuturkan, andai saja ia menjadi pemimpin kelak, Ia tidak hanya mampu mengkritisi dan mengomentari. Namun Juhaeni akan melakukan kerja dan kerja sebagai bukti apiliasainya terhadap keinginan-keinginan rakyat yang selama ini selalu dikeluhkan kepadanya saat menjadi anggota dewan dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Insya Allah dengan kerja keras, jujur amanah masyarakat akan menikmati hasil jerih payah seorang pemimpinnya. Dan saya akan bekerja, bekerja dan bekerja untuk rakyat agar dicintai sebagai seorang pemimpin," urainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejalan dengan H Ade, dua hal yang membuatnya tertarik menjadi seorang eksekutif, pertama membangun sumber daya manusia dengan memberi kesempatan pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat Kota Serang. Da kedua adalah bagaimana pemeriantah Kota Serang memiliki struktur pemerintahan yang kuat, akomodatif, melayani masyarakat dan diisi dengan orang-orang yang kompeten di bidangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-top: 12pt; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;"Kalau hemat saya, semua permasalahan Kota Serang ini akan mudah diselesaikan jika tingkat pendidikan masyrakanya cukup. Sehingga apapun yang diinginkan pemerintah dengan seluruh programnya dapat ditelurkan oleh masayrakat yang cerdas tersebut secara mandiri, entah itu masalah, sosial-budaya, kemiskinan, kesehatan dan ketenagakerjaan," pungkas Juhaeni seraya menutup percakapannya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-2358193355657821207?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/2358193355657821207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=2358193355657821207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2358193355657821207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/2358193355657821207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/08/haji-ingin-cerdaskan-masyarakat-kota.html' title='HAJI Ingin Cerdaskan Masyarakat Kota Serang'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKRBmcN7VsI/AAAAAAAAAG0/Uook6uBL0-w/s72-c/HAJi+dapet+dukungan+Pendekar,+siap+dikawal+selama+Pilkada,+Sanusi,+12-08-08.jpg+037.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3857612974147760712</id><published>2008-08-14T07:18:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T07:26:31.343-07:00</updated><title type='text'>Ciptakan Pemerintahan Yang Bersih</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ_rw030lI/AAAAAAAAAGs/EjburD3xF8I/s1600-h/Pasangan+lulu+Kaking-Ismetullah+Al-Abbas,+Sanusi,+14-08-08+%2810%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ_rw030lI/AAAAAAAAAGs/EjburD3xF8I/s320/Pasangan+lulu+Kaking-Ismetullah+Al-Abbas,+Sanusi,+14-08-08+%2810%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234378687984947794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dengan slogan "BISA" kita ingin menciptakan bahwa sesuatu bisa diwujudkan dengan upaya dan keinginan semua masyarakat yang sejalan dengan pemerintahan yang Bersih, Indah, Sejahtera dan Adil.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Keinginan dua sejoli pasangan calon walikota dan wakil walikota, Tb Lulu Kaking-Tb Ismetullah Al-Abbas. Keduanya yakin dengan semboyan BISA yang berakronim Bersih, Indah, Sejahtera dan Adil segala sesuatu yang diinginkan baik oleh masyarakat maupun pemerintah dapat terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Banyak makna dari bisa, yakin bisa melakukan, bisa berbuat bisa mewujudkan dan bisa disini adalah sesuatu yang menandakan semangat masyarakat Kota Serang untuk membangun daerah yang baru saja lahir dan membutuhkan pemimpin yang bersih," kata Lulu Kaking.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Lulu Kaking saat ditemu dikediamannya, Kamis (14/8) kemarin mengungkapkan, bersama Ismetullah Al-Abbas Ia yakin mampu memberikan harapan yang bisa dilakukan dengan upaya yang bersih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Bersih bukan sekedar Kota Serang yang bersih secara fisik, namun daripada itu, yakni Kota Serang yang bersih dari korupsi dan praktek-praktek yang merugikan rakyat Kota Serang secara keseluruhan," paparnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Yang menarik hatinya ketika melihat Kota Serang sebagai tanah kelahirannya menjadi Ibukota Provinsi Banten, Lulu Kaking yang lahir dan besar di Serang ini ingin pula merasakan langsung aparatur yang mengisi daerah kelahirannya tersebut menampilkan pelayanan publik terbaik, dimana pemimpinnya penuh keiklasan dan ketulusan mengabdi sepenuhnya kepada masyakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Kalau pejabatnya bersih, kalau pelayanan publiknya baik, dan pemimpinnya dapat mengabdikan diri sepenuhnya untuk rakyat Kota Serang bukankah itu terlihat sangat indah," tutur pria berperawakan gempal dan menggemari pakaian koko putih ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Ismetullah Al-Abbas yang dilahirkan dari keluarga Kesultanan Banten menimpali. Melihat sosok Lulu Kaking yang memilki pemikiran luas tentang daerah kelahirannya mengatakan, pihaknya rela mendampingi Lulu Kaking sebagai wakil walikota. Melihat, sosok Lulu Kaking bukan siapa-siapa lagi dimatanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Untuk membina struktur organisasi yang besar Lulu kaking cukup berhasil. Kenapa untuk menungkan idenya demi kesejahteraan masyarakat Kota Serang saya tidak mendampinginya sebagai wakil walikota," kata Ismetullah yang sejak kecil tinggal di Kesultanan Banten, Kaseman, Kota Serang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Menyambung gagasan Lulu Kaking tentang hal utama untuk menciptakan pembangunan Kota Serang yang bersih dan indah, ismetullah mengungkapkan, dengan pejabat yang bersih dari tndak laku korupsi serta tidak mementingkan golongannya maka akan terwujut masyarakat yang sejahtera yang merupakan tujuan utama dari pelayanan publik dan kebijakan pemerintah yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Saya bersama H Lulu, kami berdua ingin Kota Serang ini bukan hanya tercipta untuk mensejahterakan segelintir orang atu kelompok. Namun kesejahteraan yang dihiasi dengan keadilan dan merata," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Mewujudkan semua itu, pastinya perlu membetuk pola kerja dipemerintahan yang ekonomis, efesien dan efektif. Demikian lanjutnya, pejabat birokrasi yang dirancang juga hendaknya ditempatkan sesuai dengan kualifikasi masing-masing melalu proses sleksi yang kualitatif dan moral.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Saat mengurus suatu yang bersinggungan dengan birokrasi kerap masyakat merasa terlalu panjang. Dengan pola kerja kewirausahaan yang mengedepankan prinsif ekonomis dan efesian akan memudahkan percepatan pelayanan masyarakay yang baik," cetusnya seraya mengatakan, jadi kedepan harapan keduanya di setiap desa sudah dapat pola kerja yang tidak terputus hingga ke Pemrintah Kota Serang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Diakhir pembicaraan santai wartawan koran ini dengan pasangan yang berasal dari kalangan menengah ini, keduanya juga memprioritaskan pembangunan di dunia pendidikan, perekonomian, pertanian, kesehatan dan ketenaga kerjaan yang benar-benar bersih mulai dari struktur tertinggi hingga masyarakat yang mendapatkan fasilitas tersebut dari pemerintah Kota Serang kedepan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3857612974147760712?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3857612974147760712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3857612974147760712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3857612974147760712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3857612974147760712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/08/ciptakan-pemerintahan-yang-bersih.html' title='Ciptakan Pemerintahan Yang Bersih'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ_rw030lI/AAAAAAAAAGs/EjburD3xF8I/s72-c/Pasangan+lulu+Kaking-Ismetullah+Al-Abbas,+Sanusi,+14-08-08+%2810%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-1014012049807055216</id><published>2008-08-14T07:12:00.001-07:00</published><updated>2008-08-14T07:18:07.512-07:00</updated><title type='text'>Jadi Pemimpin Yang Rela Berbagi Dengan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ96-kPyKI/AAAAAAAAAGk/oz3PST0qzrI/s1600-h/pasangan+kiss+dapat+sambutan+meriah,+miliki+modal+dasar+28.000+massa+untuk+goyang+kota+serang,+Sanusi,+13-08-08+%2835%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ96-kPyKI/AAAAAAAAAGk/oz3PST0qzrI/s320/pasangan+kiss+dapat+sambutan+meriah,+miliki+modal+dasar+28.000+massa+untuk+goyang+kota+serang,+Sanusi,+13-08-08+%2835%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234376750348093602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Bangkit Bersama Untuk Kota Serang" membangun Kota melakukan aksi melawan pemiskinan, penyengsaraan dan menyuarakan dukungan bagi pencapaian tujuan pembangunan yang rill bagi masyarakat Kota Serang adalah impian saya. Dan saya ingin membangunnya sambil berbagi dengan masyarakat bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Diawali pada awal peringatan Hari Kebangkitan Nasional, H Ruhyadi Kirtam Sanjaya, Ketua DPC PPP Kota Serang ini merasa ingin menuangkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi masyarakat tempat ia memimpin organisasi partai politiknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hanya saja, kebangkitan besar-besaran yang coba Kirtam dengungkan tidak ingin diraihnya sendiri. Ia ingin mengajak masayarakat juga dapat berperan dengan apa yang diidam-idamkannya selama ini, bermanfaat dan mengabdi untuk orang banyak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;"Untuk saling berbagi, memberi dan meluangkan waktu berbincang sekitar masalah masayarakat sudah sering kita diskusikan. Dan saatnya kini saya ingin menungkannya dalam aksi memimpin sebuah instansi pemerintahan. Tujuannya, mengajak masayarakat untuk bangkit bersama," suatu ketika Kirtam mengutarakannya di hadapan para kader PPP Kota Serang sebelum mencalonkan diri beberapa waktu lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Menurutnya, kalau masyarakat saja sudah berani bicara bagaimana menanggulangi secara konkret penanggulangan kemiskinan dengan berbagai cara, sambil menyuarakan tuntutan, kesaksian, dan harapan kepada pemerintah untuk menepati janji-janjinya, kali ini bukan hanya janji yang akan pihaknya berikan. Kehendaknya dengan diawali menjadi salah satu kandidat Walikota Serang akan dituangkan dalam bentu-bentuk yang nyata bagi pensejahteraan ekonomi, pendidikan dan sosial masyarakat Kota Serang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;"Kalau ingin memerintah suatu daerah saja masih dibumbui janji, saya yakin warga lebih cerdas untuk berjanji. Untuk Kota Serang dan demi kebangkitannya, bersama tim dan masyarakat saya akan mewujudkannya bersamaan," katanya kepada &lt;i&gt;Tangerang Tribun &lt;/i&gt;saat dimintai komitmennya untuk Kota Serang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Digambarkannya, seperti hari-hari sebelum mencalonkan diri menjadi Walikota Serang, Kirtam yang hidup dengan ekonomi yang serba cukup, telah terbiasa untuk berbagi. Hanya saja kini, lingkupnya ingin diperluas. Berbagi bukan hanya untuk golongan partai politiknya, Ia ingin berbagi dengan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;"Harapan saya bersama Saipul Jamil hanya ingin berbagi kebahagiaan yang selama ini kami rasakan. Kalau dulu kami berbagi untuk keluarga kecil kami, kini kami ingin berbagi untuk keluarga besar kami, warga Kota Serang," katanya seraya mengungkapkan, untuk itu pasangan yang lebih dikenal dengan sebutan KISS ini akan menarik simpati besar warga Kota Serang untuk saling berbagi dan menjadi bagian keluarga besar yang dapat bangkit bersama-sama memperjuangkan pembangunan Kota Serang dalam 5 tahun kedepan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dihubungi terpisah, Saipul Jamil yang juga kerap menghibur masyarakat dengan lantunan-lantunan suaranya menimpali kehendak Kirtam Sanjaya. Diutarakan olehnya, kadang keegoisan mengenggam erat hati disaat seseorang merasa memiliki sesuatu yang lebih dari orang lain.  Dan tidak jarang orang tersebut terlambat menyadari dan akhirnya terlambat untuk bisa berbagi pada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;"Kita tidak akan merasa rugi atau kehilangan sesuatu jika kita mau berbagi pada orang lain, karena hakekatnya sesuatu yang kita miliki adalah pinjaman yang sewaktu-waktu dapat saja Sang pemilik segala sesuatu mengambilnya kembali tanpa sepengetahuan kita. Dan untuk bangkit membangun Kota Serang kita harus merelakan waktu kita dibagi untuk warga Kota Serang sepenuhnya," tukasanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Apalagi lanjut Saipul, pengalaman masa muda yang lahir dari orang tua yang sederhana, membuat saipul sangat peduli terhadap masyarakat sekitarnya. Untungnya, Ia&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak akan bisa tenang, jika orang-orang di sekelilingnya berada dalam kemiskinan dan kedzholiman mendapat kesempatan baik untuk mengentaskan kemiskinan tersebut berdampingan dengan Kirtam Sanjaya sebagai calon wakil walikota yang diusung PPP.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;"Berbekal kebiasaan saling berbagi membuat saya ingin berkontribusi lebih konkrit untuk Kota Serang, kota kelahiran saya. Untungnya PPP menghubungi saya untuk memulai hal itu dengan menjadikan saya calon wakil walikota," ucapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ia menjelasakan, yang membuatnya semakin tertarik untuk berdampingan dengan Kirtam Sanjaya adalah sifat Kirtam yang tidak segan berbagi. Ingin membuat orang di sekelilingnya selalu senang dan terutama keinginan besarnya menjadikan Kota Serang sebagai kota yang dapat memberikan pelayanan-pelayanan serga mudah bagi masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;"Sebut saja program yang ia tawarkan kepada saya pertama kali ketika mengajak saya menjadi pasangannya, ia menawarkan pendidikan murah, santunan santunan sosial, penggratisan biaya kesehatan dan membuka ruang usaha mandiri bagi masyarakat kecil secara profsional serta membangun infastruktur kota yang sesuai dengan karakteristik agamis Kota Serang. Jelas semua itu menarik saya untuk mendampingi keinginan besar calon walikota yang satu ini," urainya panjang lebar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dan KISS yakin, lanjut Saipul, dengan saling berian dan saling berbagi dengan masyarakat inilah kebangkitan yang coba didengungkan oleh pasangan muda ini dapat terwujud dalam jangka 5 tahun mendatang. "Kami menaruh harapan besar kepada masyarakat Kota Serang untuk dapat berbagi dengan pasangan kami guna membuat Kota Serang sebagai corong kebangkitan Banten," pungkasanya. &lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;(*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="verdana"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="verdana"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-1014012049807055216?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/1014012049807055216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=1014012049807055216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1014012049807055216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1014012049807055216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/08/jadi-pemimpin-yang-rela-berbagi-dengan.html' title='Jadi Pemimpin Yang Rela Berbagi Dengan Masyarakat'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ96-kPyKI/AAAAAAAAAGk/oz3PST0qzrI/s72-c/pasangan+kiss+dapat+sambutan+meriah,+miliki+modal+dasar+28.000+massa+untuk+goyang+kota+serang,+Sanusi,+13-08-08+%2835%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-6057793582888764874</id><published>2008-08-14T07:06:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T07:10:14.612-07:00</updated><title type='text'>Jadi Pemimpin Harus Bergerak Cepat Untuk Rakyat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ8oaIYeCI/AAAAAAAAAGc/UlL9fy5FPNk/s1600-h/jayeng4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ8oaIYeCI/AAAAAAAAAGc/UlL9fy5FPNk/s320/jayeng4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234375331818272802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/b&gt;  &lt;p face="verdana,sans-serif" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;Sebagai orang yang berangkat dari orang kecil dan tidak memiliki apa-apa, banyak keinginan yang tentunya menjadi impian saya. Kalau dahulu saya tidak bisa berbuat apa-apa, saatnya kini saya ingin membantu wong cilik untuk dapat sekolah dengan gratis, berobat dengan gratis dan jangan ada yang harus bekerja jadi gelandangan. Intinya jadi pemimpin adalah bergerak cepat buat masyarakat..!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;Demikian ungkapan yang keluar dari Tokoh PDIP yang satu ini. Ia memang bukan siapa-siapa buat warga kecil yang jarang tersentuh oleh kalangan elit. Dimata masyarakat kecil Jayeng Rana bukan hanya merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Banten namun dikenal orang yang paling gencar memperjuangkan nasib mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;Ditemui di kediamannya, JLn Perintis No. 1, Jayeng Rana yang didampingi Deden Apriyandhi bertutur bahwa pihaknya sangat merasa dan mengerti sekali apa yang dialami oleh orang-orang kecil. Pasalnya hampir belasan tahun lamanya ia merintis apa yang ia raih sekarang dari ranah wong cilik. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;"Yang saya dapatkan sekarang tidak serta-merata. Dan apa yang akan saya hasilkan dalam Pilkada ini tidak juga tidak akan terwujud kalau bukan dari warga kecil yang mendukung dan memilih saya. Makanya saya akan membuka seluas-luasnya waktu untuk membuat mereka bahagia dan sejahtera," penuturan Jayeng saat ditanyakan apa yang membuat Ia ingin menjadi orang nomor satu di Kota Serang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;Menurutnya, yang membuat masyarakat merasa memiliki pemimpin yang dekat dan memperhatikan kebutuhan mereka adalah, ketika pemimpin tersebut mampu memberikan pelayanan-pelayanan yang tidak harus masyarakat itu mengeluarkan sesuatu apapun untuk menikmati pelayanan dan sarana yang disediakan oleh pemerintah. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;"Kalau selama ini hanya orang-orang mampu saja yang dapat menikmati enaknya sekolah, besok di Kota Serang semua warga bisa mendapatkan pendidikan dengan gratis. Begitu juga untuk kesehatan dan pos kerja yang layak bagi penduduk Kota Serang juga akan kita upayakan semaksimal mungkin," petik wartwan koran ini saat pasangan JaDen ini meyakinkan kepada masyarakat bahwa pilihan mereka tidaklah salah jika memilih keduanya menjadi pasangan Walikota dan Wakil Walikota Serang untuk lima tahun kedepan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;Pedoman&lt;b&gt; &lt;/b&gt;"&lt;i&gt;Bergerak Cepat Untuk Rakyat"&lt;/i&gt; nampaknya ingin dibuktikan dengan majunya pasangan JaDen ini menjadi salah satu kandidat Walikota dan Wakil Walikota Serang. Dan dengan bekal motto bergerak cepar untuk rakyat itulah bagi keduanya yang akan di dahulukan. Dimana semua kebutuhan masyarakat adalah yang utama bagi seorang pemimpin. Kalau kata Jayeng sendiri, intinya masyarakat harus didahulukan seluruh kepentingannya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;Se-iya se-kata nampaknya sudah menjadi ucapan kedua pasangan ini. Menurut pendamping Jayeng sendiri yakni Deden Apriyandhi, pilihannya untuk mendampingi sosok Jayeng bukan karena Jayeng adalah seorang tokoh PDIP yang memiliki massa yang kuat. Namun sosok Jayeng yang lebih peduli dengan masyarakat kecil ketimbang elitis inilah yang membuat dirinya bangga mendampinginya. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;"Jarang seorang pemimpin yang bicara rakyat baru dirinya ketika dihadapkan dengan kepentingan. Namun sosok Pak Jayeng bisa melakukan itu untuk pendukung-pendukungnya, kedernya, bahkan wong cilik yang tidak dikenalnya," ungkap Deden satu ketika.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;Kepada &lt;i&gt;Tangerang Tribun&lt;/i&gt; Deden yang juga Ketua KNPI Kabupaten Serang dan Putra Tb Maman Rijal, salah satu tokoh Partai Golkar Serang, pun sempat membeberkan, melihat sifat koleganya yang selalu mempedulikan nasib orang kecil ini, maka tidak heran ketika keduanya mencalonkan diri, ratusan warga se-Kota Serang selalu dengan leluasanya mengungkapkan aspirasinya kepada Deden ataupn Jayeng di kediamnnya masing-masing.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt; font-family: verdana,sans-serif;"&gt;"Kalau Pak Jayeng ingin membahagaiakan warga kecil dengan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya, pendidikan gratis serta biaya kesehatan gratis. Saya ingin kedekatan yang lebih dengan masyarakat untuk dapat mengerti apa yang mereka butuhkan," pungkas Deden. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-6057793582888764874?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/6057793582888764874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=6057793582888764874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6057793582888764874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/6057793582888764874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/08/jadi-pemimpin-harus-bergerak-cepat.html' title='Jadi Pemimpin Harus Bergerak Cepat Untuk Rakyat'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ8oaIYeCI/AAAAAAAAAGc/UlL9fy5FPNk/s72-c/jayeng4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-3210956725968322787</id><published>2008-08-14T06:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T07:04:56.990-07:00</updated><title type='text'>Ingin Tata Kota Dengan Visi yang Dipahami Masyarakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ62bqm-DI/AAAAAAAAAGU/T2ZCHlfCtqo/s1600-h/Semakin+mantap+menangkan+Pilkada+Kota+Serang,+cetuskan+8+program+unggulan,+Sanusi,+12-08-08.jpg+023+%288%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ62bqm-DI/AAAAAAAAAGU/T2ZCHlfCtqo/s320/Semakin+mantap+menangkan+Pilkada+Kota+Serang,+cetuskan+8+program+unggulan,+Sanusi,+12-08-08.jpg+023+%288%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234373373725177906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: verdana;" id=":j" class="ArwC7c ckChnd"&gt;&lt;div dir="ltr"&gt;      &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;PANTES… pembangunan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt; Serang itu hendaknya dengan cara yang PANTES, yang sesuai dengan kebutuhan untuk memecahkan problematika perkotaan. Dan yang pasti ada visi dari pemerintah yang dipahami betul oleh masyarakat &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt; Serang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;Begitulah awal keinginan dari seorang Pandji Tirtayasa, calon walikota dari kalangan birokrat ini mencoba memaparkan gambaran apa yang akan dilakukannya dalam proses pembangunan Kota Serang 5 tahun kedepan. Dengan kata-kata PANTES yang juga menjadi slogan kedua pasangan Pandji Tirtayasa-Tb Ali Rochman ini, sosok Pandji dan Entus Maman ingin membangun &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Serang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;Ditemui saat melakukan dialog dengan sejumlah warga Kota Serang di Ciracas, Pandji mengumpamakan, sebuah visi pembangunan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang sudah diarahkan kesatu tujuan, baiknya dapat didukung oleh perangkat pemerintahan yang kapasitasnya juga mengarah ke satu tujuan tersebut. Dengan demikian ada kesinambungan dari pemerintah, perangkat pemerintahan, dan masyarakat untuk mencapai visi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;"&lt;i&gt;Jare Wong Serang mah, lamun arep ngidul ya aje ngalor&lt;/i&gt;" katanya dengan bahasa Jawa Serang yang kira-kira artinya, kata Orang Serang, jika mau ke selatan jangan justru ke Utara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;Maksudnya, pemerintahan yang visinya sudah dibangun untuk tujuan tertentu jangan di arahkan ke tujuan yang lain. Dengan satu syarat peran masyarakat dalam mengakualisasikan visi tersebut hendaknya dimaksimalkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;Pandji bertutur, ketika dirinya menjadi staff di suatu badan pemerintahan, ia merasa sulit untuk mengaktualisasikan dan mencapai visi yang sudah digariskan. Kendalanya, tanpa memegang kebijakan penuh ia sulit menyusun struktur atau perangkat pemeriantahan yang sesuai dengan visi tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;"Makanya langkah awal yang ingin saya bangun bersama pasangan ini adalah bagaimana menempatkan orang yang kapabel di masing-masing bidang dengan keleluasaan membangn struktur pemerintahan sesuai visi sebuah &lt;/span&gt;&lt;span&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Selain itu saya ingin mengutamakan membangun &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Kapasity&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Building&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt; baik di interen pemerintah Kota Serang maupun di masyarakat," papar pria berperawakan kurus dan mengenakan baju putih bergaris ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;Membangun tatanan Kota Serang mulai dari infastruktur pemerintah, kota, pendidikan, lapangan usaha, kesehatan dan banyak lagi problematika kota, pastinya &lt;/span&gt;&lt;span&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang baru lahir membutuhkan figur yang berpengalaman di bidang pemerintahan dan mengerti perencanaan yang matang untuk membentuk karakteristik kota sesua dengan tatanan visi yang ingin dibangun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;"Sehingga kedepan, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dan masyarakat bukan hanya membutuhkan figur pemimpin yang sudah mengerti betul apa yang di butuhkan masyarakat Kota Serang. Justru simpati masyarakat Serang yang menjadi pondasi kuat tidaknya pemerintahan ini dapat berjalan maksimal untuk memecahkan problematika tersebut," demikian seperti dikutip koran ini dari sosok Ali Rocham, salah satu birokrat yang puluhan tahun &lt;/span&gt;&lt;span&gt;malang&lt;/span&gt;&lt;span&gt; melintang membangun masyarakat di desa dan kelurahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;Diakhir pembicaraan dengan sejumlah warga tersebut, Pandji dan Ali Rocman juga memiliki keinginan jika menjadi walikota nanti, program awal yang akan dimaksimalkan adalah membentuk tata &lt;/span&gt;&lt;span&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang diisi oleh personal-personal yang sesuai dengan kapasitasnya dan membuat kebijakan yang disenangi masyarakat sehingga masyarakat sadar betul bahwa kepentingan pemerintah &lt;/span&gt;&lt;span&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span&gt; adalah kepentingan masyarakat secara keseluruhan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;"Tata &lt;/span&gt;&lt;span&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span&gt; ini hendaknya di isi dengan mengaktualisasikan visi yang sudah disepakati pemerintah dan masyarakat agar tujuan dari visi tersebut tidak berbelok dan sampai pada muaranya. Pemerintahan yang madani, agamis dan mandiri," pungkas Pandji yang diamini Ali Rochman. &lt;b&gt;(*)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-3210956725968322787?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/3210956725968322787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=3210956725968322787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3210956725968322787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/3210956725968322787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/08/ingin-tata-kota-dengan-visi-yang.html' title='Ingin Tata Kota Dengan Visi yang Dipahami Masyarakat'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SKQ62bqm-DI/AAAAAAAAAGU/T2ZCHlfCtqo/s72-c/Semakin+mantap+menangkan+Pilkada+Kota+Serang,+cetuskan+8+program+unggulan,+Sanusi,+12-08-08.jpg+023+%288%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-1274609890394377752</id><published>2008-08-08T03:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T05:57:37.813-07:00</updated><title type='text'>Berpetualang Menyusuri Arus Liar di Sungai Ciberang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SJwgNZ3XzeI/AAAAAAAAAGM/UNDakMbLMPM/s1600-h/Wisata+Arung+Jeram+Ciberang,+Kabupaten+Lebak,+Sanusi,+08-08-08+%2812%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SJwgNZ3XzeI/AAAAAAAAAGM/UNDakMbLMPM/s320/Wisata+Arung+Jeram+Ciberang,+Kabupaten+Lebak,+Sanusi,+08-08-08+%2812%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232092281751195106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Sanusi Pane&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;i&gt;Perahu karet, pelampung, helm, dan dayung adalah alat “wajib” yang dipakai para pecinta arung jeram saat berpetualang di air. Semua penuh dengan sejuta tantangan. Jangan pernah melakukannya kalau nyali anda mudah ciut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertama kali menginjakan kaki di pinggir Sungai Ciberang beberapa waktu lalu. Rasa was-was menggelora dalam dada. Maklumlah, ini kali pertama saya melihat derasnya aliran sungai dan mendengar teriakan-teriakan seru para penunggang perahu karet yang akan meluncur diantara jeram-jeram Sungai Ciberang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Si empunya Wisata &lt;i&gt;Reffting&lt;/i&gt; (Arung Jeram) Ciberang, Iyus Yusup Suptandar sekita menuturkan, saat pelampung sudah dibadan, helm sudah di kepala, kaki pun melangkah menaiki perahu karet. Jantung berdebar keras. Tidak lama kemudian, perahu sudah meluncur dengan ayunan dayung para skipper. Perahu pun melaju kencang diantara jeram-jeram dan onggokan bebatuan, Sesekali, kami berteriak histeris melepaskan perasaan yang was- was dan takut. Aduh, bagaimana kalau perahu tiba-tiba terbalik?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masih menurut pemaparannya, perjalananpun semakin menegangkan, sekaligus mengasyikkan pula. Keindahan air sungai Ciberang, bukit, gunung, dan tebing menghiasi bantaran sungai. Semakin serulah petualangan arung jeram di Sungai Ciberang ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Di samping kami, para skipper sibuk dengan dayungnya agar perahu yang kami tumpangi berjaIan mulus. Tak terasa, jarak menuju garis finish pun semakin dekat Jeram-jeram Sungai liar Ciberang yang panjangnya sekitar 12 kilometer sudah dilalui, kami pun tiba pada tempat akhir petualangan,” terang Iyus saat menggambarkan bagaimana mendebarkannya reffting di Sungai Ciberang tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mendengar ceritanya, rasanya arus deras dan onggokan batu menjadi satu tantangan bagi para skipper ataupun para pecinta arus liar petualangan air arung jeram. Untuk sekedar menghilangkan penat dari kehidupan kota yang bising atau memang sengaja mencari tantangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi para pecinta olah raga air, wisata yang &lt;i&gt;nota bene&lt;/i&gt; berbasis olahraga ini bukan saja uang yang harus dipersiapkan, melainkan nyali pun harus besar. Olahraga arung jeram merupakan petualangan yang memiliki tantangan yang cukup besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan kondisi air sungai yang debitnya cukup besar, Sungai Ciberang dapat dimanfaatkan untuk wisata arung jeram, dan bisa dilakukan sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun pada musim hujan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lokasi arung jeram yang berada di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, dapat diakses dan berbagai arah, misalnya dan Jakarta via Balaraja (Kabupaten Tangerang), dengan 100 kilometer, selama 2,5 jam kalau naik kendaraan beroda empat Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan Jakarta via Bogor, jarak yang harus ditempuh mencapai 110 kilometer, dengan waktu perjalanan 2 sampai 4 jam naik kendaraan beroda empat. Dan Serang via Pandeglang dan Rangkasbitung, jarak yang harus ditempuh mencapai 80 kilometer dengan waktu peijalanan 2 naik kendaraan beroda empat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Digemari Lebih Dari 4 Juta Orang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Melihat nikmatnya dan serunya tutur penceritaan Iyus Yusuf Suptandar ini, maka tak heran kalau wisata air arung jeram digemari kurang lebih empat juta orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Penggemar terus bertambah, dan tahun ke tahun. Selama 15 tahun terakahir ini, kabarnya, 70% sampai 80% pecinta arung jeram di tanah air ini adalah wisatawan asing. Sisanya, berada di beberapa provinsi yang telah berkembang wisata arung jeramnya, seperti jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan,” terangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wisata arung jeram, hakikatnya, bukan saja sebagai olah raga dan pariwisata, melainkan juga didalamnya ada usaha penyadaran dan penanaman kecintaan pada lingkungan di kalangan generasi muda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disamping itu, wisata arung jeram akan memberikan efek yang positif bagi masyarakat. Mereka bisa lebih menyadari pentingnya memelihara kelestarian alam dan lingkungan. Tenaga kerja lokal pun bisa diserap kalau memang olahraga arung jeram sudah sedemikian maju.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain untuk olah raga dan pariwisata nantinya personil dan peralatan arung jeram akan di arahkan untuk kegiatan kemanusiaan atau penanggulangan bencana alam seperti banjir. Berdasarkan standar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang mengacu pada standar American White Water Association (AWWA), arung jeram Sungai Ciberang mempunyai klasifikasi jeram 2-3 sehingga cocok untuk wisata arung jeram, baik untuk family trip maupun pertualangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kini, arung jeram jadi ciri khas Kecamatan Lebakgedong. Bukan hanya menjadi kebanggan warga Kecamatan Lebakgedong, kini wisata air tersebut dapat dinikmati oleh seluruh warga Banten dan bahkan manca negara sekalipun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kalau dulu hanya jadi tempat berenang anak-anak kampung, beberapa waktu yang lalu Gubernur Banten (Hj Ratu Atut Chosiah, red) pun berasyik ria di wisata air yang sampai saat ini terus dilakukan penataan dan pelengkapan fasilitas,” pungkasnya seraya berpesan, kelak jika orang mengingat arung jeram, ingat pula pada Kecamatan Lebakgedong yang masih memiliki kawasan hijau dan alami ini. &lt;b&gt;(*)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7499120565285140693-1274609890394377752?l=bantentribun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bantentribun.blogspot.com/feeds/1274609890394377752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7499120565285140693&amp;postID=1274609890394377752' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1274609890394377752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499120565285140693/posts/default/1274609890394377752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bantentribun.blogspot.com/2008/08/berpetualang-menyusuri-arus-liar-di.html' title='Berpetualang Menyusuri Arus Liar di Sungai Ciberang'/><author><name>Sanusi "Pane" El-Jelex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09814109983344744726</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SGs_vx0oTjI/AAAAAAAAAD8/BZ4OmOdh5Lg/S220/Banteng+06.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7mtaJ2ijozw/SJwgNZ3XzeI/AAAAAAAAAGM/UNDakMbLMPM/s72-c/Wisata+Arung+Jeram+Ciberang,+Kabupaten+Lebak,+Sanusi,+08-08-08+%2812%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499120565285140693.post-2134823644970641899</id><published>2008-07-14T05:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T06:00:00.726-07:00</updated><title type='text'>Air Bersih Itu Juga Susah..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SHtNtaYkI8I/AAAAAAAAAGE/FvLTsp1xsCg/s1600-h/IMG_0329.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_7mtaJ2ijozw/SHtNtaYkI8I/AAAAAAAAAGE/FvLTsp1xsCg/s320/IMG_0329.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222853635438027714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PDAM Tidak Bereskan Jaringan Selama 6 Tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Bukan hanya minyak tanah, bahan bakar minya yang sulit saat ini, di Kota Serang warga di dua RW Lingkungan Kebon Sawo Kelurahan Cimuncang Kecamatan Serangpun dilanda kesulitan air bersih. Bukan kekeringan yang membuat mereka harus kesulitan air bersih, tapi lantaran enam tahun lebih jaringan PDAM di daerah tersebut tidak diperbaiki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah Nursusanah (54) warga RW 01, Kebon Sawo Serang, akibat dari ketidak seriusan PDAM, Senin (14/7) kemarin, ia bersama beberapa warga berduyun-duyun untuk membeli air bersih dengan berjajar sambil membawa jeriken. Menurut beberapa orang warga, mereka juga harus bangun pagi-pagi jika ingin membeli air bersih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Warga juga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada pula yang memakai jet pump namun air yang diperoleh tetap tidak jernih karena air bawah tanah yang sudah kotor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kami terpaksa harus membeli air bersih. Per hari untuk kebutuhan masak dan minum serta mandi kami harus mengeluarkan uang Rp10.000,00 untuk 5 jeriken. Dalam kondisi yang susah seperti ini sudah tentu sangat berat,” keluhnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut ibu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setengah baya ini, kesulitan air bersih di daerahnya ini sudah berlangsung lama. “Dulu sih masih bisa disedot sekarang sudah tidak bisa lagi,” ungkapnya. Ia mengatakan, kesulitan air bersih ini dikarenakan meteran jaringan PDAM sudah pada rusak semua. Kondisi ini terjadi, lanjut dia, karena pihak PDAM sudah tidak lagi memperhatikan pelanggan di daerahnya. Padahal, keluh Nursusanah, warga tetap harus membayar biaya abondemen per bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal sama juga dikatakan oleh Yasin (46), warga yang lain. Ia mengungkapkan, kondisi kesulitan air bersih di lingkungan tempat tinggalnya sudah berlangsung sekitar enam tahun lebih. Dikatakan, meski sudah berlangsung lama namun tetap saja belum ada perhatian serius dari pihak PDAM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketua RT 01/RW01 Enjat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengakui kalau sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah maupun PDAM. “ Berbagai wakil rakyat, pemerintah sudah tahu tentang kondisi ini, namun sampai sekarang belum juga ada perhatian serius,” ungkapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ia mengaku karena belum ada perhatian, warga sempat berkeinginan untuk melakukan aksi unjuk rasa. Namun demikian, kata, pengurus RT maupun RW bisa meredakan kekesalan warga tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hal senada juga dikatakan oleh Ketua RW01 Ahmad Yani. Ia berharap pihak pemerintah maupun PDAM bisa memperhatikan kesulitan warga. Dan berharap pihak PDAM dapat segera membereskan kesulitan warga yang saat ini juga disulitkan dengan urusan lain. "Dalam kondisi seperti ini warga makin menderita. Mendapatkan air bersih saja susah. Padahal lokasinya di pusat kota,” jelasnya. Ditambahkan, saat ini warga di lingkungan RW 01 berjumlah 500 KK dan RW 02 sekitar 400 KK.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Direktur Utama PDAM Serang, Djoko Sutrisno saat dikonfirmasi lewat telepon genggamnya mengatakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pekan lalu petugas PDAm telah melakukan pengecekan ke lapangan dan masih mengalir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-ali
